Now playing

SPORT

SPORT (22)

Gelaran Liga Champions musim 2017-2018 telah sampai pada babak final yang mempertemukan Real Madrid dan Liverpool. Final yang akan digelar di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018, bisa dianggap final ideal. Dilihat dari statistik gol, seperti yang dilansir dari situs resmi UEFA, Liverpool sudah mencetak 40 gol pada gelaran Liga Champions musim ini. Trio penyerang andalan Liverpool, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah, sudah memberikan kontribusi yang hebat untuk timnya, yaitu mencetak sejumlah 29 gol. Ditambah dengan ambisi dari Juergen Klopp yang ingin berusaha sekuat tenaga memenangi gelar Liga Champions ini, Liverpool dipastikan akan memberikan perlawanan hebat kepada Real Madrid

"Kami akan mencoba untuk meraihnya," kata Klopp kepada BBC Sport, seusai laga kedua semifinal kontra AS Roma, Rabu (3/5/2018). Liverpool akan memenangi gelar keenam Liga Champions yang terakhir kalinya diraih pada 2005. Sementara itu, Real Madrid yang sudah menjadi juara Liga Champions dua tahun berturut-turut akan berusaha untuk menciptakan rekor di Kiev. "Kami memiliki kesempatan sekarang untuk mempertahankan gelar juara di Kiev,” kata Zidane dilansir BolaSport.com dari laman resmi UEFA (2/5/2018).

Apalagi, penyerang Real Madrid, Karim Benzema, tengah dalam kepercayaan tinggi karena berhasil menjadi penentu lolosnya Real Madrid saat melawan Bayern Muenchen pada laga kedua babak semifinal Liga Champions. "Saya bahagia dengan dua gol ini. Kadang saya mengalami masa yang bagus dan tidak jarang mengalami masa sulit," kata Benzema dikutip dari situs resmi UEFA, Rabu (2/5/2018). "Saya sangat menikmati pertandingan ini dengan fans dan seluruh tim. Ini sangat fantastis, kami kembali ke partai final," tutur mantan pemain Lyon ini. Pertemuan antara Liverpool dan Real Madrid pada babak final Liga Champions menjadi kilas balik tahun 1980.

Saat itu, Liverpool berhasil meraih gelar Liga Champions setelah mengalahkan Madrid 1-0 melalui gol Alan Kennedy pada menit ke-81. Lantas, apakah Liverpool mampu membuat sejarah itu terulang kembali? Ataukah Real Madrid bisa memenangi gelar ketiganya berturut-turut? (Sumber:Kompas.com)

Milan - Italia hanya akan menjadi penonton di Piala Dunia 2018. Gli Azzurri gagal lolos ke putaran final setelah disingkirkan Swedia di babak play-off.

Italia dipastikan tersisih setelah bermain imbang 0-0 dengan Swedia pada pertandingan leg kedua play-off di San Siro, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB. Hasil tersebut membuat Italia kalah agregat 0-1 dari Swedia.

Setelah kalah di leg pertama, Italia bermain menyerang total di San Siro. Tim besutan Giampiero Ventura itu memaksa Swedia bertahan di sepanjang pertandingan.
Akan tetapi, permainan Italia cenderung monoton. Alhasil, banyak serangan yang terbuang sia-sia. Meski mereka mendapatkan beberapa peluang bagus, tak satu pun yang berujung gol.

Italia, juara dunia empat kali, akhirnya harus menangisi kegagalan mereka lolos ke putaran final pada tahun depan. Dalam sejarah Piala Dunia, Italia sebelumnya cuma sekali gagal lolos, yaitu pada 1958. (sumber: Detik/sepakbola)

Ngawi-Seperti diungkapkan oleh Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Ngawi mendasar dari penerimaan tembusan somasi LBH Bhirawa yang ditujukan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Ngawi pada 30 Agustus 2017 lalu.  Dinilai kurang memperhatikan cabang olahraga dan kurang transparn dalam kelola anggaran Ketua Soni Suprasono KONI Ngawi tidak cakap dalam pembinaan ke cabang olahraga (cabor) beberapa tahun terakhir ini.(05/09)

“Setelah menyimak dan menyimpulkan tuntutan dalam somasi LBH Bhirawa,  cukup masuk akal untuk ditindaklanjuti, pihaknya meminta kepada esekutif untuk lebih tegas dalam menyingkap hal itu agar tidak berkepanjangan,” Ketua DPRD Ngawi.

Antok demikian panggilan akrab Ketua DPRD Ngawi menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan Soni Suprasono sebagai Ketua KONI Ngawi. Pertama, apakah KONI Cabang Ngawi sudah melaksanakan fungsi sesuai kapasitasnya dalam beberapa tahun terakhir ini, sudahkan berprestasi jika disandingkan dengan anggaran yang diterima lebih-lebih di tahun 2017 ini dengan menerima dana hibah Rp 2,7 miliar melalui pos APBD.

Kedua, disorot tentang keberpihakan dari aspek pelaksanaan fungsi KONI dalam hal pembinaan sudahkah menyentuh ke semua cabor yang ada mengingat keberadaan pengurus KONI Cabang Ngawi dipilih oleh cabor itu sendiri. Dan ketiga, tentunya permasalahan paling krusial yakni tentang masalah pemerataan anggaran KONI terhadap cabor atas anggaran yang dikelola sudahkan dipertanggungjawabkan secara benar dan transparan.

Pihaknya menyanyangkan dari kepemimpinan ketua KONI sekarang tidak memperhatikan club sepak bola yang sekarang mengharumkan nama Kabupaten Ngawi. Sebaliknya pengelolaan anggaran di serahkan ke club yang notabene belum memberikan prestasi membanggakan. 

“Sangat ironis ketika ada club sepakbola yang jelas dan real statusnya demikian juga kegiatanya dan menduduki Liga PSSI malah diumbar tanpa sepeserpun mendapat plotting anggaran. Anehnya, malah mengelola anggaran sendiri terhadap club sepakbola yang tidak jelas statusnya bahkan pola manajemen anggaranya pun sangat detail sampai laundry  kostum pemain dianggarkan” tegasnya.

Koordinator LBH Bhirawa Ngawi Gembong Pranowo melakukan somasi langsung ke Soni Suprasono Ketua KONI Cabang Ngawi. Dimana dalam satu tuntutanya meminta KONI Cabang Ngawi untuk menyampaikan program kerja dan penggunaan dana hibah dari Pemkab Ngawi senilai Rp 2,7 miliar bersumber APBD 2017 kepada semua cabor paling akhir 15 September 2017. Jika tidak, Gembong pun mengancam akan membawa permasalahan itu ke ranah hukum sesuai ketentuanya. Pihaknya menduga adanya hal yang tidak wajar dalam pengelolaan anggaran tersebut dan tidak sampai ke sasaran.(ARD)

Ngawi- Stadion Ketonggo menjadi saksi panasnya pertandingan  akhir musim laga Grup 5 Liga 2 PT LIB 2017 antara tuan rumah Persinga Ngawi kontra Madiun Putra FC (MPFC), Minggu (27/08), diwarnai insiden kekisruhan kedua tim ditengah lapangan setelah babak kedua berakhir. Dimana seperti yang terlihat beberapa pemain terlibat adu gontok meski tuan rumah Persinga Ngawi memetik kemenangan telak 2-0 atas MPFC.

Tidak sebatas itu saja, ditengah laga babak kedua pertandingan sempat dihentikan oleh wasit Totok Fitrianto asal Manado setelah dipicu lemparan batu masuk ketengah lapangan dari arah tribun selatan. Kabagops Polres Ngawi Kompol Wahono menyebut suporter MPFC yakni kubu The Mad Mania dan Great Bull Boys (GBB) diwarnai aksi saling lempar batu. Kondisi itu terjadi diduga karena dua kelompok suporter itu saling ejek dan salah paham.

“Ada insiden kecil lempar batu akibat kesalahpahaman antara GBB dengan The Mad Mania yang keduanya sama-sama suporter asal Madiun. Memang kedua suporter ini tidak mau digabung dalam satu tribun yang satunya ada di sisi selatan dan satunya lagi ada disisi barat bagian selatan. Tetapi secara umum kondisi keamanan terpantau semuanya dan kondusif,” terang Kompol Wahono.

Pengamanan sendiri tandasnya, juga diberlakukan secara ketat kepada tim MPFC baik kedatanganya maupun kepulanganya ke Madiun dengan mengerahkan puluhan petugas dari satuan Dalmas Polres Ngawi. Kompol Wahono memprediksi total suporter MPFC yang masuk ke Stadion Ketonggo hanya berkisar antara 500-600 orang.

Sementara dalam laju pertandingan itu sendiri, dibabak pertama Persinga Ngawi berhasil menjebol gawang tim tamu yang dijaga ketat penjaga gawang Ricky Fajar. Gol terjadi pada menit ke-21 lewat sentuhan kaki Harris Yudha disusul menit ke-34 melalui striker Persinga Ngawi Slamet Larso. Hingga babak pertama berakhir MPFC tidak mampu berbuat banyak dan tertinggal 2-0 dan itupun berlangsung sampai akhir laga babak kedua.

“Babak pertama maupun babak kedua permainan berlangsung bagus hanya saja sempat diwarnai insiden baik dari suporter maupun pemain. Hal ini dipicu oleh keputusan wasit tentunya kami mohon maaf,” asisten pelatih MPFC Catur Riyanto.

Dengan kemenangan telak Fachrudin coach Persinga Ngawi menandaskan, tercipta atas kerjasama disemua lini dengan kepercayaan penuh masing-masing pemain yang diturunkan. Secara laju pertandingan ia akui kedua tim memainkan teknik bagus hanya saja bagian tuan rumah dengan hasil 3 poin sebagai modal laga tandang berikutnya sekaligus yang terakhir kali kontra Persebaya Surabaya. 

Setelah pertandingan kesebelasan Persinga dan Madiun Putra kembali terjadi insiden buruk yakni antar pendukung Persinga yang tidak di sangka oleh para petugas yang berkonsentrasi mengawal kepulangan supoter Madiun. Insiden aksi lempar dan intimidasi  sesama pendukung kesebelasan Persinga ini di picu dari oknum salah satu pendukung Persinga. Seperti di ketahui bahwa selama ini Persinga mempunyai dua kubu pendukung yang tak dapat di satukan, berawal dari saling ejek terjadi aksi tawuran dan lempar batu sesama pendukung. Untung saja kejadian ini di ketahui oleh pihak petugas dan melerai kedua belah pihak, hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (ARD

Page 3 of 6