Now playing

Rate this item
(0 votes)

Evaluasi Pemilu 2019 Ngawi, KPU Menuai Kritikan

By Published August 03, 2019

 

NGAWI – Guna memperbaiki kinerja penyelenggara pemilu yang lebih baik kedepan, KPU Ngawi gelar evaluasi Pemilu 2019. Kegiatan yang berlangsung tidak lebih dari 3 jam ini menjadi ajang memberikan masukan dan kritikan kepada penyelenggara KPU. Partai politik yang menjadi subyek langsung gelaran pesta demokrasi ini, ibarat mendapat kran menyoroti tahapan Pemilu Serentak. Dari beberapa tahapan pemilu, tahapan kampaye yang paling dominan menuai kritikan.Rabu(31/7/2019)

“ Kami berharap kepada KPU tegas dalam menentukan tempat kampaye jangan di tulis peraturan bisa ternyata di lapangan tidak bisa kemudian regulasi peraturan BPD yang tidak boleh berkampaye,” jelas Nur Wahyudi, dari Partai Demokrat.

Pernyataan dari staf ahli Partai Demokrat ini mendasar dari pertemuan terbuka sampai seribu orang yang hanya bisa dilakukan di GOR Bung Hatta namun hal ini sulit dilaksanakan, karena Pemkab setempat tidak memberikan izin.

“Mohon ke depan KPU Ngawi lebih tegas mana yang boleh dan tidak beserta kemudahan perizinan,” tambahnya.

Sementara kritikan Hari Cahyo ketua Nasdem yang juga di amini oleh perwakilan dari DPC PDI P serta PKPI berharap kepada KPU untuk lebih jelas membuat peraturan kampanye. Batasan kampanye selama 14 hari di media, hal itu cukup memberikan batasan ruang gerak bagi caleg lebih dekat dengan konstituen.

“ Dalam pemilihan mendatang mohon dipertegas peraturannya dan masa kampaye di media untuk lebih di perpanjang “ jelas Hari.

Sementara Ketua KPU Ngawi, Prima Aquiena Sulistyanti berterima kasih masukan dalam bentuk kritik dan ide dari evaluasi yang digelar semoga bisa bermanfaat dalam Pilkada di Ngawi 2020 mendatang.

“ Hasil evaluasi hari ini akan diteruskan ke KPU provinsi untuk di jadikan referensi dan rekomendasi kedepan yang lebih baik,” urainya.(ard)

Read 22 times