Now playing

Rate this item
(0 votes)

DBD Meningkat di Ngawi Dinkes Siaran Keliling

By Published January 18, 2019

Ngawi - Akhir tahun ini kabupaten Ngawi di kejutkan dengan peningkatan angka penderita dengan diagnosa akibat terinfeksi nyamuk Aedes Aegypti. Sementara informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi selama dua bulan terakhir  yakni 2018 lalu hingga awal tahun 2019 ini terjadi peningkatan angka penderita demam berdarah diwilayahnya.

Diungkapkan oleh Jaswadi Kasi P2PM Dinkes Ngawi menyebutkan selama rentang waktu Nopember – Desember 2018 lalu jumlah penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti mencapai lebih dari 200 pasien baik anak maupun dewasa. Data ini terkafer oleh dinas dikarenakan penderita tengah dalam penanganan petugas kesehatan, belum yang menjalani rawat jalan hal itu belum bisa pihaknya laporkan.  

Dilain sisi jelasnya, jumlah penderita demam berdarah yang berada di tiga rumah sakit baik milik pemerintah daerah maupun swasta yang ada di Ngawi hingga kini belum terdeteksi jumlah pasien. Mengingat yang tahu persis jumlah penderita demam berdarah hanya manajemen rumah sakit sendiri.

 “ Meningkatnya kerjasama data ini setelah adanya kesepakatan secara dasar hukum pihak rumah sakit yang sebelumnya agak sulit melaporkan data  sekarang sudah mau melaporkan data-datanya” tambah Jaswadi.

Terdata di tahun 2016 jumlah pendeita tidak lebih dari dari angka 600, 2017 alami peningkatan jumlah yang signifikan namun belum menembus angka 700, di tahun 2018 alami penurunan di karenakan siklus cuaca dengan rentang bulan Januari – Oktober. Namun memasuki di bulan November jumlah penderita Dengue Shock Syndrome mulai alami peningkatan mencapai 700 pasien lebih.

“ Dari tahun ke tahun jumlah penderita alami peningkatan dan penyumbang penderita terbanyak kasus demam berdarah itu paling banyak dua bulan terakhir,” tegas Jaswadi Kasi P2PM Dinkes Ngawi, Jum’at, (12/01/2019).

Penyakit yang menjadi perhatian dan kewaspadaan ini dikarenakan penyebaran melalui nyamuk sehingga sulit diidentifikasi. Tindakan pencegahan dengan foogingpun tidak serta merta memberantas, pasalnya jentik tidak ikut mati saat dilakukan pengasapan. Langkah persuasif yang dilakukan oleh Dinkes Ngawi, dalam mengatasi penyebaran penyakit DBD  yakni menggiatkan sosialisasi keliling.  Tidak hanya menyasar daerah –daerah endemik rentan dengan penyakit demam berdarah sepertihalnya Kecamatan Ngawi kota, Kecamatan Kedunggalar  dan Kecamatan Widodaren. Namun secara serentak di wilayah Dinkes Ngawi, dengan harapan bisa menyasar ke khalayak publik. 

“ Kegiatan siaran keliling ini kami laksanakan secara serentak di semua jajaran puskesmas di  Kabupaten Ngawi “ Tutup Jaswadi. (Ard)

Read 397 times