Now playing

loading...
Berita Jatim

Berita Jatim (21)

Calon jemaah haji (CJH) asal Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan sebagian CJH penyangga asal Surabaya dijadwalkan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat (5/7/2019) pagi. Keempat CJH dari daerah-daerah itu akan tergabung dalam kloter 1 dan 2. Kedua kloter awal ini akan terbang ke tanah suci melalui Bandara Juanda Surabaya.

Diawali Kloter 1 dari Magetan. Para jemaah ini akan berangkat pada hari Sabtu (6/7/2019) dengan naik Saudi Arabia Airlines pukul 03.15 wib.

Kemudian CJH asal Ngawi, Ponorogo dan beberapa Surabaya menyusul di kloter 2. Mereka akan take off pada Sabtu (6/7/2019) pagi pukul 07.00 wib. 

Selama sekitar 7 jam, para jemaah akan berada di ketinggian. Para jemaah akan mendarat di Bandara Madinah.

Jemaah dua kloter pertama dari Kabupaten Magetan sebanyak 445 orang, Ngawi 315 orang, Ponorogo 62 orang dan Kota Surabaya 68 orang.

Tahun ini, seluruh CJH asal yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya akan menempati penginapan di Asrama Haji Sukolilo dengan fasilitas sekelas hotel berbintang. (sumber: surya.co.id)

 

 

Lamongan, Dari 1.734 Calon Jamaah Haji (CJH) yang berangkat tahun ini, 157 CJH berasal dari Kecamatan Paciran. Jumlah tersebut adalah terbanyak dibanding 26 kecamatan lain.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Lamongan Sholeh dalam Bimbingan Manasik Haji Massal, Selasa (2/7).

“Berbeda dari tahun sebelumnya yang terdapat dua kecamatan yang tidak ada calon jamaah hajinya, tahun ini seluruh kecamatan di Lamongan memberangkatkan,” ungkap Sholeh.

 

Kecamatan Paciran dengan jumlah CJH terbanyak yakni 157 CJH. Kemudian Kecamatan Lamongan 144 CJH, Kecamatan Babat 132 CJH, Kecamatan Laren 128 CJH.

Sholeh juga mengungkapkan nantinya sebanyak 1.734 CJH yang berangkat dari Lamongan masuk pada kelompok terbang (kloter) 79, 80, 81, dan 82. Sedangkan keberangkatan yang semula dijadwalkan tanggal 3 dan 4 Agustus, diajukan menjadi tanggal 2 dan 3 Agustus 2019.

“Alhamdulillah jika tahun lalu keberangkatan dilakukan di malam hari, Insya Allah tahun ini kesemua kloter akan diberangkatkan di siang hari,” katanya menambahkan.

Kloter 79 dan 80 berangkat pada 2 Agustus dan masuk asrama mulai pukul 14.00 wib. Kloter 81 dan 82 pada tanggal 3 Agustus dan masuk asrama pada jam yang sama.

Nantinya tiap kloter akan didampingi oleh lima petugas yang terdiri dari, Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Sementara Bupati Fadeli saat membuka Manasik Haji Massal yang akan berlangsung selama dua hari tersebut memberikan banyak arahan kepada CJH. Dia meminta agar CJH menjaga kesehatan, terutama yang sudah berusia lanjut.

Terlebih nanti di sana perkiraan suhunya bisa mencapai 52 derajat celcius. Namun dia berharap CJH juga tak perlu terlalu khawatir, karena di Mina sudah disiapkan tenda ber-AC bagi CJH.

Bupati Fadeli juga berpesan bagi mereka yang masih muda, yang sudah punya rejeki agar segera daftar haji, karena masa tunggu di Lamongan 26 tahun.

Lamongan, Karya lukisan Kelompok Seni Rupa Anak Atmaja Krida SDN 2 Madulegi Kecamatan Sukodadi menjadi salah satu yang dipamerkan dalam Festival Seni Rupa Anak Indonesia di Galeri Nasional Indonesia, 23 Juli – 29 Agustus mendatang.

Karya lukis berjudul my expression dari tujuh anak dalam Kelompok Seni Rupa Anak Atmaja Krida SDN 2 Madulegi ini berhasil menyisihkan 376 karya dari 297 calon peserta berasal dari 22 provinsi.

 

“Hanya ada 72 karya terplih untuk dipamerkan dalam Festival Seni Rupa Anak Indonesia di Galeri Nasional Indonesia,” ujar Nur Hidayat usai berpamitan kepada Sekkab Yuhronur Efendi di ruang kerjanya, Selasa (2/7).

Ini merupakan kebanggaan tersendiri, lanjut dia. Karena karya anak didiknya yang berasal dari sekolah ndeso, diakui di tingkat nasional.

Dia menjelaskan karya tersebut dikerjakan sendiri oleh anak-anak didiknya, sesuai dengan karakter masing-masing selama tujuh hari.

Ada yang menggunakan teknik doodle art, mengunakan teknik crayon, hingga penggunaan cat akrilik dan batik. Semuanya dirangkum dalam satu aliran seni lukis dekoratif.

“Saya membebaskan anak-anak untuk berekspresi sesuai dengan tema kompetisi, yakni main,” kata dia.

Yuhronur Efendi merasa turut bangga, ada pelajar Lamongan yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Dia berharap, bakat seni tersebut terus dipupuk dan bisa menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk berprestasi.

Lamongan, Ratusan miliar rupiah, dana desa yang diberikan pemerintah kepada desa-desa di Lamongan. Pemkab Lamongan berharap ini tidak mengikis tradisi gotong royong di pedesaan.

Puncak Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 Kabupaten Lamongan Tahun 2019 dilaksanakan di Desa Tugu Kecamatan Mantup, Kamis (27/6), dijadikan media pelestarian tradisi gotong royong.

 

Bupati Fadeli pada kesempatan itu mengungkapkan bahwa kemajuan masyarakat sekarang sudah berbeda dengan sebelumnya.  Apalagi pemerintah desa saat ini memiliki dana yang relatif cukup untuk membangun.

Tapi dia berharap itu tidak sampai memupus tradisi gotong royong. Justru sebaliknya, semangat gotong royongnya harus semakin ditingkatkan.

“Saya berterimakasih kepada seluruh masyarakat Lamongan yang tetap guyub dan rukun bersama membangun desa,” ujar Fadeli.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh stakeholder di desa agar mempunyai pola pikir untuk membawa kemajuan bagi desanya. Agar memiliki master plan, arah pembangunan di desa

“Di tiap desa harus punya pola pikir mau dibawa kemana desanya. Setiap desa harus punya satu keunggulan yang dimaksimalkan. Jika bukan masyarakatnya, maka siapa lagi,” pesan dia.

BBGRM ini seperti dijelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Khusnul Yaqin sudah dilaksanakan selama satu bulan penuh. Sementara kegiatan di Desa Tugu merupakan puncak penutupannya.

“Kegiatan BBGRM ini telah dilakukan selama satu bulan meliputi kegiatan gotong royong di 27 kecamatan yang ditandai dengan lomba BBGRM, kegiatan pemantauan administrasi pemerintahan dan pembangunan desa yang diiisi dengan lomba desa, dan kegiatan penataan kelembagaan desa,” ungkap Khusnul Yaqin.

Ditambahkan olehnya, penyelenggaraan BBGRM ini bertujuan agar nilai-nilai kegotongroyongan di masyarakat terus terjaga dan dilanjutkan.

“Selama ini, dana yang disalurkan untuk pembangunan di desa mencapai ratusan miliar. Pada tahun 2019 ini, alokasi dananya mencapai sebesar Rp 545 miliar,” ungkap Khusnul Yaqin.

Pada acara tersebut juga diserahkan penghargaan Juara I Lomba Pemberdayaan Gotong Royong Desa terbaik oleh Desa Tanjung Kecamatan Lamongan, dan Juara I Lomba Desa oleh Desa Glagah Kecamatan Glagah.

Kemudian Juara I lomba penyelenggaraan pemberdayaan masyarakat oleh Desa Soko Kecamatan Glagah serta diberikan bantuan hibah kantung kerambah, kolam terpal dan jaring krikit.

Page 1 of 6