Now playing

Berita Jatim

Berita Jatim (24)

Madiun - Enam siswa MTs Bani Ali Mursyad asal Dusun Banaran Desa Kerik Kec Takeran Kab Magetan, yang menggelar outbond di Wana Wisata Grape Kecamatan Wungu, tenggelam. Mereka tenggelam akibat curah hujan tinggi kemudian banjir dan menyeret 6 siswa.

Saat itu 128 siswa-siswi diajak makan siang sekitar pukul 14.00 WIB. Para guru sudah mengingatkan agar tidak turun ke sungai untuk mandi. Namun sebagian tetap nekat turun ke sungai dan mandi.

"Iya, enam anak hanyut tenggelam. Mereka hanyut akibat curah hujan tinggi kemudian banjir dan menyeret siswa," kata Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya di lokasi sembari membantu evakuasi korban yang ditemukan, Senin (10/4/2017).

Sementara salah satu guru pendamping, Ayip Rosyidi (34) warga Madiun mengaku MTs Bani Ali Mursyad menggelar outbond di Taman Kresek, Madiun, yang diikuti 128 siswa-siswi. Terdiri laki-laki 43 siswa dan perempuan 85 siswa.

"Anak-anak sudah diingatkan agar tidak turun ke sungai. Tapi masih ada siswa tetap nekat," kata Ayip Rosyidi di lokasi. 

Informasi yang dihimpun, 15 anak nekat turun dan mandi di sungai yang nota bene air sungainya sudah meluap. Tiba-tiba saat anak-anak mandi, air bah datang. 9 Siswa bisa menyelamatkan karena posisi di pinggir sungai. Sementara 6 siswa yang berada di tengah sungai tidak menyelamatkan dan akhirnya hanyut.

Insiden ini membuat para siswa melaporkan ke guru-gurunya. Guru dan warga berusaha melakukan pencarian. Sedangkan para siswa yang selamat dipulangkan. Hingga pukul 17.30 WIB masih dilakukan pencarian melibatkan BPBD, tim SAR, polisi dan warga. (sumber: detik.com)

Ponorogo - Tim kaji cepat Univesitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melakukan penelitian langsung di Ponorogo untuk mengetahui penyebab bencana tanah longsor yang terjadi 1 April lalu.
"Dari hasil kajian yang kami lakukan bersama, ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya longsor, secara kondisi alam memang sudah menunjukkan risiko tinggi tanah longsor," kata salah satu tim ahli UGM, Bagus Bestari Kamarullah, Senin (3/4/2017).
Menurutnya penyebab longsor besar di Dusun Tangkil, Desa Banaran tersebut cukup komplek, diantaranya adalah tingkat kemiringan tebing cukup curam, selain itu struktur batuannya berupa lapukan dari gunung berapi.
"Jenis batuan itu memiliki sifat lepas-lepas, sehingga sangat rawan sekali terjadi longsor," ujarnya kepada sejumlah wartawan.
Bagus menambahkan, dari pengamatan yang ia lakukan bersama tim ahli lain, pihaknya juga menemukan adanya zona lemah sepanjang 1,5 kilometer dari titik nol longsor hingga ke sisi selatan.
Sementara itu, kondisi tata guna lahan yang ada di lereng perbukitan juga cukup memprihatinkan, karena banyak dijumpai tanaman lain yang dinilai tidak layak berada di kawasan lereng.
"Salah satunya adalah tanaman jahe yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat, kemudian ada juga bambu, tanaman bambu itu tidak cocok di tebing, tapi cocoknya di bawah tebing," imbuhnya.
Lebin lanjut Bagus menjelaskan, untuk pemicu terjadinya tanah longsor besar tersebut adalah tingginya curah hujan yang ada di sekitar lokasi bencana. Bahkan selama tiga hari sebelum kejadian terus menerus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Sehari sebelumn kejadian itu hujan terjadi mulai dari sore hingga tengah malah, kondisi tersebut memicu terjadinya serapan air dalam tanah cukup tinggi, sehingga tanah itu dalam kondisi jenuh air," imbuhnya.

Dalam penelitian lapangan tersebut pihaknya juga melakukan kajian terhadap potensi longsor susulan dari tebing yang ada di kanan dan kiri lokasi bencana saat ini. 

Sebelumnya, terjadi tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, akibatnya puluhan rumah dan 28 warga dinyatakan hilang. (sumber: detikcom)

Ponorogo - Sabtu tgl 01 April 2017 sekira Pkl. 07.40 wib elah terjadi bencana alam tanah longsor menimpa rumah penduduk. Pusaat longsor di RT 01 RW 01 Dkh. Tangkil Ds. Banaran Kec. Pulung Kab. Ponorogo.

Kejadian itu diketahui pertama kali oleh - Misman, Kasun Tangkil, 45 Th, Almt Dsn. Tangkil Ds. Banaran Kec. Pulung Kab. Ponorogo  dan - Kateni, 54 Th, Tani, Almt sda TKP 

Kronologis kejadian : Sekira 3 minggu yg lalu, diketahui bhw TKP (atas) sdh mengalami retakan kurang lebih 30 cm. Retakan tsb berangsur angsur mengalami penambahan turunan menjadi 9 meter (1 minggu kemudian) dan 15 meter (3 minggu kemudian), hingga kemarin tanggal 31 Maret 2017 menjadi 20 meter. Selanjutnya beberapa hari terakhir TKP diguyur hujan lebat, terakhir hujan hari Jumat tgl 31 Maret 2017 sore. Kemudian tgl 1 April 2017 sekira Pkl. 07.40 Wib tanah tersebut longsor dan menimpa rumah dan warga. 

 

Lamongan - Sungai yang dipenuhi tumbuhan enceng gondok ditengarai sebagai penyebab genangan air di kawasan Bengawan Jero Lamongan tidak bisa cepat terbuang. Untuk mengatasi itu, Bupati Fadeli mengirimkan bantuan tiga unit perahu ke warga setempat.

 

Menurut Fadeli, bantuan perahu itu akan digunakan untuk membantu mempercepat pembersihan sungai dari enceng gondok. Sementara setelah sungai bersih, tiga perahu itu akan tetap di Desa Blajo Kecamatan Kalitengah, untuk dimanfaatkan siswa yang akan berangkat sekolah.

 

“Selama empat hari ini kami bersama-sama masyarakat dan berbagia unsur terus menyisir sungai-sungai, untuk membersihkan enceng gondok. Mulai dari Desa Bojoasri di Kalitengah hingga saluran pembuangan Sungai Corong dan Wangen di perbatasan Gresik,” ujarnya saat di Jembatan Desa Blajo, Jum’at (3/2).

 

Keberadaan tumbuhan air tersebut menurut dia menjadi penghambat pembuangan air. Akibatnya, genangan air tidak bisa cepat terbuang.

 

Selain melakukan pembersihan enceng gondok, Fadeli menyebutkan pihaknya juga sudah memerintahkan agar pompa banjir di Kuro dinyalakan semua. Sementara di Kalitengah juga sudah dikirimkan satu unit pompa mobile.

 

“Insya Allah jika curah hujan tidak terlalu tinggi, dalam 3 hari kedepan genangan sudah bisa surut. Sementara untuk membantu masyarakat kami sudah siapkan posko kesehatan dan bantuan paket sembako,” imbuh dia.

Saat di Blaju, selain menyerahkan bantuan 3 unit perahu, Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati dan Sekkab Yuhronur Efendi juga menyerahkan secara simbolis bantuan puluhan paket sembako.

 

Page 6 of 6