Now playing

Rate this item
(0 votes)
in SPORT

Derby Plat AE di Warnai Insiden Buruk dari Pemain dan Supoter

By Published August 28, 2017

Ngawi- Stadion Ketonggo menjadi saksi panasnya pertandingan  akhir musim laga Grup 5 Liga 2 PT LIB 2017 antara tuan rumah Persinga Ngawi kontra Madiun Putra FC (MPFC), Minggu (27/08), diwarnai insiden kekisruhan kedua tim ditengah lapangan setelah babak kedua berakhir. Dimana seperti yang terlihat beberapa pemain terlibat adu gontok meski tuan rumah Persinga Ngawi memetik kemenangan telak 2-0 atas MPFC.

Tidak sebatas itu saja, ditengah laga babak kedua pertandingan sempat dihentikan oleh wasit Totok Fitrianto asal Manado setelah dipicu lemparan batu masuk ketengah lapangan dari arah tribun selatan. Kabagops Polres Ngawi Kompol Wahono menyebut suporter MPFC yakni kubu The Mad Mania dan Great Bull Boys (GBB) diwarnai aksi saling lempar batu. Kondisi itu terjadi diduga karena dua kelompok suporter itu saling ejek dan salah paham.

“Ada insiden kecil lempar batu akibat kesalahpahaman antara GBB dengan The Mad Mania yang keduanya sama-sama suporter asal Madiun. Memang kedua suporter ini tidak mau digabung dalam satu tribun yang satunya ada di sisi selatan dan satunya lagi ada disisi barat bagian selatan. Tetapi secara umum kondisi keamanan terpantau semuanya dan kondusif,” terang Kompol Wahono.

Pengamanan sendiri tandasnya, juga diberlakukan secara ketat kepada tim MPFC baik kedatanganya maupun kepulanganya ke Madiun dengan mengerahkan puluhan petugas dari satuan Dalmas Polres Ngawi. Kompol Wahono memprediksi total suporter MPFC yang masuk ke Stadion Ketonggo hanya berkisar antara 500-600 orang.

Sementara dalam laju pertandingan itu sendiri, dibabak pertama Persinga Ngawi berhasil menjebol gawang tim tamu yang dijaga ketat penjaga gawang Ricky Fajar. Gol terjadi pada menit ke-21 lewat sentuhan kaki Harris Yudha disusul menit ke-34 melalui striker Persinga Ngawi Slamet Larso. Hingga babak pertama berakhir MPFC tidak mampu berbuat banyak dan tertinggal 2-0 dan itupun berlangsung sampai akhir laga babak kedua.

“Babak pertama maupun babak kedua permainan berlangsung bagus hanya saja sempat diwarnai insiden baik dari suporter maupun pemain. Hal ini dipicu oleh keputusan wasit tentunya kami mohon maaf,” asisten pelatih MPFC Catur Riyanto.

Dengan kemenangan telak Fachrudin coach Persinga Ngawi menandaskan, tercipta atas kerjasama disemua lini dengan kepercayaan penuh masing-masing pemain yang diturunkan. Secara laju pertandingan ia akui kedua tim memainkan teknik bagus hanya saja bagian tuan rumah dengan hasil 3 poin sebagai modal laga tandang berikutnya sekaligus yang terakhir kali kontra Persebaya Surabaya. 

Setelah pertandingan kesebelasan Persinga dan Madiun Putra kembali terjadi insiden buruk yakni antar pendukung Persinga yang tidak di sangka oleh para petugas yang berkonsentrasi mengawal kepulangan supoter Madiun. Insiden aksi lempar dan intimidasi  sesama pendukung kesebelasan Persinga ini di picu dari oknum salah satu pendukung Persinga. Seperti di ketahui bahwa selama ini Persinga mempunyai dua kubu pendukung yang tak dapat di satukan, berawal dari saling ejek terjadi aksi tawuran dan lempar batu sesama pendukung. Untung saja kejadian ini di ketahui oleh pihak petugas dan melerai kedua belah pihak, hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (ARD

Read 84018 times