Now playing

Rate this item
(0 votes)
Kapolres Ngawi memberikan bingkisan sosial kepada pengurus perguruan Ngawi Kapolres Ngawi memberikan bingkisan sosial kepada pengurus perguruan Ngawi

Jelang Malam Satu Suro, Polres Ngawi Undang Pesilat Ngawi

By Published July 13, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Bertempat di Aula Rupatama Parama Satwika mapolres Ngawi, Kapolres menggelar silahturahmi jelang malam satu Muharram bersama ketua pengurus perguruan bela diri yang ada di Kabupaten tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia.  Diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto  giat ini guna menyamakan persepsi  menciptakan situasi kondosif, aman dan terkendali di hari jelang bulan Muharram 1442 H/Suro tahun 2020.

“ Kondosif  tidak hanya di ciptakan oleh pihak kepolisian saja, namun juga diawali dari setiap individu. Mendasar hal tersebut saya mengajak semua ketua perguruan silat yang ada di Ngawi untuk saling menjaga kerukunan agar tidak terjadi gesekan,” Ungkap Kapolres Ngawi. Senin (13/07/2020)

Tidak hanya itu saja, karena masih di tengah pandemic covid 19 kapolres menambahkan kepada para ketua perguruan agar kiranya saling mengingatkan kepada rekan sejawat dan adik seperguruan dalam melaksanakan kegiatan latihan dan pertemuan untuk tidak meninggalkan protocol kesehatan.  Mengapa hal ini terus ditekankan oleh Kapolres Ngawi,  pihaknya berharap tidak ada penambahan pasien covid 19 serta cluster baru yang saat ini tengah diupayakan keras oleh pemerintah Kabupaten Ngawi.

“  Taati protocol kesehatan agar memutus rantai penyebaran covid 19 di Ngawi,” Tambah Kapolres Ngawi.

 

Sementara perwakilan dari IPSI mengaku senang dengan apa yang dilakukan oleh Kapolres Ngawi yang berniat bersama –sama dalam menciptakan kondisi aman dan kondosif di Kabupaten Ngawi. Semoga hal ini kedepan  diamini oleh pengurus yang ada di Kabupaten Ngawi mempunyai tujuan yang sama dalam membawa kabupaten ini yang lebih baik dan terbebas dari penyebaran covid 19.

“ Semoga menjadi awal yang baik, dan dibulan penuh religi ini tidak ada hal yang menimbulkan perpecahan,” Jelas Sugeng Haryono dari PSHT Ngawi.

Sebelum para ketua perguruan, mengundurkan diri Kapolres Ngawi secara simbolis memberikan bantuan social berupa paket sembako. (ard)

Read 53 times