Now playing

Rate this item
(0 votes)

Jembatan Gantung Teguhan Paron Ngawi, Lenyap di Seret Sungai

By Published February 07, 2020

 

NGAWI - Hujan deras yang mengguyur Ngawi mengakibatkan jembatan penghubung antar desa hasil swadaya masyarakat, lenyap terseret aliran sungai anakan di Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Untung saja jembatan yang baru diresmikan pada tanggal 19 September 2019 tidak ada yang melintas dan tidak ada korban jiwa. Diungkapkan oleh Moh. Nursalim warga desa setempat ini mengungkap kejadian sekitar pukul 16.00 WIB bermula hujan deras mengguyur desa tersebut, dimungkinkan daerah lereng dari gunung lawu ini mengalami hal yang serupa. Alhasil debit air yang banyak menjadi satu memenuhi anak sungai, permukaan air sungai yang tinggi menyentuh bagian dasar jembatan seketika jembatan terseret dan lenyap di bawa arus sungai yang deras.

" Hujan turun dengan deras, sungai penuh dengan air dan dalam hitungan 15 menit jembatan yang dibangun selama sepekan oleh warga lenyap," Ungkap Moh. Nursalim. Jumat (07/02/2020)

 Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Teguhan dan Desa Sirigan, yang kondisinya masih baru 6 bulan, tiba-tiba roboh setelah diterjang luapan air sungai yang mengalir cukup deras.

"Saat kejadian, memang terjadi hujan besar, menyebabkan sungai meluap dan merobohkan jembatan," Tambahnya.

Sejumlah warga yang mengetahui jembatan terbawa arus sungai langsung melakukan penutupan jalur, agar tidak ada yang melintas jembatan yang terhanyut sungai.

Dengan pembangunan jembatan ini sebenarnya untuk memudahkan akses darat penghubung antar desa, tanpa harus memutar dengan jarak tempuh lebih dari 3 km.

"Akibat jembatan ambruk itu, pejalan kaki dan motor yang biasanya melintas untuk mengurangi jarak tempuh akhirnya terpaksa memutari desa lebih 3 km," tegasnya.

Kejadian melubernya curah hujan juga terjadi di jalan menuju wisata lokal Srambang masuk Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo, Ngawi aliran deras dari lereng gunung lawu ini mengakibatkan air setinggi lutut orang dewasa meluncur deras memenuhi badan jalan akibatnya warga takut melintas dan memilih menunggu situasi aman. (Ard )

Read 177 times