Now playing

Budaya

Budaya (5)

Ngawi  – Warga Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menggelar tradisi atau upacara adat Keduk Beji di Taman Wisata Tawun guna melestarikan budaya daerah setempat.

 “Upacara adat ini digelar setiap Selasa Kliwon berdasarkan penghitungan tanggal Jawa Islam. Tujuannya adalah untuk melestarikan adat budaya penduduk Desa Tawun sejak jaman dulu,” ujar sesepuh Desa Tawun yang juga selaku Juru Silep, Mbah Wo Supomo, kepada wartawan

Menurut Mbah Pomo, panggilan akrab Mbah Wo Supomo, inti dari upacara Keduk Beji adalah penyilepan dan penggantian kendi yang disimpan di pusat sumber air Beji. Pusat sumber tersebut ada di dalam gua yang terdapat di dalam sumber.”Setiap tahunnya, kendi di dalam sumber air Beji diganti melalui upacara ini. Hal itu dimaksudkan agar sumber air Beji tetap bersih,” kata dia.

 Adapun, sumber air Beji yang berada di Taman Wisata Tawun merupakan sumber air yang sangat penting bagi warga sekitar. Air dari sumber itu digunakan untuk minum, pengairan sawah, dan sumber air di taman Tawun sendiri.

Karena itu, kebersihan sumbernya harus terus dijaga agar tidak mati. Terlebih saat musim kemarau seperti ini, keberlangsungan air di sumber Beji sangatlah penting.

Adapun, upacara Keduk Beji dimulai dengan melakukan pengedukkan atau pembersihan kotoran di dalam sumber Beji. Seluruh warga Desa Tawun yang berjenis kelamin laki-laki, baik tua, muda, maupun anak-anak turun ke sumber air untuk mengambil sampah dan daun-daun yang mengotori kolam dalam setahun terakhir.

Selama proses pembersihan, para kaum laki-laki yang berada di sumber air Beji menari dan melakukan tradisi saling pukul dengan ranting sambil diiringi tabuhan gendang.

Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan penyilepan dan penggantian kendi di dalam pusat sumber. Yang berhak menyelam dan mengganti kendi di sumber air adalah keturunan dari Eyang Ludro Joyo yakni tokoh sesepuh desa yang dulunya dipercaya jasadnya menghilang di sumber Beji saat bertapa.

Upacara dilanjutkan dengan penyiraman air legen ke dalam sumber Beji, dan penyeberangan sesaji dari arah timur ke barat sumber. Kemudian, ditutup dengan selamatan dan makan bersama berkat dari Gunungan Lanang dan Gunungan Wadon yang telah disediakan bagi warga untuk mendapatkan berkah.

 Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengatakan, selain melestarikan sumber air, upacara Keduk Beji juga merupakan ikon wisata budaya Pemkab Ngawi.

“Keduk Beji telah menjadi salah satu budaya yang khas di Ngawi. Selain itu, agenda Keduk Beji sudah menjadi identitas daerah Ngawi. Kewajiban kita untuk melestarikanya,” kata Bupati Ngawi Budi.

Sementara, setiap tradisi itu digelar, ribuan wisatawan selalu berkunjung ke Taman Tawun, Ngawi, tempat dimana upacara tersebut dilakukan. Mereka berasal dari wilayah Ngawi, Madiun, Magetan dan daerah sekitarnya.

(sumber: https://yukpigi.com/warga-tawun-ngawi-lestarikan-tradisi-keduk-beji/)

Tulang sepanjang 75 cm yang diduga fosil tulang paha Gajah Purba jenis Stegodon ditemukan seorang penambang pasir di Sungai Ketonggo, Tempuran, Paron, Selasa (18/06/2019).

Slamet, warga yang pertama kali menemukan benda ini menuturkan bahwa saat dirinya mencari pasir sempat kaget melihat benda seperti kayu besar.

 

Temuan benda yang diduga tulang gajah purba ini mengundang banyak warga datang untuk melihat langsung ke lokasi.

Benda yang diyakini sebagai fosil gajah purba jenis stegodon ini akhirnya dibawa ke rumah seorang perangkat desa untuk disimpan dan juga dilaporkan kepada pihak terkait.

Sebelumnya, di Desa Rejuno, kecamatan Ngawi pada tahun 2018 lalu juga ditemukan fosil gajah purba yang diduga berusia sekitar 1juta atau 1,5 juta tahun yang lalu

Ngawi - Mungkin anda tidak asing dengan yang satu ini, namanya yang melegenda di tahun 80an masih saja gaungnya terasa hingga sekarang. Kendati para musisinya sudah lanjut namun hal itu tidak menyurutkan para pecintanya.  Grup musik, Krakatau Band menggelar konser nostalgia di lokasi wisata heritage Benteng Pendem Ngawi malam ini, Sabtu (08/04). Band beraliran jazz etnik ini tampil di sebuah pagelaran budaya Ngawi Perform Festival Benteng Pendem Night Artnival. Sejumlah musisi ternama tampil mempesona dalam kemasan Special Performing Krakatau Reunion dengan formasi lengkap yakni Trie Utami, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan, Indra Lesmana, dan Dwiki Dharmawan .

Meski situasi lokasi disekitar Benteng Pendem atau biasa disebut Benteng Van Den Bosch di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi Kota, baru saja diguyur hujan namun tidak menyurutkan aksi panggung grup musik yang dibesut Dwiki Dharmawan ini. Tak kalahnya lagi, ribuan masyarakat Ngawi pun terhipnotis sejak tembang pertama mulai dilantunkan grup musik asal Kota Bandung tersebut.

“Tidak masalah dengan lokasi yang serba becek maklum baru diguyur hujan sore tadi yang penting bisa nonton konser musik jazz secara gratis. Lagi pula salah satu grup asal kota kembang ini kan dalam rangka tour reuninya,” terang Indri salah satu warga Jalan PB Sudirman Ngawi, Sabtu (08/04).

Sementara sehari sebelumnya saat cek sound sang vokalis Trie Utami kepada media mengatakan, bila konsernya di Kota Ngawi ini menjadi bagian dari tour reuninya setelah di Kota Surabaya pada Januari 2017 lalu. Ia membenarkan, tembang yang dibawa dalam konser di Benteng Pendem Ngawi sekaligus sebagai ajang promo lokasi wisata heritage tersebut merupakan bagian dari album baru kompilasi dari kerinduan setelah belasan tahun tidak bermain bersama dan ngamen bersama.

Jelasnya, dalam album yang dimaksudkan ini ada beberapa di antaranya memilliki nuansa dan karakteristik fusion band Krakatau lama seperti pada lagu “Aku Kamu Kita” yang sangat kental fusion pop-nya. Selain itu, “Aku Kamu Kita” merupakan lagu yang sangat mudah untuk mengingatkan pada Krakatau lama dari Krakatau First Album era 1985. 

Lagu-lagu yang di bawakan oleh Kratatau cukup menghipnotis pengunjung di Banteng Pendem. Bahkan para pejabat teras yang ikut hadir larut dalam nostalgia lagu kenangan mereka di tahun 80an.ARD

Ngawi - Gamma1, satu group band papan atas tanah air berkunjung ke kota Ngawi khususnya ke Radio Bahana FM. Band yang diawaki Heri (vokal), Panji (kibor), Nilam (vokal), Alung (gitar), Anan (drum) dan Pandi (bass) merupakan warga asal Dusun Mancung, Bangka Belitung. Maka dari itu, mereka menamakan bandnya Gamma1 yang kependekan dari Gabungan Pemuda Mancung yang ingin menjadi nomor satu. Grup band yang terbentuk pada 13 April 2006 ini pada awalnya tidak memiliki modal untuk menyalurkan bakat bermusiknya. Hingga suatu hari dengan berbekal kegigihan dan tekad mereka, kumpulan anak muda berbakat musik ini akhirnya menarik perhatian pemerintah desa setempat yang memberikan mereka peralatan bermusik agar mereka bisa menghibur masyarakat desa setempat.  Lewat acara pernikahan dan acara – acara desa Mancung mereka mulai banyak disukai.  Sekitar tahun 2010, mereka baru merasakan manggung yang sebenarnya dengan banyak penonton.  Tak hanya sampai disitu, kualitas bermusik GAMMA1 pun menjadikan band ini jadi band favorit dari berbagai penyelenggara acara – acara besar di Bangka Belitung.

Setelah mencoba merekam lagu mereka di salah satu studio musik di Bandung, Ternyata tanpa sepengetahuan mereka, salah seorang crew studio tempat mereka rekaman ternyata merekam mereka saat rekaman lalu menguploadnya ke youtube, dimana video tersebut mencapai lebih dari 200.000 penonton dalam waktu beberapa bulan. Hasil tersebut tergolong fantastis untuk ukuran sebuah band lokal yang belum dipromosikan.

Setahun kemudian, Gamma1 bergabung dengan Trinity dan mengeluarkan hits perdana mereka yang berjudul “1 atau 2”. Hits tersebut diterima dengan antusias oleh masyarakat penggemar musik melayu-dangdut, dan begitu pula dengan single-single mereka berikutnya yang terangkum dalam album perdana mereka “1 atau 2”. Puncaknya adalah tahun 2014, Gamma1 berhasil melakukan tur di pulau Sumatera dan Bangka dengan melintasi 8 propinsi, 26 kota, selama 26 hari. Dengan respon yang selalu antusias dari masyarakat, bukan tidak mungkin suatu saat genre “Melayu-Dangdut” akan selalu dilekatkan kepada band ini.

Kunjungan ke kota Ngawi (BahanaFM) merupakan rangkaian program Tour Promo "GAMMA1" Jawa 2017. Dalam interview live di radio Bahana FM sabtu (8/4/17) jam 14.00-15.00 wib, Gamma1 bercerita panjang lebar tentang kegiatannya dan dalam promo ini mereka memperkenalkan Single "Jomblo Happy" dalam album terbarunya "Dari Hati ke Hati". (sdo)

Page 1 of 2