Now playing

Rate this item
(0 votes)
petugas kepolisian dan medis tengah memeriksa keadaan korban (foto humas polres Ngawi untuk BahanafmNgawi) petugas kepolisian dan medis tengah memeriksa keadaan korban (foto humas polres Ngawi untuk BahanafmNgawi)

Diduga Depresi Pemuda Tanggung Ngawi, Gantung Diri

By Published June 12, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Diduga depresi pemuda tanggung warga Dusun Samben, Desa Sidokerto, Kecamatan Karangjati, Ngawi, mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Anak dari pasangan Kono dan Suwarni ini, ditemukan meninggal dengan cara gantung diri di dalam kamar rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB, Jum’at, (12/06/2020).

Korban dengan identitas Joko Triyono 29 tahun ditemukan meninggal didalam kamarnya. Aksi nekat Joko diketahui Suwarni ibunya setelah pulang dari pasar, yang biasanya mengetahui keberadaan putranya ini dan rumah masih sepi. Berusaha mencari keberadaannya, Suwarni dikejutkan dengan apa yang dilakukan oleh putranya,  Joko sudah meninggal dengan seutas tali disalah satu blandar kayu kamarnya. Tidak ingin terjadi hal-hal yang menambah derita putranya Suwarni teriak minta tolong kepada warga sekitar. 

“Ibunya ini pulang dari pasar berusaha mencari keberadaan si Joko. Ketika dilihat ke dalam kamar ternyata kondisinya sudah meninggal,” Ungkap Kapolsek Karangjati AKP Suyadi.

Motif kenekatan korban ini diketahui dari sepucuk surat yang ditinggalkan korban yang dalam intinya meminta maaf kepada orangtuanya atas aopa yang dilakukannya selama ini. Sehingga penyebabkan aksi nekat bunuh diri yang dilakukan Joko Triyono diduga akibat tekanan mental atau depresi. 

Diungkapkan oleh Kapolsek Karangjati Ngawi,  korban bunuh diri tersebut memang sebelum kejadian sesuai keterangan dari para saksi terlihat ketakutan tanpa penyebab pasti.  Korban ini sering merenung sendiri, kepada rekan-rekannya juga tertutup. Diketahui semasa hidupnya Joko Triyono dikenal berperilaku baik di lingkungan sekitarnya. 

“ Hingga kini kami para petugas masih menyelidiki motif dari aksi  bunuh diri korban, dan pihak keluarga mengganggap kejadian ini sebagai musibah,” tegas Suyadi. (ard)

Read 200 times