Now playing

Rate this item
(0 votes)
Sebaran covid 19 di Kabupaten Ngawi Sebaran covid 19 di Kabupaten Ngawi

Ditengah Sosialisasi Vaksinasi Sonovac, Pasien Terpapar Covid 19 masih Bertambah Di Ngawi

By Published January 31, 2021

BAHANAFM,NGAWI – Jumlah pasien dengan terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Ngawi masih terus bertambah, hari ini terdapat penambahan 36 pasien dengan memukul angka 1000 lebih pasien. Dari data dinas kesehatan Kabupaten Ngawi mencatat jumlah pasien 1006 kemarin menjadi 1042 pada hari ini, Kamis (27/01/2021) . Mendasar jumlah pasien yang semakin bertambah ini diungkapkan oleh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menjelaskan akan menambah 1 lagi rumah sakit rujukan di Kabupaten Ngawi.
“ Untuk sampai saat ini sudah ada 2 rumah sakit rujukan, yakni RSUD dr Soeroto Ngawi dan RS Widodo. Namun apabila tidak memungkinkan 2 rumah sakit itu menampung pasien RS Attin Husada siap menjadi rumah sakit rujukan,” Ungkap Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Dikarenakan masih terus bertambahnya pasien terpapar covid 19 di Ngawi dengan data suspec 62 orang, probable 2 orang, konfirmasi (+) 1042 orang, sembuh 770 orang, aktif 207 dan meninggal 66 orang tersebut. Wakil Bupati Ngawi dengan panggilan akrab Mas Ony telah melakukan penambahan jumlah bed perawatan di Agro Techo Park di bagian aula.
“ Aula ATP Ngrambe, dimaksimalkan untuk pasien tertapapar covid 19 dengan diagnosa OTG ( Orang Tanpa Gejala).Sehingga sampai saat ini Ngawi masih mampu melakukan perawatan pasien sendiri tanpa harus melakukan rujukan,” Tambah Mas Ony.
Kemarin, Rabu (28/01/2021) Ngawi tengah melaksanakan lounching vaksinasi kepada 10 pejabat VVIP yang kemudian diteruskan kepada tenaga nakes (nakes) di 24 Puskesmas dan puskesmas pembantu se Kabupaten Ngawi. Dengan harapan dengan menyuntikkan virus yang dimatikan menjadi imun ini akan memutuskan mata rantai penyebaran penyakit pandemi di Kabupaten Ngawi.
Yudono kadinkes Ngawi saat dikonfirmasi secara terpisah menegaskan vaksinasi ini baru bekerja di dalam tubuh setelah 21 hari usai penyuntikan. Kemudian di susul dengan penyuntikan kedua pada hari ke 14 agar menguatkan fungsi imun, sehingga kepada penerima vaksin tidak di perbolehkan dengan umur di atas 59, ibu hamil dan memiliki penyakit riwayat penyakin dalam yang akut.
“ Vaksinasi sekarang belum bisa memutus rantai langsung, tapi akan bekerja optimal setelah hari ke 21, “ Tegas Kadinkes Ngawi Yudono. (ARD)

Read 73 times