Now playing

Rate this item
(0 votes)

Ironis Pembangunan Fasum Lapangan Merdeka Ngawi

By Published October 17, 2017

 Ngawi- Nampaknya  pengerjaan pembangunan fasilitas infrastruktur di  Ngawi tidak sesuai dengan besaran teknis atau Bestek.  Hal ini menyusul setelah Komisi III DPRD Ngawi,  kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ke lokasi alun-alun Ngawi untuk melihat kondisi fasilitas umum (fasum) yang selama ini seolah lepas pengawasan, Kamis (12/10). Sidak dewan tersebut menemukan semua fasum di 9 titik yang notabene berada di kawasan area publik kondisinya syarat kurang perencanaan dan  tidak ada fungsinya serta tujuan yang terkesan asal bangun tanpa mengindahkan estetika.

Sebelumnya dari referensi yang di pegang anggota dewan keberadaan pembangunan fasum yang pekerjaanya dibawah leanding sektor Disparpora Ngawi tersebut baru berumur setahun atau selesai dikerjakan pada akhir athun 2016 lalu dengan total anggaran sekitar Rp 9 miliar bersumber APBD 2016. Penggunaan anggaran yang cukup besar tersebut tidak diimbangi dengan pengerjaan yang sempurna . Di temukan rusaknya fasum cukup mudah di dapati  oleh anggota dewan bahkan orang awam sepertihalnya ruang kamar mandi maupun toilet ditemukan kran atau wastafel ada yang copot begitu saja tanpa diperbaiki maupun dipasang kembali dan hal ini terkesan tidak ada perawatan.

Tidak berhenti hanya itu saja airnya pun tidak mengalir ketika kran dibuka dan cukup miris meski sudah setahun lampu peneranganya belum dipasang hal itu disebabkan jaringan listrik belum disambungkan ke instalasi yang ada. Selain itu kondisi bangunan fasum yang rata-rata berukuran sekitar 5 x 6 meter banyak yang jebol baik tembok maupun pondasi.

“Ternyata setelah kita lihat bersama tadi keberfungsian fasum seperti toilet dan kamar mandi sudah tidak sesuai. Bahkan beralih fungsi seolah tidak ada tanggungjawab sama sekali dari pihak terkait,” terang Supeno Ketua Komisi III DPRD Ngawi, Kamis (12/10).

Tambah Supeno pihaknya merasa heran dengan keberadaan fasum selama ini seolah dijadikan gudang penyimpanan alat-alat milik UPT AlunAlun Ngawi. Dan parahnya lagi didalam fasum ditemukan barang dagangan milik para pedagang yang berada disekitar alun-alun. Dengan kondisi separah itu pihaknya secepat mungkin meminta klarifikasi dan tanggungjawab dari OPD terkait dalam hal ini Disparpora.

Selain sidak fasum, Supeno bersama seluruh anggota Komisi III juga melihat kondisi lapangan tenis di sisi timur alun-alun yang dibangun dengan konstruksi membran. Ditempat tersebut pihak dewan juga mengaku gerah ketika melihat membran yang peruntukanya sebagai atap lapangan tenis justru kondisinya jebol. Meskipun keberadaan membran itu sendiri masih ada garansinya selama 10 tahun dari pihak ketiga atau rekanan.

Pihaknya sangat menyayangkan dengan keadaan fasum lapangan merdeka Ngawi, terkesan di buat dan hanya di bangun asal-asalan tanpa ada pengawasan dan perawatan dari pihak esekutif.(ARD)

Read 78246 times