Now playing

Berita Jatim

Berita Jatim (24)

 

NGAWI, - Belum lama ini warga desa Wonorejo, Kedunggalar Ngawi di kejutkan dengan penemuan salah satu warganya di pematang sawah. Setelah menghilang lebih dari 24 jam, Syahroni 72 th di temukan meninggal di sawah miliknya dalam keadaan sujud. Minggu (8/9/2019)

Dari pengakuan keluarga korban Supriyanto kepada petugas menjelaskan korban keluar rumah pada hari sabtu (08/09/2019), berpamitan untuk mengecek air sawah. Namun hingga malam korban tidak pulang, hingga bersama warga keluarga berinisiatif untuk mencari keberadaan korban. Namun hingga larut malam, korban tidak juga di temukan baik di sawah dan tempat sanak sadaranya.

Supriyanto akhirnya mencari di sawah yang di awali menemukan sepeda pancal korban, setelah di telusuri jasad korban berada di sawah miliknya sekitar pukul 14.00 WIB.

“ Korban di temukan sudah meninggal di sawahnya dengan posisi sujud “ Ungkap Kapolsek Kedunggalar Ngawi AKP Sukisaman

Usai mendapat laporan dari pihak keluarga petugas dan tenaga medis langsung melakukan pemeriksaan pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan petugas medis Kedunggalar Ngawi, pada tubuh korban tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Kuat dugaan kematian korban di karenakan penyakit yang diderita korban kambuh dan tidak ada yang menolong.


“ Korban meninggal aibat serangan penyakit jantung yang di derita korban,dikuatkan dari keterangan pihak kelurga “ Tambah Kapolsek Kedunggalar.


Pihak keluarga menerima keadaan korban sebagai musibah, korban kemudian diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.(Ard)

SURABAYA -- Ketua Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Erick Thohir mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan terobosan-terobosan untuk menjaga eksistensi radio swasta di Indonesia. Salah satunya dengan membuat tim yang akan menggalakan lomba cipta lagu.

Lagu-lagu yang diciptakan, nantinya dikolaborasikan dengan industri musik. "Kita sedang membuat tim, akan menggalakkan lagi lomba cipta lagu radio yang dulu terpusat, sekarang per radio. Jadi masing-masing radio akan mengumpulkan pencipta lagu yang nanti, bisa kita sinergikan dengan industri musik," ujar Erick, saat menghadiri Musyawarah Daerah ke-18 PRSSNI Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/8).

Ia berpendapat, salah satu kekuatan radio swasta itu berada di industri musik. Maka dari itu, industri radio swasta harus terus bisa melahirkan entrepreneur, dalam hal ini pemusik. Dengan adanya pemusik baru, Erick juga berharap, lagu Indonesia tetap menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

"Kita jangan terlalu kebarat-baratan terus. Industri film mulai meningkat, industri lagu Indonesia juga harus kita jaga," ujar Erick.

 Saat ini, kata dia, radio swasta yang tergabung di PRSSNI mulai menyesuaikan dengan perkembangan dunia digital. Di mana, radio-radio swasta mulau melakukan siaran secara digital, dan tidak hanya analog. Terobosan seperti ini, kata Erick Thohir, juga akan terus didorong.

Erick juga tidak setuju jika industri radio disebut mulai ditinggalkan pendengar di era digital ini. Menurutnya, industri radio masih tetap diminati masyarakat. Dimana berdasarkan penelitian, meskipun posisinya berada di bawah televisi, tetapi masih tetap mendapatkan tempat di masyarakat.

"Saya rasa tidak (radio ditinggalkan). Dari hasil riset, nomor satu itu televisi dengan rata-rata ditonton empat jam per hari. Radio itu masih 2 jam 16 menit per hari. Kalau bilang kalah, enggak juga. Justru kita harus bersama-sama berinovasi," kata Erick. (sumber: https://nasional.republika.co.id/berita/pvvgbb399/prssni-siapkan-terobosan-jaga-eksistensi-radio-swasta)

SURABAYA - Musyawarah Daerah (Musda) XVIII Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jawa Timur (Jatim) diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi terbaik bagi Pemprov Jatim. 

Rekomendasi tersebut nantinya akan bisa menjadi bahan penelaahan terkait peraturan dan kebijakan tentang industri radio swasta di Jatim.

"Rekomendasinya kami tunggu. Sehingga bisa menjadi bahaan telaah untuk menciptakan iklim yang kondusif dan adil di industri radio swasta," kata Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak saat membuka Musda ke-XVIII PRSSNI Jatim di Kantor Sekretariat PRSSNI, Jalan Teuku Umar Nomor 14, Surabaya, Rabu (7/8/2019).

Emil menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperoleh, jumlah perusahaan radio swasta yang tidak berizin lebih banyak daripada yang berijin. Hal ini tentunya berdampak pada fairplay terhadap ketaatan membayar pajak. Oleh sebab itu, pihaknya juga akan segera melaporkan kepada Gubernur Jatim agar segera diambil langkah strategis. 

"Kami akan segera melaporkan kepada ibu Gubernur untuk menjawab realita di lapangan tentang industri radio swasta di Jatim. Langkah strategis terbaik apa yang akan kami lakukan sehingga fairness di industri radio swasta bisa tercipta," imbuh Emil.

Dia menjelaskan, rekomendasi tersebut juga dibutuhkan untuk bisa mensinergikan radio swasta ke dalam program-program pembangunan Jatim. Selain itu, dukungan juga akan diberikan oleh Pemprov Jatim agar industri radio swasta bisa terus eksis. "ami menunggu informasi dari PRSSNI apa saja yang bisa disupport oleh pemprov. Kami senang jika industri radio swasta ini bisa terus eksis dan bisa melakukan transformasi," kata dia.

Mantan bupati Trenggalek ini berharap, berbagai inovasi dan terobosan terus dillakukan oleh industri radio swasta khususnya untuk ikut mencerdaskan masyarakat Indonesia. Dicontohkan, radio swasta ini bisa melakukan inovasi selain di sisi broadcaster tapi juga mulai membuat content creator. 

"Kami yakin dengan berkumpulnya para industri radio swasta ini akan bisa menghasilkan keputusan yang terbaik untuk kemajuan dunia radio di Jatim," pungkas Wagub Emil.

Sementara itu, Ketua PRSSNI Jatim Luthfi Abdullah mengatakan, Musda tersebut sengaja digelar di kantor sekretariat PRSSNI untuk menunjukkan eksistansi PRSSNI. Terkait regulasi radio swasta, pihaknya berharap agar pemerintah daerah bisa mendukung para pelaku industri radio swasta yang sudah berizin. 

"Kami menginginkan industri radio swasta ini fair, sehingga semua memiliki kesempatan yang sama. Terpenting radio swasta ini bisa terus eksis, karenanya dukungan dari Pemprov sangat kami nantikan,” kata dia berharap. (Sumber: https://jatim.sindonews.com)

Calon jemaah haji (CJH) asal Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan sebagian CJH penyangga asal Surabaya dijadwalkan tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat (5/7/2019) pagi. Keempat CJH dari daerah-daerah itu akan tergabung dalam kloter 1 dan 2. Kedua kloter awal ini akan terbang ke tanah suci melalui Bandara Juanda Surabaya.

Diawali Kloter 1 dari Magetan. Para jemaah ini akan berangkat pada hari Sabtu (6/7/2019) dengan naik Saudi Arabia Airlines pukul 03.15 wib.

Kemudian CJH asal Ngawi, Ponorogo dan beberapa Surabaya menyusul di kloter 2. Mereka akan take off pada Sabtu (6/7/2019) pagi pukul 07.00 wib. 

Selama sekitar 7 jam, para jemaah akan berada di ketinggian. Para jemaah akan mendarat di Bandara Madinah.

Jemaah dua kloter pertama dari Kabupaten Magetan sebanyak 445 orang, Ngawi 315 orang, Ponorogo 62 orang dan Kota Surabaya 68 orang.

Tahun ini, seluruh CJH asal yang tergabung dalam Embarkasi Surabaya akan menempati penginapan di Asrama Haji Sukolilo dengan fasilitas sekelas hotel berbintang. (sumber: surya.co.id)

 

 

Page 1 of 6