Now playing

Wisata

Wisata (7)

NGAWI – Selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019, sejumlah obyek wisata alam di Ngawi mengalami lonjakan angka kunjungan. Lonjakan kunjungan wisatawan di sejumlah obyek wisata unggulan mencapai 40% dibandingkan dengan rata-rata kunjungan akhir pekan atau diluar moementum akhir tahun.
Ketua Asosiasi Desa Wisata (Asidewi) Ngawi, M. Thohar mengatakan, lonjakan angka kunjungan mencapai 40 persen melampaui prediksi awal dari para pemangku wisata di wilayah lereng gunung Lawu.
“Sebelum liburan natal dan tahun baru, kami memprediksikan kenaikan jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata alam Ngawi hanya berkisar 25 persen, tapi ternyata realisasinya mencapai 40 persen,” Ungkap Thohar, Sabtu(28/12/2019).
Ia juga menyebut, hal ini tidak terlepas dari pengaruh proyek pembenahan pengelolaan destinasi serta penguatan infrastruktur pariwisata yang lebih baik di gagas oleh pemerintah Kabupaten Ngawi. Karena dalam beberapa tahun terakhir Ngawi terus memperkuat berbagai faktor pendukung optimalisasi kunjungan pariwisata.
Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam melakukan penataan destinasi wisata, diarahkan agar selain bagus, destinasi pariwisata unggulan juga harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan. Sehingga akan semakin menarik minat kunjungan para wisatawan.
“ Alhamdulilah,sinergitas antara pemkab Ngawi dan karangtaruna wisata seloondo terjalin cukup apik dan sekarang menikmati hasilnya,” Tambahnya.
Ia juga menambahkan, destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi selama liburan lebaran kali ini adalah wisata alam. Di sejumlah lokasi seperti Seloondo, Srambang dan Agropark Techno park Mangkleng, destinasi wisata alam menjadi yang paling banyak diminati wisatawan.
Bupati Ngawi Budi Sulityono saat dikonfirmasi secara terpisah,peningkatan kunjungan wisata ini sangat baik dan untuk itu ia selalu berpesan agar pengelola tetap mengedepankan keamanan dan kenyamanan wisatawan.
“ Saya harapkan adanya magement yang bagus sehingga kalau tempat wisatanya bagus, bersih, aman dan nyaman, maka nanti wisatawan merasa senang dan berlama- lama di Kabupaten Ngawi,” tegasnya.(ard)

NGAWI - Taman Soeratmo menjadi salah satu destinasi wisata baru di kabupaten Ngawi, tidak hanya terkenal di wilayah local saja tapi menjadi pusat perhatian warga luar kota Ngawi. Berlokasi di Desa Ngale, Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi berjarak 6,6 km dari kota menjadi viral di media sosial. Taman Soeratmo yang di kemas sedemikian rupa terkesan seperti di luar negeri ini, menjadi tujuan kaum milineal berswafoto ternyata di gagas oleh seorang kepala Desa.

Yan Teguh Kepala Desa Ngale, Kecamatan Kedunggalar menjadi pemrakarsa taman soeratmo. Dijelaskan awalnya taman tersebut area sawah, kemudian di rubah menjadi tempat olahraga. Tidak hanya itu saja kemudian bersama warga setempat khususnya karang taruna menghidupkan potensi desa dengan membangun taman.
"Tanah sawah milik warisan orangtuanya, ini gersang dan menjadi sarana olahraga warga, agar lebih bermanfaat di rubah menjadi taman," tegasnya, sabtu (03/8/2019).

Taman bunga nan cantik dengan warna berbeda dengan bunga pada umumnya sengaja di tanam oleh warga di datangkan dari luar kota. Selain taman bunga yang paling dominan dari area taman lainnya terdapat replika seperti menara Eiffel (Paris), Colloseum (Roma), rumah kayu dengan gaya arstristik, rumah kurcaci. Untuk memenuhi keinginan para pengunjung taman soeratmo saat sekarang di tambah wahana kolam renang anak-anak.
“ Dari hasil kunjungan wisata di daerah Gunung kidul, saya salurkan di desa Ngale agar memiliki taman yang indah seperti di sana dan sekarang sudah dalam proses kolam renang anak dan pemancingan,” tambahnya.
Sementara anita salah satu pengunjung mengaku senang dan puas berswafoto di taman soeratmo dan berharap kepada pengelola untuk mempertahankan keindahan dan kebersihan taman.
“ murah mas hanya Rp 2000 HTMnya, semoga pengelola tetap mempertahankan keindahan taman dan kebersihannya “ujar Anita Susanti. (ard)

Ngawi- Kecil dan memiliki baling-baling, tapi walaupun kecil, ketika benda ini mengudara menjadi pusat perhatian, sekaligus benda ini memiliki keunggulan merekam dan mengabadikan obyek sesuai yang di minta oleh pemiliknya. Penggunaan drone semakin popular dan banyak pula orang yang memanfaatkan drone untuk berbagai kepentingan. Awalnya drone merupakan fasilitas yang hanya di miliki oleh pemerintah serta pihak militer guna menunjang pekerjaannya. Namun saat ini, siapa saja bisa mengendalikan pesawat jarak jauh tanpa harus mengurus surat-surat ijin mengudara.
Seperi apa yang dilakukan oleh Aziz Arif Miftachul Majid keberadaan komunitas multicopter di Ngawi diakuinya belum banyak, kendati demikian kepuasan tersendiri dan hobi mengeksplore tempat-tempat wisata dengan menggunakan drone bersama rekan-rekannya.
“ Kegiatan kami saat ngumpul bareng, yakni chalange dengan pengambilan terbaik obyek wisata dari sudut saat mengoperasikan drone” jelas Azis.
Menurutnya, tidak semua rekan-rekan sesama multicopter ini bisa berkumpul bareng karena memiliki kesibukan sendiri-sendiri. Sehingga saat ada pertemuan kami bisa bertukar ilmu dan pengalaman belajar mengoperasikan drone dari biasa hingga max pro pilot multicopter.
Awalnya Aziz, mengenal drone dari sekedar tahu namun saat ini menjadi hobi tersendiri dalam mengumpulkan foto serta video hasil karyanya.
“ Kalau sudah mengambil obyek dengan tingkat kesulitan tertentu dan obyek dengan hasil bagus menjadi kebanggaan tersendiri” jelas Aziz.
Diakuinya kegunaaan drone memiliki sisi positif, berguna bagi banyak orang, antara lain sebagai ajang promosi wisata. Para pengguna drone, dapat mengeksplore tempat-tempat wisata melalui foto udara atau video dari ketinggian.
“ Kami juga mempersiapkan untuk obyek wisata di Ngawi yang nantinya akan dilombakan dalam peringatan HUT Ngawi “ tambah Aziz.(ard)

Ngawi. Srambang merupakan obyek wisata di Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Terletak di kaki gunung Lawu wisata ini terkenal dengan air terjunnya  dan hamparan pohon pinus yang mengelilinginya. Air terjun yang terkenal dengan sebutan air terjun Srambang ini mempunyai ketinggian sekitar 40 meter. Lokasi air terjun Srambang berjarak 35 km dari kota Ngawi dan sebelah selatan pasar Jogorogo. Obyek wisata ini menampilkan suasana pegunungan yang sejuk dan dingin sehingga banyak diminati pengunjung.

 

Keberadaan obyek wisata air terjun Srambang sudah di kenal masyarakat sejak dulu, secara perlahan tempat ini  mulai di benahi penataannya seperti ada taman bunga, rumah pohon serta akses jalannya guna mendukung wisata alam yang sangat indah ini.

Di penghujung tahun 2017 tempat  ini diresmikan oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono sebagai salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Ngawi dengan nama ” Srambang Park “. Awal tahun baru 2018 kunjungan wisatawan di obyek wisata Srambang  ini semakin meningkat dan banyak di minati masyarakat lokal maupun luar kota membuktikan bahwa tempat ini sudah di kenal secara nasional yang tidak kalah dengan daerah lain.(sumber: kominfongawi)

Page 1 of 2