Now playing

SPORT

SPORT (22)

Turin - Juventus meneruskan langkahnya ke final Liga Champions dengan mantap. Bianconeri melaju ke partai puncak setelah mengalahkan AS Monaco 2-1 di leg kedua semifinal.

Dengan demikian, Juventus lolos berkat keunggulan agregat 4-1 atas Monaco setelah sebelumnya menang 2-0 di leg pertama pada pekan lalu.

Juventus tampil dengan kekuatan penuh pada laga leg kedua semifinal di Juventus Stadium, Rabu (10/5/2017) dinihari WIB. Sami Khedira yang absen di leg pertama karena akumulasi kartu kembali tampil sebagai starter di lini tengah. Sementara itu, Monaco tetap mengandalkan duet Kylian Mbappe-Radamel Falcao di lini depan.

Meski Monaco lebih banyak menguasai bola di babak pertama, Juventus punya lebih banyak peluang. Tim tuan rumah unggul 2-0 hingga turun minum berkat gol Mario Mandzukic pada menit ke-33 dan Dani Alves pada menit ke-44. Juve sebenarnya bisa saja unggul lebih banyak, tapi kiper Monaco Danijel Subasic tampil sangat baik di bawah mistar.

Pada paruh kedua, Monaco belum menyerah dan berusaha mengejar defisit gol. Akan tetapi, mereka cuma bisa menjebol gawang Juve sekali melalui Mbappe pada menit ke-69.

Dengan hasil ini, Juve akan tampil pada laga final yang dilangsungkan di Millennium Stadium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni mendatang. Lawan mereka selanjutnya adalah Real Madrid atau Atletico Madrid. (sumber: detik/sepakbola)

Madrid - Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tak peduli dengan kontroversi yang mengiringi kelolosan timnya. Baginya Madrid pantas lolos karena bikin gol lebih banyak ketimbang Bayern Munich.

Pada leg kedua perempatfinal di Santiago Bernabeu, Rabu (19/4/2017) dinihari WIB, Madrid berhasil mengalahkan Bayern dengan skor 4-2 lewat babak perpanjangan waktu.

Sempat tertinggal 1-2 di waktu normal 90 menit, Madrid bikin gol selama 2x15 menit. Menang 2-1 di leg pertama, El Real lolos dengan agregat total 6-3.

Kelolosan Madrid yang ketujuh kalinya secara beruntun ke semifinal lantas digugat kubu Bayern yang ramai-ramai memprotes keputusan wasit Viktor Kassai yang dianggap merugikan mereka.

Dua gol Madrid yang dibuat Ronaldo terhitung offside sementara kartu merah Arturo Vidal tidak seharusnya diberikan karena dia tidak melanggar Marco Asensio.

Terkait protes kubu Bayern tersebut, Zidane tak ambil pusing karena timnya memang bermain lebih baik. Buktinya ada enam gol dibuat Madrid ke gawang Manuel Neuer.

"Saya tidak tahu (apakah penggunaan video replay memang perlu). Kerja wasit sangat, sangat sulit, saya tidak mau mencampurinya. Mereka juga bilang gol kedua Bayern itu offside. Seperti itulah sepakbola, menguntungkan kedua pihak," ujar Zidane di Soccernet.

"Lebih dari kartu kuning kedua, atau gol offside, enam gol yang kami cetak selama dua leg membuat kami pantas lolos. Tidak ada keberuntungan dalam sepakbola, Anda harus menang, dan kami memenangi dua laga itu," sambungnya. (sumber : detiksport/sepakbola)

Cristiano Ronaldo menjadi pesepakbola pertama yang melesakkan 100 gol di kompetisi antarklub Eropa. Bagaimana di meraih jumlah luar biasa tersebut?
Di tengah banyak keraguan bahwa produktivitasnya mulai menurun, Ronaldo menjawab dengan meyakinkan. Dia mencetak dua gol yang mengantar Real Madrid meraih kemenangan penting di kandang Bayern Munich pada leg pertama babak delapan besar Liga Champions. Los Merengues menang 2-1.
Atas dua gol tersebut, Ronaldo kini sudah 100 kali menjebol gawang klub-klub lawannya di kompetisi Eropa. Dia menjadi orang pertama yang punya capaian sehebat itu.
Pemain terdekat dengan Ronaldo untuk meraih 100 gol adalah Lionel Messi. Bintang asal Argentina yang bermain untuk Barcelona itu punya 94 gol, sementara di posisi tiga ada Raul Gonzalez yang punya 71 gol.
Dari 100 gol yang sudah dilesakkan Ronaldo 16 di antaranya dia buat saat masih berseragam Manchester United, sementara 84 lainnya ketika sudah menjadi penggawa Real Madrid.
Sementara jika dibagi berdasarkan jenis kompetisinya, Ronaldo membuat 97 gol di babak utama Liga Champions. Dua lainnya dia lesakkan di pentas Piala Super Eropa dan satu sisanya di babak Kualifikasi Liga Champions.

Untuk klub yang paling sering dia jebol gawangnya, di posisi teratas ada Schalke dan Ajax Amsterdam dengan masing-masing dijebol gawangnya sebanyak tujuh kali. Selanjutnya ada Malmo, Bayern Munich, dan Galatasaray dengan setiap klub tersebut telah dijebol gawangnya sebanyak 6 kali.
Klub-klub Bundesliga jadi kantong gol terbanyak Ronaldo, di mana dia telah melesakkan 20 gol. Sementara ke klub-klub Italia dia membuat 13 gol, 9 gol ke gawang klub-klub Inggris dan 9 gol lainnya ke gawang tim-tim Prancis.
Ronaldo mencetak gol ke-100-nya pada pertandingan ke-143 yang dia lakoni di kompetisi antarklub Eropa. Itu dia lakukan dalam waktu 11 tahun, setelah melakukan debut menghadapi Debrecen pada 9 Agustus 2005. Demikian dikutip dari ESPNFC.

Barcelona babak belur dan kalah telak dari Juventus di leg pertama perempatfinal Liga Champions. Meski lebih difavoritkan, Barca nyatanya tak mampu menaklukkan Juventus Stadium. Barca digebuk Juve dengan skor 0-3, Rabu (12/4/2017) dinihari WIB. Gawang Blaugrana yang dikawal oleh Marc-Andre ter Stegen dua kali dijebol oleh Paulo Dybala dan sekali oleh Giorgio Chiellini. Hasil ini memperbesar peluang Juve untuk melangkah ke semifinal. Sebaliknya, Barca harus mengulangi keajaiban saat menyingkirkan Paris Saint-Germain di babak sebelumnya pada laga leg kedua di Camp Nou, tengah pekan depan. Kemenangan telak yang didapat Juve menghasilkan sejumlah statistik menarik. Salah satunya adalah tentang Juventus yang tak terkalahkan di kandang sendiri sejak Agustus 2015. Berikut statistik-statistik kemenangan Juve atas Barca, dirangkum dari Opta dan BBC: - Gol pertama Paulo Dybala (setelah 6 menit 34 detik) adalah gol tercepat yang menembus gawang Barcelona di semua kompetisi musim ini. - Dybala adalah pemain Juventus pertama yang mencetak dua gol di sebuah pertandingan Liga Champions sejak Carlos Tevez melakukan hal serupa pada Maret 2015. - Inilah pertama kalinya Juve mencetak tiga gol ke gawang Barcelona dan menang dengan selisih lebih dari satu gol. - Juventus selalu menang dalam 16 pertandingan kandang terakhirnya di semua kompetisi. Tim besutan Massimiliano Allegri itu juga tak pernah kalah dalam 48 pertandingan terakhir di Juventus Stadium (menang 42 kali, imbang 6 kali). Udinese adalah tim tamu terakhir yang membawa pulang kemenangan dari Turin, yaitu pada Agustus 2015. - Juventus tak terkalahkan dalam 18 pertandingan Liga Champions terakhir di kandang sendiri (menang 11 kali, imbang tujuh kali). Mereka terakhir kali kalah di kandang sendiri saat menyerah 0-2 dari Bayern Munich pada April 2013. - Allegri menyamai rentetan kemenangan terpanjang Juventus di Liga Champions, yaitu lima laga. Dia menyamai catatan Fabio Capello pada 2004/2005 dan Antonio Conte pada 2012/2013. - Barcelona kalah empat kali dalam lima pertandingan tandang terakhirnya di fase knock-out Liga Champions (menang sekali). Mereka kemasukan 12 gol dalam laga-laga ini. - Juventus sudah 441 menit tak kebobolan di Liga Champions. Gol terakhir yang bersarang di gawang Juve di Liga Champions adalah gol Nicolas Pareja saat Juve mengalahkan Sevilla 3-1 di fase grup. - Untuk pertama kalinya di era Luis Enrique, Barcelona kalah pada dua laga tandang Liga Champions secara beruntun. (sumber: detik/sepakbola)

Page 5 of 6