Now playing

Rate this item
(0 votes)

Keluarga Pelaku Shock, Petugas Terjunkan Anjing Pelacak

By Published September 27, 2017

Ngawi -Peristiwa pembacokan secara brutal yang dilakukan Muh Mudiono terhadap calon istrinya Neny Agustin hingga tewas membuat kesedihan mendalam bagi kedua orang tua pelaku. Saat dijumpai dikediamanya Dusun Pondok, RT 05/RW 02, Desa Macanan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi pada Selasa kemarin sore sekitar pukul 16.30 WIB ada sederet cerita tentang Muh Mudiono putra bungsu dari tujuh bersaudara ini.

Sukatmi (70) ibu pelaku menuturkan, pagi kemarin sebelum kejadian tidak ada gelagat apapun terhadap putranya Muh Mudino bakal melakukan aksi keji terhadap calon menantunya tersebut. Seperti biasa aktivitas putranya itu pun layaknya pemuda desa lainya tidak ada sikap atau perilaku yang mencolok. Usai sarapan pagi Muh Mudiono kata Suyatmi mempersiapkan berkas dan syarat pernikahanya untuk dikirim ke calon istrinya Neny di Dusun Kapungan, Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo.

“Kados biasane enjing sakderenge kedadosan perkawis niku anak kulo sarapan terus ngumpulke surat-surat kangge nikah (Seperti biasanya pagi sebelum kejadian anak saya sarapan terus mengumpulkan surat untuk nikah-red),” terang Suyatmi.

Urainya, setelah semuanya dirasa komplit Muh Mudiono pamit mau pergi ke rumahnya Neny guna mengirim surat kelulusan yang telah jadi. Menyusul sehari sebelum kejadian terang Suyatmi, Muh Mudiono melengkapi diri persyaratan nikah salah satunya surat kesehatan maupun foto. Tanpa menaruh curiga selaku orang tua Suyatmi mengamini pernikahan Muh Mudiono yang hanya lulusan SD dengan gadis pujaanya Neny Agustin yang masih duduk dibangku kelas 2 sekolah setingkat MTs diwilayah Kecamatan Kedunggalar.

Namun bak disambar petir ketika mendapat informasi jika Muh Mudiono melakukan aksi pembacokan kepada calon istrinya demikian juga kepada calon ibu mertua, kakek Neny berikut tetangganya. Suyatmi dengan kalimat terbata-bata menuturkan, dirinya hanya bisa pasrah mendengar kalau anak kandungnya itu berbuat keji kepada calon istrinya dengan cara dibacok secara membabi buta menggunakan parang. Seketika itu kabar pembacokan langsung disampaikan ke suaminya Parno (62) yang tidak lain bapak angkat pelaku Muh Mudiono.

“Kulo langsung lemes mboten saged nopo-nopo bakdone mireng kabar ngoten niku (Saya langsung lemas tidak bisa berbuat apa-apa sesudah mendengar kabar seperti itu-red),” sambung Suyatmi.

Sambungnya hubungan antara Muh Mudiono dengan calon istrinya Neny Agustin sudah berlangsung sekitar 5 bulan. Pada awalnya selaku orang tua Suyatmi tidak begitu setuju terhadap rencana nikah anaknya dengan korban. Mengingat Neny masih duduk dibangku sekolah dan harus menyelesaikan sekolahnya dulu. Tetapi apa boleh buat, seringkali ketika Neny diajak pelaku kerumahnya selalu ditanya kenapa mau dengan Muh Mudiono. Jawaban korban Neny saat itu tuturnya, sudah mencintai Muh Mudiono dan siap untuk dinikah.

“Kulo nyuwun anak kulo enggal kepanggih kaliyan pak polisi punopo nyerahke awake mboten sah mlayu kersane perkarane niku enggal rampung (Saya minta anak saya secepatnya ketemu oleh pak polisi atau menyerahkan diri tidak usah melarikan diri supaya perkaranya cepat selesai-red),” jelasnya.

Pungkasnya, Muh Mudiono dimata keluarganya terbilang sebagai anak kreatif dan tekun bekerja mencari perekonomian terbukti selama tiga tahun terakhir sebagai pencari kroto. Selain itu selaku orang tua Suyatmi tidak tahu asal muasal senjata parang yang dipakai untuk membacok korban dan tiga orang lainya itu. Sebab, yang dia tahu ketika berangkat ke rumahnya Neny tidak membawa senjata tajam apapun.

Terpisah Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono menuturkan, hingga pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB Rabu, (27/09), keberadaan pelaku pembacokan Muh Mudiono belum tertangkap. Diprediksi pelaku masih bersembunyi di hutan Krandegan masuk wilayah Kecamatan Ngrambe. Selain itu pihaknya bersama Satreskrim Polres Ngawi terus mendalami motif pelaku menghabisi korban berikut darimana mana asal senjata parang yang dipakai pelaku.

Hingga kini hari kedua pasca pembunuhan sadis yang dilakukan Muh Mudiono untuk melakukan perburuan terhadap pelaku Satreskrim Polres Ngawi menerjunkan dua anjing pelacak dari Unit Satwa K-9 Polda Jatim, Rabu (27/09).

“Untuk memaksimalkan perburuan terhadap pelaku (Muh Mudiono-red) hari ini kami menerjunkan anjing pelacak dari Polda Jatim. Lokasi penyisiran tetap pada area yang kami prediksi awal yakni di kawasan hutan Krandegan dan sekitarnya,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko.

Meski demikian pencarian terhadap pelaku tetap melibatkan puluhan anggota Satreskrim Polres Ngawi di back up petugas Polsek Jogorogo, warga masyarakat Desa Dawung dan relawan dari RAPI. Dalam pantauan, sekitar pukul 12.30 WIB dua anjing pelacak langsung diterjunkan dengan konsentrasi perburuan dikawasan hutan Dares masuk Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren atau sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian. (ARD)

Read 57347 times