Now playing

Rate this item
(0 votes)

Kembali Alami Depresi, Warga Gemarang Ngawi Gantung Diri

By Published March 02, 2020

Ngawi – Kembali terjadi warga Ngawi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena alasan depresi. Pihak petugas sendiri mencatat sedikitnya ada 5 warga Ngawi sejak awal bulan tahun ini, yakni selama januari – Februari. Mayoritas pelaku nekat mengakhiri hidupnya dengan alasan depresi.
“ Dengan adanya kasus bunuh diri di Gemarang ini menambah jumlah warga yang nekat akhiri hidupnya karena depresi,” Jelas Kasubag Humas polres Ngawi AKP Parasito. Senin (02/03/2020)
Para pelaku gantung diri ini adalah mereka dengan batas usia non produktif 50 – 80 tahun, motifnya sendiri depresi akibat kebutuhan ekonomi, dan depresi karena penyakit menahun tidak kunjung sembuh.
Sementara Suyatno 70th warga asal Dusun Recobanteng, Desa Wonorejo Kedunggalar Ngawi ditemukan meninggal oleh sodaranya dengan cara gantung diri dalam rumah. Diungkapkan oleh Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman menjelaskan kejadian tersebut bermula dari sodara korban dengan identitas Sigit Pujilaksono 18th mencari korban. Setelah memasuki rumah korban mencium bau pestisida yang cukup menyengat, setelah di cek di dalam kamar korban dikejutkan dengan korban yang sudah meninggal karena gantung diri.
“ Sekitar pukul 08.00 WIB saksi Sigit hendak mencari korban, ternyata didapati di dalam kamar korban dalam keadaan meninggal,” Jelas AKP Sukisman.
Dari hasil keterangan pihak keluarga korban dan saksi seringkali menyendiri, penyebab Suyatno bunuh diri di duga dikarenakan depresi. Sementara pihak kesehatan puskesmas Gemarang dan pemeriksaan pihak petugas polsek Kedunggalar kematian korban murni akibat bunuh diri hal ini dikuatkan dari tanda-tanda gantung diri telah terpenuhi.
“ Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah, dan jenasah korban langsung di semanyamkan di TPU desa setempat,” Tegas Kapolsek Kedunggalar(ard)

Read 127 times