Now playing

Rate this item
(0 votes)
Aman Ridho Hidayat didampingi ketua KPU Ngawi, tengah menjelaskan peraturan baru terkait pendaftaran Pilkada Aman Ridho Hidayat didampingi ketua KPU Ngawi, tengah menjelaskan peraturan baru terkait pendaftaran Pilkada

Hanya 1 Pasang Calon, Pendaftaran Pilkada Ngawi di Perpanjang

By Published October 05, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Dikarenakan hanya 1 pasangan calon yang mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, tahapan pendaftaran di perpanjang hingga 13 September 2020. Mendasar hal tersebut,Ony Anwar bersama Dwi Rianto Jatmiko/Antok selaku pasangan bakal calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Ngawi batal melakukan pemeriksaan kesehatan di RSAL dr Ramelan Surabaya pada Senin kemarin, (7/9).
“ Benar, karena perubahan peraturan tersebut bapaslon tertunda melaksanakan tes kesehatan,” Ungkap Aman Ridho Hidayat selaku komisioner KPU Ngawi. Rabu (09/09/2020)
Hal ini mendasar dari PKPU Nomor 5 tahun 2020 atas perubahan ketiga dari PKPU Nomor 13 tahun 2019 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pilkada Tahun 2020 tidak berlaku apabila hanya satu pasang Bapaslon yang mendaftarkan diri. Sehingga harus dijadwalkan ulang atau pendaftaran diperpanjang lagi tiga hari kedepan antara 11-13 September 2020. Ditambahkan oleh Ridho kronologis ini terungkap usai KPU menggelar jumpa pers dengan media terkait penundaan tes kesehatan bapaslon dan adanya pertanyaan calon yang hendak memanfaatkan perpanjangan pendaftaran.
“ Pasca dibukanya pendaftaran KPU Ngawi memberikan kesempatan kepada warga Ngawi yang hendak mencalonkan diri sebagai bapaslon di pilkada mendatang,” Tambah Ridho.
Sesuai dengan aturan PKPU tersebut, bapaslon didukung sedikitnya 20 % suara parlemen yang duduk di kursi legeslatif. Dengan disertai B1 KWK yang di tanda tangani oleh ketua dan sekertars DPP Partai Pusat yang memberangkatkan. Apa yang membedakan B1KWK atau surat rekomendasi partai apabila sudah dibawa bapaslon yang sudah mendaftar terlebih dahulu ke KPU.
“ B1 KWK baru dengan disertai tanda tangan Bawaslu Pusat bisa menggantikan surat rekomendasi yang di serahkan ke KPU Ngawi, “ Tegasnya.
KPU Ngawi, saat ini tengah berupaya untuk melaksanakan sosialisasi kepada warga untuk dapat memanfaatkan kesempatan tersebut, agar kiranya dalam pemilihan mendatang tidak terjadi hanya 1 pasang calon yang bersanding dengan kotak kosong. (ard)

Read 15 times