Now playing

SPORT

SPORT (22)

Peru membuat kejutan dengan mengandaskan juara bertahan Copa America, Chile, di semifinal. Menang 3-0, La Blanquirroja menantang tuan rumah Brasil di final.

Pada pertandingan semifinal yang dihelat di Gremio Arena, Kamis (4/7/2019) pagi WIB, Chile lebih diunggulkan mengingat mereka adalah juara bertahan di dua edisi terakhir Copa America. Chile apalagi menurunkan tim terbaiknya seperti Alexis Sanchez, Eduardo Vargas, Jose Fuenzalida, dan Arturo Vidal.

Tim asuhan Reinaldo Rueda itu juga membuat 19 attempts dengan tujuh on goal dan menguasai 65 persen ball possesion. Peru sementara cuma diberikan sembilan attempts dengan tiga on goal. 

Tapi, Peru mampu bermain efektif dan mengejutkan Chile lewat serangan balik mereka. Pada menit ke-21, Peru memimpin lewat gol Edison Flores lewat sepakan kiri yang menembus jala Gabriel Arias. Christian Cueva jadi pembuat assist lewat crossingnya.

Masih dalam proses bangkit usai gol pertama, Chile sudah dihajar gol kedua pada menit ke-38 lewat Yoshimar Yotun. Arias terlalu maju dari sarangnya saat hendak menghalau serangan Peru dan Yotun dengan cepat menembak ke gawang yang kosong.

Skor 2-0 bertahan hingga turun minum. Masuk di babak kedua, Chile berupaya memperkecil skor tapi usaha mereka kerap gagal. Masuknya Nicola Castillo dan Angelo Sagal untuk menambah daya dobrak tapi sia-sia.

Malahan Peru yang memastikan kelolosan mereka lewat kemenangan 3-0 usai kapten sekaligus striker veteran, Paulo Guerrero, lewat sepakan terukur di kotak penalti pada menit ke-91. Chile berpeluang memperkecil skor pada menit ke-95 tapi penalti Vargas bisa ditepis Pedro Gallese.

Skor tersebut jadi penutup laga ini dan Peru berhak atas tiket final di Maracana Stadium, Senin (8/7), menghadapi tuan rumah Brasil. Ini jadi final pertama sejak 1975 di mana mereka jadi juara. (sumber: detiksport)

Argentina lolos dari lubang jarum dan mendapat tiket ke perempatfinal Copa America 2019. Dalam laga penentuan menghadapi Qatar, Tim Tango menang 2-0.
Memainkan laga terakhir fase grup Copa America 2019 di Porto Alegre, Senin (24/6/2019) dinihari WIB, Argentina wajib menang untuk menjaga kans lolos. Tiket ke babak delapan besar akhirnya didapat setelah mereka menang 2-0, dan dibarengi kemenangan Kolombia atas Paraguay pada duel lain.
Argentina mencetak kedua golnya di awal dan akhir laga. Yang pertama tercipta di menit keempat melalui Lautaro Martinez, sementara yang kedua dibuat Sergio Aguero ketika pertandingan menyisakan delapan menit.

Dengan kemenangan dua gol ini, Argentina lolos ke fase knock out Copa America 2019 sebagai runner up Grup B. Mengantongi nilai empat, Albiceleste tertinggal lima angka dari Kolombia yang finis pertama.

Kolombia meraih 100% kemenangan di babak grup setelah pada laga terakhir yang dilangsungkan bersamaan menang 1-0 atas Paraguay.

Argentina akan menghadapi Venezuela di babak perempatfinal.

Belo Horizonte - Argentina menghadapi situasi hidup-mati setelah seri 1-1 dengan Paraguay. Albiceleste terancam tersingkir di fase grup Copa America 2019.
Memainkan laga kedua Grup B, Lionel Messi menyelamatkan Argentina dari kekalahan setelah mencetak gol penalti di babak kedua dalam laga yang digelar di Stadion Mineirao, Kamis (20/6/2019). Argentina membatalkan gol Paraguay yang dicetak oleh Richard Sanchez di babak pertama.
Di pertandingan itu, Argentina lebih dominan dengan unggul ball possession 55:45. Namun, tim besutan Lionel Scaloni ini kurang kreatif sehingga hanya mampu membuat tujuh percobaan [2 on target], sementara Paraguay lebih baik dengan membuat 10 percobaan [3 on target].

Dengan demikian, Argentina baru mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan. Messi cs menjadi juru kunci grup di bawah Qatar [1], dan terpaut satu poin dari Paraguay [2], serta lima poin dari Kolombia, yang dipastikan lolos ke fase gugur.

Nasib Argentina akan ditentukan di laga grup terakhir melawan Qatar. Untuk lolos, Argentina wajib menang sekaligus berharap Paraguay memetik hasil lebih buruk ketika menghadapi Kolombia. Argentina pun masih bisa lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik, yang hanya mengambil dua tim teratas.

"Kupikir kami telah meningkat dari citra buruk yang kami tinggalkan setelah pertandingan pertama," striker Argentina Lautaro Martinez mengatakan usai pertandingan dikutip Reuters.

"Kami memiliki sebuah pertandingan yang sulit di depan untuk lolos. Namun, kami akan memberikan segala-galanya untuk mencapai babak berikutnya," ujar pemain Inter Milan itu (detiksport)

 

Moskow - Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Les Bleus mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga final yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

Prancis unggul cepat di laga ini setelah Mario Mandzukic bikin gol bunuh diri di menit 18. Namun Kroasia bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Ivan Parisic. Penalti Antoine Griezmann membuat Prancis kembali unggul 2-1 saat turun minum.

Di babak kedua, skuat besutan Didier Deschamps membuat dua gol tambahan melalui Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sementara Kroasia hanya menambah satu melalui Manduzkic, memanfaatkan kesalahan yang dibuat kiper Hugo Lloris.

Prancis pun menjadi juara Piala Dunia 2018.

Ini menjadi titel kedua Prancis, setelah yang pertama didapat pada tahun 1998. Di 2006 Prancis juga masuk final, tapi mereka kalah melalui adu penalti dari Italia.

Bagi Kroasia, kekalahan ini memupus harapan mereka untuk merebut trofi Piala Dunia untuk kali pertama. Ini jadi capaian terbaik negara tersebut di Piala Dunia, setelah pada 1998 merebut posisi tiga.

Page 2 of 6