Now playing

Rate this item
(0 votes)

Ironis Para Korban Pencabulan Alami Robek Selaput Dara

By Published September 14, 2017

Ngawi – Tidak lebih dari dari 2 pekan setelah laporan dari pihak keluarga korban pencabulan, petugas mengusut kasus dugaan pencabulan hingga masuk hotel prodeo. Diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja kepada awak media gelar release di mapolres Ngawi (13/9), petugas tidak serta merta melakukan penangkapan atas terduga kasus pencabulan di bawah umur tanpa pemeriksaan yang pasti. Setelah dilakukan pemeriksaan medis kepada belasan korban, pihak Polres Ngawi melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) menyakini sudah cukup bukti untuk membawa NY (57) seorang pria guru ngaji asal Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi. Menyusul kasus dugaan pencabulan yang dilakukan NY terhadap puluhan korban anak dibawah umur. Pengakuan keluarga dan para korban, pelaku melakukan tindakan tidak senonoh  dan tidak patut di tiru tersebut di saat proses belajar mengaji di salah satu tempat ibadah di Kecamatan Kedunggalar.

“Tindakan  NY berawal mengajari korban mengaji dengan cara di pangku kemudian tangan pelaku meraba-raba kemaluan korban bahkan jari tangannya sempat dimasukan ke dalam kemaluan. Terbukti dari hasil visum mayoritas selaput dara pada kemaluan korban mengalami robek,” Jelas Kapolres Ngawi.

Saat  sekarang pelaku menunggu proses hokum lebih lanjut, atas pelanggaran Pasal 82 ayat 1 UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. Dengan jeratan undang-undang tersebut NY terancam penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Karena cukup bukti dan memenuhi unsure pelanggaran pasal perlindungan anak pelaku kami tahan untuk menunggu proses hokum lebih lanjut,” kata Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja.

Di tambahkan oleh Kapolres Ngawi, dari keluarga korban tindakan pelaku sudah lama terjadi namun pihak keluarga tidak memberanikan diri melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Karena dinilai di luar batas kemanusiaan, memanfaatkan prosfesi pelaku sebagai guru ngaji dengan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban berjumlah 14 anak, terjadi dilokasi masjid untuk melampiaskan hasrat nafsunya dengan cara mencabuli para korban.

 

“ Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerjasama warga Ngawi, kami harapkan sumbangsih sepertihalnya saat sekaranglah agar kiranya kasus kriminalitas di wilayah hukumnya dapat di selesaikan” tegas Perwira 15 tahun mengabdi sebagai polisi laut ini. (ARD)

Read 49127 times