Now playing

Rate this item
(0 votes)

Guru Ngaji Bantah Lakukan Pencabulan

By Published August 24, 2017

 Ngawi-Peodefilia menjadi momok bagi kita para orang tua, sebagaimana agar kiranya terjauhkan dalam kasus tersebut. Seperti halnya kejadian diwilayah Desa Jenggrik Kedunggalar Ngawi, tersiar kabar adanya salah satu Ustadz sering kali melakukan pencabulan, akibatnya selain para santri berkurang dan orang tua korban yang tidak terima melaporkan  kejadian tersebut kepada pihak berwajib.  Kasus dugaaan pencabulan yang dilakukan NY (57) seorang guru ngaji pada sebuah TPA di masjid Dusun Ngrobyong, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, rupanya berbuntut panjang. Pasalnya, sesuai laporan para orang tua korban ke Polres Ngawi Selasa kemarin, (22/08), disebutkan aksi NY ini sudah berlangsung lama dan menimpa para bocah dibawah umur yang ada di desanya.

Secara terpisah NY  langsung membantah atas tuduhan pencabulan terhadap bocah yang dialamatkan kepada dirinya. Saat ditemui dirumahnya tidak jauh dari lokasi masjid, pria dengan postur kurus ini menceritakan ia sebagai guru ngaji sejak tahun 1990 sejak saat itu tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan sekarang ini.

Jika ada bocah yang dipangku sewaktu ngaji di TPA tidak lebih dari bentuk kasih sayang antara orang tua dengan anak. Toh dilakukan ditempat terbuka didalam ruangan TPA masjid yang kebetulan satu lokasi dengan tiga ustad lainya.

“Anak asuh saya itu memang anak kecil kecil masih sekolah TK sampai  SD. Gimana ya yang namanya anak kecil itu kan manja terkadang minta dipangku kadang minta digendong terus buang air kecil saja minta diantarkan itu saja tidak bisa melepas celana sebab celana levis, seperti itu disuruh melepaskan,” terang NY, Rabu (23/08).

Tambahnya, dengan adanya laporan pencabulan ke Polres Ngawi membuat dirinya tidak tenang bahkan sama sekali tidak disangka bakal terjadi aksi seperti itu. NY mengungkapkan terkait tuduhan terhadap dirinya ini sangat janggal bahkan terkesan ada pihak tertentu yang sengaja menghembuskan ke permukaan.

Mengingat selama ini rumahnya pun sering di jadikan tempat bermain anak-anak asuhnya di TPA tersebut. Dan itupun tidak terjadi masalah apa-apa tetapi apabila terjadi tindak pencabulan yang ia lakukan secara otomatis si anak itu sendiri pasti kapok dolan ke rumahnya.

Terpisah, kata Siti yang sekaligus orang tua korban menjelaskan, dengan kejadian dugaan pencabulan yang dilakukan NY membuat trauma atas dirinya. Padahal selama ini NY dikenal sebagai tokoh agama dilingkunganya dan tidak pernah tampak ada gelagat yang patut dicurigai. Pihaknya mengharapkan adanya kebenaran dari kasus ini, bukannya pengaduan saja. 

“kalau anak saya sendiri pernah di pangku dan di raba-raba di bagian kemaluannya, cukup trauma atas kejadian tersebut,” jelas narasumber.

Jelasnya, atas perbuatan itu NY pernah digeruduk sama para orang tua sekitar seminggu lalu sebelum kasus dugaan pencabulan dilaporkan ke Polres Ngawi. Dan sekarang ini NY sudah mengundurkan diri sebagai guru ngaji dan diganti ustad lainya. Bahkan dia menyebut korban dugaan pencabulan yang dilakukan NY jumlahnya lebih dari 10 anak yang berumur antara 5 sampai 8 tahun.

Seperti diketahui sebelumnya, beberapa orang warga Dusun Ngrobyong, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ngawi sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa kemarin (22/08), untuk melaporkan aksi dugaan pencabulan yang dialami putrinya.

Dihadapan petugas kepolisian para orang tua ini melaporkan aksi tidak patut yang diduga dilakukan oleh NY seorang pria yang berprofesi sebagai guru ngaji diwilayah setempat atas tuduhan pencabulan. Karena selama kasus ini menimpa korban di bawah umur sehiingga kasus pencabulan di tangani UPPA polres Ngawi.(ARD)

Read 80853 times