Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Kedelai Diborong China, Pengrajin Tempe dan Tahu Ngawi Kelabakan

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Yusuf Rosyidi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ngawi Yusuf Rosyidi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ngawi

Kedelai Diborong China, Pengrajin Tempe dan Tahu Ngawi Kelabakan

By Published January 16, 2021

BAHANAFM,NGAWI - 2 Bulan terakhir ini para perajin tahu dan tempe di kabupaten Ngawi, tengah mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang terlalu tinggi. Bahkan, mereka memutuskan tidak memproduksi dengan jumlah yang banyak dikarenakan perbandingan pembelian bahan tidak sesuai dengan penjualan yang di keluarkan. Belum lagi alasan pandemic covid 19 yang tidak kunjung selesai, semakin terpuruk nasib para pengrajin makanan khas Ngawi.
Kenaikan harga kedelai yang mahal di pasaran dikarenakan menghilangnya di Indonesia, kedelai impor ini diborong oleh China. Hal ini berdampak pada bisnis tahu dan tempe mereka yang bergantung pada bahan baku kedelai.
Yusuf Rosyidi selaku kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ngawi mengungkapkan alasan di balik mahalnya harga kedelai akhir-akhir ini. Menurut dia, kenaikan harga terjadi karena mengikuti harga pasar internasional.
Sebab, sekitar 80 persen lebih kebutuhan kedelai di Indonesia ditutup oleh impor dari Amerika Serikat, Brasil, dan beberapa negara lainnya. Sementara kurang dari 20 persen dipenuhi oleh produksi lokal.
“ Kedelai impor naik dengan pesat awalnya hanya Rp 7.200 sekarang capai Rp 9.200 -9500 perkilogramnya,” Jelas Yusuf Rosyidi.
Hal ini membuat harga kedelai impor di dalam negeri sangat bergantung pada pergerakan harga kedelai di pasar internasional. Lebih lanjut, Yusuf mengatakan kenaikan harga kedelai di pasar dunia terjadi karena China memborong produksi kedelai AS.
“Pembeli terbesar kedelai di dunia adalah China, yakni sekitar 74 juta ton per tahun. Tahun ini China menaikkan pembelian capai 95 juta ton, kelebihan 20 tersebut salah satunya untuk Indonesia” Tambah Rosyidi, Kamis(07/1/2021).
Mengetahui hal tersebut Disperindag Ngawi memberikan solusi untuk melakukan kerjasama dengan dinas pertanian guna mengantispasi jangka tahun ke depan. Yakni meminta kepada para petani Ngawi beralih menanam kedelai dengan standart impor agar bisa memenuhi kebutuhan kedelai 4 sentra di Kabupaten Ngawi. Langkah selanjutnya pihaknya mengajak kepada para pengrajin di Ngawi untuk melakukan pembelian di FKS Surabaya yang merupakan distributor kedelai di Jawa Timur dengan harga yang terjangkau.
“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk jangka panjang tingkat produksi. Kedua bekerjasama dengan distributor Surabaya dengan pembelian sedikit miring dengan kwalitas kedelai yang hampir sama;” Tegasnya.(ARD)

Read 140 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries