Now playing

Rate this item
(0 votes)
Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustianto (Foto oleh Ardian Febri Tri H/BahanafmNgawi) Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustianto (Foto oleh Ardian Febri Tri H/BahanafmNgawi)

Kapolres Ngawi Akui Tersangka Mark Up Melibatkan Unsur ASN Berhasil Diamankan

By Published July 07, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto mengatakan, tersangka mark up  pengadaan tanah SMPN 1 Mantingan, Ngawi  menemui babak baru. Bahwasanya terduga pelaku dengan inisial H dan S telah diamankan oleh pihak petugas. Hal ini sekaligus menjawab,  petugas tengah serius menindaklanjuti kasus tersebut tidak disetengah-setengah dan tidak ada kasus yang mengendap.  Penjemputan ini dilakukan oleh petugas dengan alasan kedua tersangka yang salah satunya mantan ASN Pemerintah Kabupaten Ngawi tidak kooperatif, pada saat menjalani proses penyidikan.

“ Benar kedua tersangka sudah kami amankan dan mulai besok akan dimulai dengan pemeriksaan oleh petugas penyidik,” Ungkap Kapolres Ngawi. Senin (07/07/2020)

Orang nomer 1 di korps seragam coklat Ngawi ini menambahkan bahwa polisi telah menetapkan dua tersangka kasus pengadaan tanah sekolah berinisial  H dan S pada Januari 2020 lalu. Kedua tersangka juga sudah dipanggil dua kali guna pemeriksaan saksi. Sempat dugaan mark up tanah di Mantingan menjadi salah satu penyidikan panjang di Polres Ngawi. Kasus ini juga pernah diwarnai gugatan praperadilan dari tersangka terhadap kepolisian, namun gugatan ditolak.

“ Penjeputan dilakukan kemarin dan hari ini oleh petugas penyidik, setelah memenuhi unsur tindak pidana,” Tambahnya. 

Pengadaan tanah di Mantingan dilakukan Dinas Pendidikan Ngawi pada tahun 2018. Tanah itu disiapkan sebagai calon pengganti SMPN I Mantingan yang selama ini menempati lahan milik Pondok Gontor.

Penetapan dua tersangka kasus ini, diakui oleh Kapolres Ngawi, tak menutup kemungkinan akan berkembang kepada tersangka lainnya.

Dua tersangka tersebut juga bukan penanggungjawab kegiatan (PPK) pengadaan tanah Mantingan, sehingga tak menutup kemungkinan kasusnya masih akan berkembang.

“Kita tangani dua tersangka yang ini dulu, bila dari sini akan berkembang ya akan kita sidik lagi,” Tegas Kapolres Ngawi, AKBP Dicky Ario Yustisianto

Untuk permasalahan penanganan kasus korupsi sudah menjadi hal yang biasa pihaknya geluti, semasa bertugas sebagai perwira di lembaga penegak pemberantasan korupsi. Untuk menambah kelengkapan berita pemeriksaan petugas, Kapolres Ngawi telah bekerjasama dengan pihak ketiga BPKP sebagai audit mark up dana. Dengan hasil kerugian negara mencapai Rp 1,154 miliar dari pengadaan tanah Mantingan itu.

“ Dasar – dasar pemeriksaan kami sudah cukup, apabila nanti ada pengembangan kasus akan terus di selesaikan hingga tuntas,” Tambah  Dicky. (ard)

Read 71 times