Now playing

Rate this item
(0 votes)
Ali Imron KaUPT Terminal Kertonegoro tengah memeriksa penumpang dalam bus AKAP (Foto oleh Ali Imron untuk BAHANAFM) Ali Imron KaUPT Terminal Kertonegoro tengah memeriksa penumpang dalam bus AKAP (Foto oleh Ali Imron untuk BAHANAFM)

Diberlakukan New Normal, Bus Luar Kota Mulai Masuk Ngawi Dengan Tarif Baru

By Published June 10, 2020

BAHANAFM,NGAWI - Dengan berakhirnya peraturan Menhub no 25 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri tahun 1441 H, ditambah lagi dengan pemberlakukan tatanan baru berdamai bersama covid 19 atau new normal. Angkutan umum dari luar daerah mulai masuk ke Terminal Kertonegoro Ngawi, guna melayani penumpang yang hendak melakukan perjalanan darat. Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Antarkota Dalam Propinsi (AKDP) sudah mulai beroperasi akan tetapi pengelola mengaku masih sepi dengan penumpang.
“ Kalau AKAP baru tanggal 8 di berlakukan, dan AKDP sudah mengawali sebelumnya, akan tetapi para sopir mengaku sepi penumpang,” Ungkap Kepala Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Terminal Kertonegoro Ngawi Ali Imron.
Ditambahkan oleh Imron demikian panggilan akrab KaUPT Terminal Kertonegoro, dikarenakan baru beroperasi sehingga banyak armada yang mengeluh tidak sesuai target. Tidak sesuai dengan target tersebut dikarenakan penumpang masih belum memanfaatkan bus sebagai anggkutan umum yang aman dari penyebaran covid 19, ditambah lagi dengan pembatasan jumlah penumpang dalam bus hal ini juga menjadi faktor jumlah banyak sedikitnya jumlah pengguna angkutan tersebut.
“ Biasanya lebih dari 100 armada keluar masuk Terminal, Mungkin baru beroperasi dan masih dengan trauma penyebaran covid, hal itu juga menjadi menurunnya jumlah penumpang angkutan umum,” Tambah Imron.
Guna mengantisipasi kejadian penyebaran covid 19, untuk setiap armada yang masuk terminal kertonegoro wajib semprot desinfektan dan pemeriksaan protap kesehatan kepada para penumpang. Hal ini sebagai langkah antisipasi pihak terminal kertonegoro secara mandiri mencegah penyebaran penyakit pandemic covid 19. Sementara dikarenakan pembatasan jumlah penumpang, sehingga pihak PO melakukan kenaikan tarif dengan berkisar 30- 40 persen daripada tarif biasa sebelum covid 19.
“ Memang ini ada kenaikan tarif yang di berlakukan oleh PO, untuk menutup biaya operasional bus antar propinsi,” Tegas Imron.

Pemberlakukan new normal ini, belum cukup berpengaruh pada jumlah penumpang yang menggunakan armada bus pasalnya mereka cenderung bepergian dengan kendaraan pribadi baik roda dua atau roda empat.
“ Masih sepi mas, cenderung tidak ada penumpang yang melakukan bepergian dengan bus,” Jelas Rohadi pengemudi bus AKAP.(ard)

Read 87 times