Now playing

Rate this item
(0 votes)
Bupati Ngawi serahkan kasus marp up tanah mantingan kepada berwajib Bupati Ngawi serahkan kasus marp up tanah mantingan kepada berwajib

Kasus Mark Up Tanah Mantingan Ngawi, Bupati Serahkan Kepada Berwajib

By Published August 06, 2020


BAHANAFM,NGAWI – Penyidikan dan pemeriksaan petugas kepada 2 terduga kasus mark up tanah Mantingan Ngawi masih di dalami oleh pihak petugas satuan reserse krimimal (Satreskrim) polres Ngawi. Terhitung 6 juli 2020 terduga mantan sekertaris Dinas Pendidikan Ngawi dengan inisial HS dan SP perantara pembelian tanah ditangkap petugas karena telah di buktikan bersalah. Diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto hingga saat ini anggotanya masih melakukan pemeriksaan lanjutan kepada kedua tersangka tersangka yang telah ditetapkan.
“ Belum ada pengembangan saksi baru, masih dengan 2 orang tersangka yang telah di tetapkan,” Ungkap Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto.
Pengadaan tanah di Mantingan sendiri menggunakan dana P-APBD Ngawi tahun 2018. Hasil audit BPKP pada Mei 2019 menyatakan, terdapat kerugian negara lebih dari Rp 1,1 M dari pengadaan tanah tersebut. Posisi HS sendiri saat pengadaan dilakukan, adalah Sekretaris Dinas Pendidikan dan mengajukan pensiun pada tahun 2019.
HS sendiri pernah mengajukan pra peradilan pasca penetapannya sebagai tersangka, namun gugatannya ditolak.
Saat sidang pra peradilan, tim HS juga mengemukakan, tindakan Hadi terkait proyek tanah Mantingan, karena ada disposisi yang diberikan mantan Kepala Dinas Pendidikan yang saat itu menjadi PA dan PPK proyek tersebut.
Sementara di tempat terpisah Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat ditanya menanggapi kasus marp up tanah Mantingan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib untuk dapat membuktikan kasus tersebut.
“ Memang sodara kita tersandung permasalahan dan saya meminta kepada sodara penyidik untuk benar-benar bisa membuktikan hal tersebut,” jelasnya.
Bupati terkesan longgar dengan permasalahan marp up kasus tanah mantingan tersebut, yang rencananya di pergunakan untuk relokasi SMP 1 Mantingan dikarenakan masih berada di tanah milik gontor putri. Pihaknya berharap kepada penyidik dan hakim untuk seadil-adilnya menangani kasus ini, apabila terduga tidak bersalah ini melakukan kealphan atau tidak sengaja bisa di berikan keringan hukuman.
“ Kalau penyidik bisa membuktikan monggo, tapi saya berharap ada keringan hukuman apabila terduga ini telah melakukan kealphaan,” Tegas Bupati Ngawi. (ARD)

Read 18 times