Now playing

NASIONAL

NASIONAL (13)

Jakarta - Indonesia memiliki rencana untuk menyederhanakan angka nol pada mata uang rupiah. Redenominasi atau mudahnya disebut mengubah Rp 1.000 menjadi Rp 1.

Pada 2017 lalu, Gubernur BI saat itu mengharapkan redenominasi ini bisa dilaksanakan pada 2020 mendatang. Ini artinya hanya tinggal 6 bulan lagi rencana tersebut harus dijalankan.

Tapi untuk menjalankan rencana itu, jalannya masih panjang. Mulai dari pembahasan rancangan undang-undang redenominasi, perjalanan masuk program legislasi nasional (prolegnas) sampai masa transisi hingga masa penerapan

Penyederhanaan nilai ini bertujuan agar bisa lebih efisien, rupiah makin berdaulat dan lebih bergengsi jika dibandingkan dengan mata uang negara lain.

 

Redenominasi ini direncanakan sejak Deputi Gubernur Senior masih dijabat oleh Darmin Nasution yang saat ini Menko Perekonomian.

Setelah Darmin selesai menjadi Gubernur, Agus Martowardojo yang menduduki Gubernur selanjutnya makin menguatkan rencana redenominasi itu. Namun hingga akhir jabatan Agus, redenominasi itu belum juga terealisasi, RUU belum jadi dan tak masuk prolegnas.

BI kini dipimpin oleh Perry Warjiyo, yang dalam paparan visi misinya akan melanjutkan rencana redenominasi rupiah.

Selain mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, Perry juga akan meneruskan kebijakan yang sudah dilakukan Agus Martowarojo yakni redenominasi.

Saat itu ia menyebut BI merumuskan dan menyampaikan ke pemerintah soal arahan rencana ini.

Dalam redenominasi, baik nilai uang maupun barang hanya dihilangkan angka nol nya saja. Jadi nilai uang tetap sama, hanya lebih ringkas saja.

Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran. Setelah itu dilanjutkan dengan penyederhanaan sistem akuntansi dan sistem pembayaran tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian.

Contoh redenominasi misalnya. Saat ini anda memiliki uang Rp 100.000 dan bisa digunakan untuk membeli 5 bungkus nasi Padang menggunakan lauk ayam goreng, dengan redenominasi maka tiga angka nol akan hilang dan menjadi Rp 100. Namun harga tersebut masih tetap bisa membeli 5 bungkus nasi Padang dengan menu yang sama. (sumber: detik.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi, segmen Sragen-Ngawi, di Rest Area KM 538, Ngrampal, Sragen, Rabu (28/11). Setelah diresmikan, jalur sepanjang sepanjang 50,9 kilometer tersebut akan digratiskan selama seminggu.

"Setelah diresmikan nanti, tidak perlu menunggu lama, masyarakat bisa menikmati jalan tol segmen Sragen-Ngawi dengan tarif Rp 0 alias gratis," ujar Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi, David Wijayatno, saat ditemui di lokasi peresmian.

Menurut David, pemberlakuan tarif Rp 0 tersebut akan dimulai pada hari ini pukul 21.00. Pemberlakuan akan dilaksanakan selama 1 (satu) minggu sebagai bentuk sosialisasi tarif dan golongan kendaraan sebagaimana diamanatkan dalam Diktum Kelima Kepmen PUPR Nomor: 897/KPTS/M/2018.

David menjelaskan, dibukanya jalan tol Sragen-Ngawi merupakan tahap ke-3 dari pengoperasian Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi secara keseluruhan. Pembukaan jalur tersebut akan memangkas waktu tempuh sekitar 50 persen. Jika sebelum ada tol, dari Solo ke Madiun ditempuh sekitar 2,5 sampai 3 jam, sekarang bisa kurang dari 1,5 jam.

Dengan dioperasikannya jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi secara penuh, diharapkan bisa meningkatkan konektivitas beberapa daerah terutama Kabupaten Boyolali, Kota Solo, Karanganyar, Sragen di Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi di Jawa Timur.

"Untuk mempermudah pengguna jalan mengakses kita telah mengoperasikan lima Gerbang Tol (GT), yakni GT Colomadu, GT Ngemplak, GT Karanganyar, GT Sragen, dan GT Ngawi. Nanti akan segera dibuka 3 (tiga) Gerbang Tol tambahan pada awal tahun 2019 untuk lebih mempermudah masyarakat mengakses jalan tol ini. Yaitu GT Bandara Adi Soemarmo, GT Gondangrejo (akses arah Purwodadi) serta GT Sragen Timur. Itu nanti ada di kecamatan Sambungmacan Sragen sebagai akses arah Mantingan," jelasnya.

Sebelum pengoperasian Sragen-Ngawi, pada tahap pertama telah dioperasikan segmen Simpang Susun Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km sejak 30 Maret 2018 berbarengan dengan dioperasikannya Jalan Tol Ngawi Wilangan. Sedangkan pengoperasian tahap ke-2 adalah segmen Kartasura-Sragen yang telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 15 Juli 2018.

Pengoperasian segmen Sragen-Ngawi dilakukan setelah melalui berbagai tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi. Jalan sepanjang 50,9 kilometer ini telah dinyatakan layak dan siap dioperasikan sebagai Jalan Tol melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor: 896/KPTS/M/2018 Tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi segmen Sragen-Ngawi, pada tanggal 12 November 2018.

Jakarta - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Keputusan itu diambil berdasarkan sidang isbat di kantor Kementerian Agama (Kemenag) malam ini.

Sidang dimulai sekitar pukul 18.15 WIB seusai salat magrib. Sidang dihadiri Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, imam besar Istiqlal Nasaruddin Umar, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, PP Muhammadiyah, ormas-ormas Islam, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), dan lain-lain. 

Sebelumnya, Menag telah menerima paparan posisi hilal dari pemantau di 32 provinsi. Metode yang digunakan pemerintah adalah rukyat.

"Dari pelaku rukyatul hilal yang tersebar di 95 titik seluruh Tanah Air, maka sampai dengan isbat tadi berlangsung kita menerima 32 pelaku rukyatul hilalkita menerima laporan kesaksian mereka. Dari 32 yang melaporkan, tidak satu pun yang berhasil melihat hilal. Maka dengan dua hal tadi, perhitungan hisab dan hasil rukyatul hilal yang tidak melihat hilal, sebagaimana ketentuan selama ini yang kita pegangi, sebagaimana fatwa MUI, maka bulan Syakban saat ini kita sempurnakan menjadi 30 hari. Malam hari ini adalah tanggal 30 Syakban, dengan demikian maka 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018," ujar Menteri Agama Lukman Saifuddin di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Metode yang digunakan pemerintah untuk menentukan awal Ramadan adalah rukyat dengan melihat posisi hilal. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau teleskop dan dilihat setelah matahari terbenam atau waktu magrib.

Sementara itu, Muhammadiyah sudah lebih dulu menentukan awal Ramadan hingga Syawal tahun ini. Mereka akan mulai berpuasa pada 17 Mei 2018 dan merayakan Idul Fitri pada 15 Juni 2018. (Sumber: detik.com)

 

Pemerintah resmi memutuskan menambah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 M. Cuti bersama yang ditambahkan yaitu pada tanggal 11-12 Juni dan 20 Juni 2018. 

Keputusan ini ditetapkan lewat Surat Keterangan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang ditandatangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Pasratur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur hari ini di kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

" SKB tiga menteri berkaitan dengan libur nasional dan cuti bersama dalam rangka Idul Fitri yang Insya Allah akan jatuh pada tanggal 15 hingga 16 Juni yang akan datang," ujar Menko PMK, Puan Maharani di kantornya, Jakarta, Rabu 18 April 2018.

Dengan penambahan tersebut, total libur cuti bersama pada Lebaran tahun ini sebanyak tujuh hari. " Salah satu pertimbangan kenapa ditambah cuti bersama yaitu untuk mengurai arus lalu lintas sebelum Lebaran dan sesudah mudik Lebaran," ucap dia.

Selain itu, kata Puan, penambahan cuti bersama ini dilakuan agar masyarakat memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga untuk merayakan Idul Fitri.

" Kami berharap apa yang dilakukan saat ini, tentu saja bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka melakukan silaturahmi," kata Puan.

Penandatanganan itu turut disaksikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Berikut daftar lengkap cuti bersama dan libur nasional Lebaran 2018:

1. Senin-Kamis, 11-15 Juni 2018 (Cuti bersama)
2. Jumat – Sabtu, 15-16 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
3. Senin-Rabu, 18-20 Juni 2018 (Cuti bersama)

Page 1 of 4