Now playing

loading...
SPORT

SPORT (21)

Ngawi-Bupati Ngawi, Budi Sulistyono , akan memberikan reward kepada para atlet yang membawa nama baik di pekan olah raga ke 6 provinsi Jatim 2019. Dijelaskan oleh Kanang demikian panggilan akrab bupati Ngawi diakuinya hingga kini masih di hitung berapa- berapa yang akan serahkan kepada para atlet yang membawa pulang medali emas, perak dan perunggu.Senin(15/7/2019).

“ Kita sudah menjanjikan sejak sebelum kontingen berangkat, cuman kita belum bisa memberikan kepastian berapa yang di terima oleh atlet peraih medali emas, perak hingga perunggu karena masih dihitung.“ Ungkap Kanang.

Ngawi peringkat ke 27 dari 38 kabupaten yang mengikuti porpov Jatim 2019, dengan berhasil membawa 5 emas ,3 perak dan 9 perunggu. Cabor muaythai penyumbang medali terbanyak sekaligus mendapat gelar juara umum karena membawa 5 medali.

“ Kita pasti akan memberikan reward, karena itu menjadikan semangat dan motivasi tersendiri bagi para atlet berprestasi “ tambahnya.

Sementara Wira Prasetya Catur pelatih muaythai Ngawi, anak didiknya berhasil membawa pulang 5 medali yang diantaranya 3 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Janji reward tersebut merupakan bentuk motivasi bagi para atlet dan juga official. Kami sudah membuktikan kesungguhan kami dalam ajang poprov. Saat ditanya berapa reward yang di janjikan dengan semangat Wira menjelaskan emas 30 juta, perak 15 juta dan perunggu 7,5 juta. (Ard)

NGAWI - Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) ke-6 tahun 2019, telah usai acara penutupan yang berlangsung meriah di Bumi Wali, Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (13/7/2019). Dalam perhelatan tersebut atlet muaythai Kabupaten Ngawi berhasil sabet 3 emas dalam kejuaran bela diri di pekan olah raga yang di gelar di 4 kota yakni Lamongan, Tuban. Gresik dan Bojonegoro. Perhelatan final cabor muaythai yang berlangsung cukup sengit ini diperebutkan oleh 4 Kabupaten yang tersisa yang diantaranya Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, Kota Madiun dan Ngawi. Diungkapkan oleh Wira Prasetyo Catur pelatih muaythai Ngawi menjelaskan pada awalnya dari 6 atlet yang maju hanya menargetkan 2 medali emas, namun hasil latihan dan kerja keras anak didiknya berhasil membawa prestasi membanggakan.Senin(14/7/2019)
“ Alhamdulilah, diluar target yang kita pasang ternyata berhasil membawa pulang banyak medali dari cabor muaythai” jelas Wira panggilan akrab pelatih muaythai Ngawi.
Mereka yang berhasil membawa nama harum Ngawi diantaranya Bangkit Surya berat 51 kg (emas), Alif Nugraha 57kg (emas) dan Sely Triskaulloh 48kg (emas) , sementara tidak hanya itu saja Aldento Briliian Prataman 48kg (perak) dan Viona Dinda 45kg (perunggu) . Torehan medali emas terbanyak tersebut, membawa Ngawi sekaligus mendapatkan juara umum dalam cabor muaythai porpov Jatim 2019
“ Kerja keras dan latihan selama 2 tahun terakhir ini untuk mempersiapkan laga muaythai di Gresik, terbayar setelah membawa pulang 5 medali sekaligus” tambah Wira(Ard)

Timnas Brasil menjuarai Copa America 2019, usai mengalahkan Peru 3-1 di final. Setelah 12 tahun, akhirnya Selecao menjadi yang terbaik lagi di Amerika Latin.

Brasil mengalahkan Peru 3-1 di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Minggu (7/7/2019) waktu setempat atau Senin (8/7) dini hari WIB. Gol kemenangan Tim Samba dilesakkan Everton, Gabriel Jesus, dan penalti Richarlison. Peru cuma membalas lewat penalti Jose Paolo Guerrero.

Brasil sendiri sempat bermain dengan 10 orang menyusul kartu kuning kedua Jesus. Namun, situasi itu tak menghalangi Brasil menjadi juara Copa America 2019 di depan pendukungnya.

Ini menjadi trofi kesembilan Brasil di Copa America setelah tahun 1919, 1922, 1949, 1989, 1997, 1999, 2004, dan 2007. Setelah menanti 12 tahun, Brasil akhirnya kembali menjadi yang terbaik di Amerika Latin. 

Sementara Peru harus puas menjadi runner up. Adapun Argentina menjadi tim peringkat tiga di Copa America 2019, usai mengalahkan Chile 2-1.(sumber: detiksport)

Peru membuat kejutan dengan mengandaskan juara bertahan Copa America, Chile, di semifinal. Menang 3-0, La Blanquirroja menantang tuan rumah Brasil di final.

Pada pertandingan semifinal yang dihelat di Gremio Arena, Kamis (4/7/2019) pagi WIB, Chile lebih diunggulkan mengingat mereka adalah juara bertahan di dua edisi terakhir Copa America. Chile apalagi menurunkan tim terbaiknya seperti Alexis Sanchez, Eduardo Vargas, Jose Fuenzalida, dan Arturo Vidal.

Tim asuhan Reinaldo Rueda itu juga membuat 19 attempts dengan tujuh on goal dan menguasai 65 persen ball possesion. Peru sementara cuma diberikan sembilan attempts dengan tiga on goal. 

Tapi, Peru mampu bermain efektif dan mengejutkan Chile lewat serangan balik mereka. Pada menit ke-21, Peru memimpin lewat gol Edison Flores lewat sepakan kiri yang menembus jala Gabriel Arias. Christian Cueva jadi pembuat assist lewat crossingnya.

Masih dalam proses bangkit usai gol pertama, Chile sudah dihajar gol kedua pada menit ke-38 lewat Yoshimar Yotun. Arias terlalu maju dari sarangnya saat hendak menghalau serangan Peru dan Yotun dengan cepat menembak ke gawang yang kosong.

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Masuk di babak kedua, Chile berupaya memperkecil skor tapi usaha mereka kerap gagal. Masuknya Nicola Castillo dan Angelo Sagal untuk menambah daya dobrak tapi sia-sia.

Malahan Peru yang memastikan kelolosan mereka lewat kemenangan 3-0 usai kapten sekaligus striker veteran, Paulo Guerrero, lewat sepakan terukur di kotak penalti pada menit ke-91. Chile berpeluang memperkecil skor pada menit ke-95 tapi penalti Vargas bisa ditepis Pedro Gallese.

Skor tersebut jadi penutup laga ini dan Peru berhak atas tiket final di Maracana Stadium, Senin (8/7), menghadapi tuan rumah Brasil. Ini jadi final pertama sejak 1975 di mana mereka jadi juara. (sumber: detiksport)

Page 1 of 6