Now playing

SPORT

SPORT (22)

Ngawi- Mimpi indah untuk masuk 16 besar setelah gagal membendung Persatu Tuban, dewi Fortuna kembali tidak berpihak ke Laskar Ketonggo. Mimpi buruk masih menimpa Persinga Ngawi saat melawan Martapura FC di Stadion Demang Lehman Kota Martapura, Kalsel, dalam lanjutan Liga 2 PT LIB, Minggu (20/08). Pihak tuan rumah membuat malu dengan  memetik kemenangan  atas tamunya Persinga Ngawi dengan skor akhir 4-1.

Tidak ingin malu di depan sporter Martapura FC unggul lebih terdahulu pada menit-10 babak pertama melalui tendangan kapten Qischil Gandrum Minny. Dan keunggulan tersebut tidak berlangsung lama tepatnya menit ke-14 Persinga Ngawi berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat Bagus Yulianto.

Alih strategi di babak kedua mulai terlihat di tubuh Martapura penekanan bola kearah gawang Persinga,mulai dirasakan tim tuan rumah seolah tidak memberikan kesempatan pada Laskar ketonggo Ngawi. Arah bola terus menerus dari berbagai lini gencar dilakukan Martapura FC dan berhasil mencetak gol kedua kalinya oleh Reza Saputra menit ke-5.

Bagai di serang dari berbagai sector permainan anak asuh Frans Sinatra Huwae membuat kwalahan Zamnur dkk terbukti pemain dengan nomor punggung 7 Aidil Bogel mengkonversi dua gol sekaligus pada menit ke-56 dan 77. Sampai menit akhir tim tamu Persinga Ngawi dibawah besutan Fachrudin tidak mampu berbuat banyak dengan kedudukan 4-1.

Dengan hasil ini Martapura FC mengkoleksi 25 poin menyusul Persebaya Surabaya meraih tiket 16 besar. Sedangkan Persinga Ngawi harus berpuas diri dengan tambahan satu poin tanpa merubah posisi di klasemen sementara Grup 5.

Kemenangan Martapura FC memang sudah diprediksi sebelumnya, cukup mencuri satu poin saja atau setidaknya bermain seri bakal lolos ke babak selanjutnya. Pasalnya tim Persatu Tuban takluk dalam laga tandangnya di markas Madiun Putra FC (MPFC) kemarin Sabtu (19/8) sore dengan skor 2-1.

Atas kekalahannya tipis tersebut, Persatu Tuban masih harus legowo dengan kemasan 17 poin dan menyisakan dua laga lagi. Dan sebaliknya apabila berhasil menang di dua laga berikutnya, maka Persatu Tuban maksimal hanya menorehkan poin sebanyak 23.

Disisi yang sama Persinga Ngawi harus menghela nafas pada kompetisi Liga 2 ini, untuk mengejar lolos babak berikutnya jelas pintu tertutup rapat-rapat. Demikian juga ke babak play off sesuatu berat untuk dilakukan. Tetapi CEO Persinga Ngawi Dwi Rianto Jatmiko beberapa waktu sebelumnya tetap optimis dengan skuadnya dan terpenting lagi masih bertahan di Divisi Utama PSSI.

“ Kami masih optimis dengan memberikan semangat kepada anak-anak Persinga untuk  menang “ tegas Antok Demikian panggilan akrab CEO Persinga Ngawi.(ARD)

Ngawi- Laga penentuan poin diperebutkan oleh 2 kesebelasan di group 5, Ngawi harus mengalah setelah Persatu Tuban menang telak atas Persinga.  Pertandingan antara Persatu Tuban menjamu Persinga di Stadion Lokajaya Tuban pada Sabtu (12/8) kemarin menjadi saksi bisu kekecewaan tim kebanggaan orek-orek Ngawi. Bagi kedua tim pertandingan dengan mempertemukan kedua kesebelasan yang sama memiliki poin 13, menjadi ajang duel yang saling menjatuhkan satu  sama lain. Namun dewi fortuna tidak memihak lascar ketonggo dan harus siap menghadapi kenyataan kalah telak dengan Persatu Tuban.  Diakui oleh Zamnur dkk serangan Tuban sudah di genjarkan sejak menit pertama di bunyikan oleh wasit asal Tangerang Muyana. Pada menit pertama Persinga dibuat kwalahan dengan serangan Tuban, hingga menyulut emosi tim arahan Fachrudin dengan dihadiahi kartu kuning Haris Yudha pada menit 10. 

Setelah mendapatkan  kartu kuning dikandang lawan cukup membuat dwon para pemain, hingga menit 29 dari kaki Bima berhasil menjebol gawang lascar ketonggo. Tidak berhenti di babak pertama saja,  di babak  tim besutan Fachrudin ini kembali di buat kelimpungan dengan serangan Tuban hingga menit ke 50 kembali lesakan bola Wirahadi Kusuma masuk ke gawang Persinga. Nampaknya Laskar Ketonggo sulit menahan serangan Laskar Ronggolawe  di menit 73 lewat tendangan Dhanu Rosade Persinga kembali kebobolan, dan skor bertahan hingga turun minum. Dengan kemenangan atas Persinga, Persatu Tuban langsung mendapatkan 3 poin mendudukkan posisinya di peringkat ke 3 dalam klasmen Group 5 Liga 2 2017 disusul PSIM Yogyakarta di peringkat 4 dan 5 untuk Persinga.

Secara terpisah CEO Persinga Dwi Riyanto Jatmiko saat dikonfirmasi belum bisa memberikan komentar panjang atas kekalahan Persinga hanya mengungkapkan akan terus semangat hingga akhir laga

“ Masih tetap semangat hingga akhir”  Tegasnya (ARD)

Ngawi- Patut diacungi jempol torehan apa yang di raih kesebelasan kebanggaan Kabupaten Ngawi. Bagaimana tidak usai dipayungi kemelut dalam tubuh Persinga sendiri pasca hengkangnya pelatih M. Hasan dan kekalahan Skuad Persinga Ngawi. Namun hal itu tidak belangsung lama Official tim mengangkat pelatih baru asal Suarabaya sedikit memberikan nafas baru di tubuh Persinga. Setelah pertandingan di kandang sendiri menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Ketonggo Ngawi, Sabtu (05/08), dengan skor telak 2-0 untuk tuan rumah. Dengan kemenangan ini tim besutan Fachrudin mendulang 3 poin yang baru ia pegang 3 minggu dibutktikan setelah Wage Dwi Aryo di menit ke-54 berhasil menjebol gawang lawan disusul menit ke-66  melalui tandukan Slamet Larso.

Perolehan angka ini diakui oleh Zamnur dkk sebagai salah satu bukti di permalukannya saat Persinga dalam pertangingan dikandang sebelumnya di Stadion Sultan Agung Bantul pada 4 Mei 2017 lalu PSIM Yogyakarta berhasil mengalahkan Persinga dengan skor 2-0 dalam laga lanjutan Grup 5 Liga 2 PT LIB 2017. Erwan Hendarwanto coach PSIM Yogyakarta mengakui kekalahan anak didiknya karena banyak factor dan keletihan salah satunya.

“Lini belakang diakuinya sering kosong namun selain itu karena jarak antar pertandingan begitu dekat hal itu cukup membuat anak asuhnya mengalami keletihan,” terang Erwan Hendarwanto coach PSIM Yogyakarta.

Dibabak pertama Persinga sering mengalami terjepit dan kurang berkembang, namun hal itu di manfaatkan oleh Fachrudin coach Persinga Ngawi untuk melakukan penyerangan di babak kedua yang nampaknya di dimanfaatkan semaksimal mungkin. Setelah turun minum,  terbukti duo striker Slamet Larso-Wage Dwi Aryo mulai seringkali menjadi ancaman gawang lawan yang dijaga Oni Kurniawan.

“Saya cukup senang dan bangga atas  perolehan poin saat melawan Yogyakarta ini, belum banyak apa yang saya  berikan kepada tim Persinga hanya saja memberikan motivasi serta kepercayaan diri itu yang saya tanamkan,” jelas Fachrudin.(ARD)

Malaga - Real Madrid mewujudkan ambisinya untuk menjuarai Liga Spanyol musim ini. Los Merengues dipastikan menjadi kampiun setelah mengalahkan Malaga 2-0 di pekan terakhir.
Madrid mencetak satu gol di masing-masing babak pada laga di Estadio La Rosaleda, Senin (22/5/2017) dinihari WIB. Cristiano Ronaldo membawa tim tamu unggul 1-0 lewat golnya pada menit kedua sebelum Karim Benzema memperbesar keunggulan Madrid pada menit ke-55.

Berkat kemenangan ini, Madrid menutup musim dengan perolehan 93 poin dari 38 pertandingan. Mereka menjadi juara dengan keunggulan tiga poin atas Barcelona yang harus puas finis sebagai runner-up. Sementara itu, Malaga menghuni posisi ke-11 dengan 46 poin.
Ini adalah gelar Liga Spanyol ke-33 yang diraih Madrid sekaligus yang pertama sejak musim 2011/2012. Madrid masih menjadi pemegang gelar terbanyak, unggul jauh atas Barca yang baru mengumpulkan 24 gelar. (sumber: detikcom)

Page 4 of 6