Now playing

NASIONAL

NASIONAL (17)

NGAWI - Menteri Kesehatan RI Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) RI meminta kepada para siswa yang merupakan santri Pondok Pesantren Gontor Putri 1 untuk mengedukasi masyarakat sekitar soal kesehatan dan jangan lelah mengajarkan hidup sehat.
Siang ini kendati cuaca yang begitu terik di Ngawi, tidak menyurutkan Menkes Terawan mengnjungi ribuan santri Pondok Pesantren Gontor Putri, Sabtu (23/11/2019) Desa Mantingan Kecamatan Mantiangan Ngawi. Usai meresmikan pos kesehatan pesantren Menkes memberikan sambutan kepada santri terkait kesehatan dan hidup sehat.
Ia mengatakan pesantren jadi daya ungkit besar bagi pembangunan kesehatan di Indonesia. Jumlah santri yang banyak merupakan tantangan, sehingga semua warga pesantren harus mampu menjaga lingkungan dan sanitasi di pesantren tidak hanya itu saja lingkungan sekitar juga menjadi perhatian para santri.
“Saya mohon bantuan mahasiswa untuk memberikan edukasi pada masyarakat sekitar untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, makan makanan bergizi, itu penting karena kesehatan menjadi tanggungjawab bersama,” Ungkap Kemenkes.
Di samping melihat fasilitas kesehatan di Poskestren, kunjungan tersebut untuk melihat derajat kesehatan santri mengingat pesantren memiliki faktor risiko kesehatan yang tinggi.
“Yang kedua pelayanan pada kondisi yang berisiko karena inilah berkumpulnya umat dalam jangka waktu yang lama bulanan bahkan tahunan, karenanya ini memiliki risiko tinggi baik itu penyakit menular maupun tidak. Karena itu kami punya komitmen pondok pesantren menjadi prioritas kami,” Tambahnya.
Seperti menjadi tujuan utama kemenkes kunjungan ke pesantren tersebut dalam rangka meningkatkan layanan kesehatan disana, sehingga bisa memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat di Pesantren dan juga masyarakat sekitarnya.
“Semoga dengan awal pembangunan poskestren menjadi barometer terwujudnya kesehatan optimal di Kabupaten Ngawi. Khususnya di pondok pesantres gonto putri,” Tegas Menkes.(ard)

NGAWI – Nama Budi Sulistyono atau Kanang, Bupati Ngawi, di sebut dalam wawancara Hasto Kristianto dengan awak media dalam sebuah giat intern partai di DPD PDI Perjuangan Surabaya. Bukan hanya di sebut, namun masuk dalam bursa claon menteri sekaligus menjadi orang kepercayaan dalam mengawal progam presiden terpilih 2019 – 2024.

Diungkapkan oleh Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto ada tiga kepala daerah di Jawa Timur masuk dalam bursa calon menteri di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Bupati Ngawi Budi Sulistyo salah satunya. Tidak hanya Bupati Ngawi saja, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abudullah Azwar Anas. Kemarin saat di temui dalam giat festival kopi (feskop) Kanang terkesan merendah tidak akan masuk dalam bursa tersebut.

"Angan-angan tersebut terlalu tinggi, sulit bisa masuk dalam bursa pejabat sekelas menteri " Ungkap Budi Sulistyono (18/10/2019).

Namun jika bila hal itu benar-benar terjadi dan namanya masuk dalam bursa , menurutnya itu merupakan suatu kehormatan untuknya bisa mengabdi kepada kepala Negara.
Sementara Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko sekaligus menjabat ketua DPC PDI perjuangan ikut bangga apabila, mantan ketua DPC PDI P tersebut bisa masuk sebagai menteri. Terlebih lagi pengalaman beliau di birokrasi sudah lebih dari 20 tahun menjadi pemimpin Ngawi.

"Bila kabar itu benar, dan Pak Kanang diberikan kepercayaan menjadi salah satu menteri, nama kabupaten Ngawi akan lebih harum," Tegas Antok, Sabtu (19/10/2019)(ard)

BJ Habibie meninggal dunia pada Rabu, 11 September 2019 pukul 18.05 WIB. Ia mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada usia 83 tahun.

Kabar BJ Habibie meninggal tak hanya menorehkan duka bagi Tanah Air, tapi juga negara lain. Sejumlah media asing dunia turut memberitakan kepergiannya ke haribaan sang pencipta.

Tak hanya dimuat media Asia, kepergiannya juga jadi sorotan sejumlah portal berita dari Benua Australia, Eropa, hingga Amerika.

Dari Asia, media online ternama Singapura, The Straits Times, mengabarkan kepergian mendiang Presiden Indonesia ke-3 itu dengan tulisan bertajuk "Former Indonesian president Habibie, who described Singapore as a 'little red dot', dies aged 83".

"Mantan Presiden Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, yang mengizinkan reformasi demokratis dan referendum kemerdekaan untuk Timor Timur meninggal. Dia berumur 83 tahun," demikian tulis media itu seperti dikutip Kamis (12/9/2019).

Masih dari Negeri Singa, Channel News Asia mengangkat isu tersebut dengan artikel berjudul sedikit berbeda, yakni "Former Indonesian president Habibie dies, aged 83". Di dalamnya disebutkan bahwa putra mendiang, Thareeq Habibie, yang mengabarkan kematiannya akibat gagal jantung.

Sementara dari Negeri Jiran, portal berita online MalayMail, memuatnya dengan tulisan "Indonesia’s Habibie, president during transition to democracy, dies".

Tak jauh berbeda, situs berita online BangkokPost mengulasnya dalam artikel "Former Indonesian president Habibie dies".

Sedangkan Negeri Panda, China, mengabarkan BJ Habibie meninggal dunia melalui tulisan "Former Indonesian president B.J. Habibie dies at 83".

Melalui tulisan berjudul "Former Indonesian president B.J. Habibie dies at 83", laman berita online dari Australia, smh.com.au, memberitakan meninggalnya Presiden Indonesia ketiga yang hanya menjabat selama 16 bulan.

"Meskipun menjabat sebagai presiden hanya selama 16 bulan, Habibie akan dikenang oleh orang Indonesia, terutama karena mendorong reformasi demokrasi dan ekonomi (selama krisis keuangan Asia) dan berkembangnya pers yang bebas setelah bertahun-tahun pemerintahan otokratis di Indonesia," tulis media itu.

"Dia juga akan dikenang di Australia dan di seluruh dunia karena mengizinkan Timor Lorosa'e mengadakan referendum kemerdekaan pada 30 Agustus 1999...".

Dari Inggris, Reuters memuatnya dengan tulisan panjang yang diberi judul "Indonesia's Habibie, president during transition to democracy, dies".

Lalu dari Amerika, portal berita online Bloomberg, mengangkatnya dengan "Habibie, Indonesia President During Asian Financial Crisis, Dies". Tak jauh berbeda dengan ulasan situs The Washington Post yang dibubuhkan tajuk "Former Indonesian President Habibie dies at age 83".

Sedangkan agensi berita dari Negeri Paman Sam, Associated Press (AP), mengangkatnya melalui artikel "Family says former Indonesian President B.J. Habibie, who introduced political reforms, has died at age 83".

 

 

NGAWI – Untuk kali kedua, Kabupaten Ngawi dipercaya sebagai finish stage etape I Tour De Indonesia 2019, oleh Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). Kali ini ajang balap sepeda Tour De Indonesia mengambil rute dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah hingga berakhir di UNESCO Global Batur Bali. Sedikitnya 90 pembalap dari 22 negara terbagi dalam 18 tim ini harus menyelesaikan 5 etape atau sejauh 825,2 km. Dalam Etape I sejauh 178 kilomete balap sepeda ini memulai start dari halaman Candi Borobudur hingga finish di jalan Yos Sudarso depan gapura alun – alun Merdeka Ngawi Jawa Timur,Senin(19/08/ 2018)

Finish etape I disambut langsung oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono, bersama unsur forpinda. Di depan pendopo widya graha pemkab Ngawi sebelum memberangkatkan pawai pembangunan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74 dan HUT Ngawi ke 661 Bupati Ngawi bersama forpinda menyerahkan uang pembinaan kepada para juara. Juara 3 diraih nomer punggung 135 oleh Vogt Mario dari Jerman tim Sapura Cyiling hadiah di serahkan oleh Dandim 0805 Arh Hany Mahmudhi, Juara II nomer punggung 145 Roth Ryan dari Kanada tim xspeed united continental hadiah di serahkan oleh Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko, sedangkan untuk juara 1 diraih pembalap dari Australia dengan nomer punggung 82 Lyons Angus hadiah di serahkan langsung oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

“ Kami merasa bangga Ngawi kembali di percaya sebagai finish stage Etape 1 untuk kedua kalinya, semoga panitia penyelenggara tidak bosan singgah di Kabupaten Negeri Ngawi Ramah “ Ungkap Bupati Ngawi.

Sementara balap sepeda dimulai pada 19 hingga 23 Agustus mendatang dan mengambil start di area Candi Borobudur, Magelang, dan finis di Batur UNESCO Global Park. Etape pertama bakal melewati jarak dari Candi Borobudur ke Ngawi sejauh 178 kilometer. Kemudian dilanjutkan dari Madiun ke Batu, Malang sejauh 157,7 kilometer di etape kedua. Etape ketiga yang menempuh jarak 195,9 kilometer dimulai dri Batu ke Jember. Etape keempat melanjutkan perjalanan dari Jember ke Banyuwangi sejauh 150 kilometer yang kemudian ditutup dengan etape terakhir sejauh 143,6 kilometer dari Gilimanuk ke Batur UNESCO Global Park.
Pada kesempatan ini Ketua Umum PB ISSI mengatakan,tour de Indonesia ini sebagai bentuk ajang peningkatan potensi pembalap dengan rute dan jarak tempuh yang menjadi tantangan setiap pembalap.

“ Tahun ini akan menjadi tag line race the element, dan juga yang membedakan dengan tahun lalu yakni etape dulu 4 sekarang 5 etape dengan jarak tempuh bertambah 215 km “, ujar Sapta Oktohari Ketua Umum PB ISSI. (Ard )

Page 1 of 5