Now playing

Rate this item
(0 votes)

Kalah Dalam Persidangan 2 Bidang Tanah di Eksekusi

By Published August 24, 2017

Ngawi-Setelah di nilai kuat hokum  dan telah melalui prosedur , proses eksekusi tanah tetap berlangsung oleh Pengadilan Negeri Ngawi kendati mendapatkan perlawanan warga.   Sepertihalnya Pembebasan lahan tol Solo-Kertosono rupanya menyisakan masalah di Ngawi, Jawa Timur. Tepatnya di Dusun Ngadiluwih, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar warga menolak eksekusi lahan miliknya yang dilakukan Pengadilan Negeri (PN) Ngawi (23/08).

Aksi penolakan ini di lakukan oleh Sumiran Mukhlis Ikhsanudin (65) purna Polri warga Dusun Ngadiluwih menolak keras atas dua bidang lahan miliknya masing-masing seluas 10.399 meter persegi dan 146 meter persegi yang akan di eksekusi untuk dimanfaatkan sebagai lahan tol.

Dengan membawa poster sebagai bukti atas penolakan keras yang dilakukan oleh Sumiran ini terlihat dari poster yang terbentang dilokasi eksekusi bertuliskan tema ‘Demi Keadilan Tanah Saya Yang Terkena Jalan Tol’ dan berisikan beberapa tuntutan antara lain Mohon diganti tanah yang luasnya sama, Posisinya sama ditepi jalan yang sejalur, Kalau diganti dengan uang saya minta disesuaikan dengan harga tanah sekarang dan diakhiri dengan kalimat ‘Mohon Jangan Dikerjakan Dulu Sebelum Ada Realisasi’.

Seperti yang dibacakan Ketua Panitera PN Ngawi Djasman dijelaskan, jika pembebasan lahan dua bidang milik Sumiran ini sudah sesuai dengan keputusan dikeluarkan PN Ngawi Nomor 30/Pdt.P. Kons/2017/PN. Ngawi dan Nomor 31/Pdt.P. Kons/2017/PN. Dan proses eksekusi sendiri juga mendasar keputusan PN Ngawi Nomor 25/Pdt.P. Kons/2017/PN Ngawi. Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses esekusi petugas pengadilan dijaga ketat oleh Polisi dan TNI. 

“Guna menganstisipasi hal-hal yang menjurus anarki pengamanan dilakukan dari petugas kepolisian dan TNI. Agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak kita inginkan,” terang Kapolsek Kedunggalar AKP Lilik Sulastri, Rabu (23/08).

Jelasnya proses eksekusi tersebut akhirnya berjalan seperti yang diharapkan dua bidang tanah milik Sumiran langsung diratakan menggunakan dua alat berat. Mendasar  keputusan PN Ngawi telah mendapatkan uang ganti rugi yang dibayarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan dititipkan ke PN Ngawi. Pihak pengadilan telah memberikan ganti rugi kepada pihak kedua dalam kasus perdata ini dan itu sudah sesuai dengan amar keputusan lembaga peradilan yang mempunyai kekuatan hokum .(ARD)

Read 79378 times