Now playing

Rate this item
(0 votes)

Cekcok Dengan Istri, Suami di Ngawi Lampiaskan Emosi Hingga Anak Kandung Sendiri Meninggal

By Published November 04, 2019

NGAWI- Setelah mengantarkan putrinya Andini Ayuningtyas balita perempuan yang baru berumur 5 bulan makamkan, Ju(31) bukan nama sebenarnya ayah kandung Andini di gelandang petugas untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Ju yang merupakan warga asal Desa tawun Kecamatan Kasreman tidak dapat berkutik setelah petugas, menunjukkan bukti yang menguatkan atas tindakannya.
Kasus ini terungkap atas kecurigaan warga mendasar di saat memandikan jenasah korban menemukan beberapa luka lebam pada sekujur tubuhnya, kuat dugaan kematian Andini akibat mengalami trauma pada benda tumpul.
“ Saya curiga pada tubuh Andini banyak luka memar, dimata, didahi dan dipunggung dan saya melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib “ Ungkap Sulistyo saksi warga.
Usai mendapat laporan dari warga anggota dari polsek Padas Ngawi, langsung melakukan penyidikan dan menangkap pelaku setelah mendapat pengakuan dari Ju.
“ Akibat mengalami luka pukulan tersebut, korban yang sudah di larikan di sarana kesehatan puskesmas Ngawi purba, jiwanya tidak dapat tertolong “ Tegas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.
Kepada petugas Ju mengaku, sabtu (02/11/2019) sekira jam 17.00 WIB pelaku usai cekcok dengan istrinya di rumah mertua di Dusun Ngantru, Desa Ngawipurba Kecamatan Ngawi kota. Sekira pukul 20.00 WIB korban menangis tidak berhenti, karena jengkel dan mengingat cekcok dengan istrinya. Pelaku melampiaskan ke buah hatinya sendiri, 2 kali pukulan tangan pada dahi, 1 kali pada kepala bagian belakang, 1 kali pada pelipis, 1 kali pada mata kanan dan 1 kali pada punggung korban dengan total 6 pukulan pada tubuh mungil Andini.
“ Dari hasil visum luar terbukti adanya bekas penganiayaan, dan diakui oleh pelaku karena tersulut emosi usai bertengkar dengan istrinya dengan anak menjadi sasaran kemarahan” tegas Kapolres Ngawi.
Pendalaman kasus ini di serahkan kepada unit perlindangan anak polres Ngawi, pelaku dapat di ganjar dengan pidana penjara lebih dari 5 tahun sesuai dengan pelanggaran pasal 351 KUHP. (ard)

Read 75 times