Now playing

Rate this item
(0 votes)

Kembali Percepatan Jalan Tol Ngawi Benturan dengan Warga

By Published August 22, 2017

Ngawi- lagi dan lagi pembangunan  tol Solo-Kertosono yang direncanakan selesai awal 2018 mendatang bakal tidak sesuai dengan scedul. Pasalnya pelaksana kembali mendapatkankan teguran dan peringatan dari warga. Puluhan warga menuntut kepada pihak pelaksana pekerjaan tol PT Waskita Karya dibangunnya jalan overpass maupun underpass menuju lahan pertanian yang belum di penuhi oleh pelaksana.

Aksi warga yang berlangsung di jalan tol tepatnya STA 69-70 masuk antara dua dusun Ngrampal dan Weru, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi puluhan warga setempat melakukan aksi unjuk rasa (unras) kepada PT Waskita Karya untuk dibuatkan jalan underpass ataupun overpass menuju areal pertanian. Kegiatan warga ini sudah untuk ketiga kalinya dan permintaan mereka tidak di gubris oleh pelaksana proyek. 

Unjuk rasa warga ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, Senin (21/08),  sempat membuat para pekerja jalan tol berhenti total pasalnya warga  melakukan penutupan jalan tol menggunakan bambu disertai membentangkan beberapa poster yang bertuliskan tuntutan. Andi Winarsoyo korlap aksi unras warga menjelaskan, mereka menuntut adanya akses jalan menuju area pertanian yang selama ini belum direalisasikan oleh PT Waskita Karya.

“ Kami sudah lelah menunggu dan menunggu janji untuk di bangunkan jalan.  Namun hingga setahun lebih ini kenyataanya yang ada tidak ada satupun jalan yang dibangun sesuai janji itu,” terang Andi Winarsoyo.

Dampak pertama dari pembangunan tol ini, para petani mengalami kesulitan mengangkut hasil produksi pertanian menggunakan kendaraan roda empat.  Ditambahkannya sebelum ada pekerjaan tol tidak ada masalah sama sekali yang dialami petani. Tambahnya, pihak warga menghendaki adanya overpass maupun underpas bukan JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) yang telah dibangun sekarang ini.

“Kami berharap adanya pembangunan jalan pasalnya bila tidak ada kami merasa kesulitan menuju area pertanian dan harus memutar cukup jauh,” jelas Andi.

Aksi warga yang juga mendapat pengawasan dari Supardi Camat Widodaren, Aditya Direktur Teknis PT SNJ selaku penanggungjawab pembangunan tol demikian juga Wage Supriyono Kades Sidolaju menemui para pengunjuk rasa untuk melakukan mediasi. Namun puluhan warga hanya mendengar kenyataan pahit, PT SNJ tidak dapat menyanggupi permintaan warga sebab sejak awal yang tergambar hanya JPO. Meski demikian pihak TP SNJ sudah menyarankan kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian PUPR untuk dibangun overpass bukan JPO yang hingga kini belum mendapatkan menjawaban.

Sampai selesai aksi unras, tidak ada satupun kesepakatan antara warga dengan PT SNJ. Sebab disatu sisi PT SNJ masih menunggu pengajuan dari warga untuk disampaikan ke Kementerian PUPR. Dengan hasil itu warga tetap memblokir jalan sampai tuntutanya dipenuhi. Sementara itu pihak petugas dari Polsek Widodaren maupun TNI hanya melakukan penjagaan saja, untuk mencegah  jangan sampai aksi unras berlanjut anarki yang berdampak kurang baik.

“Alhamdulilah hingga berakhirnya aksi warga yang kendati belum mendapatkan titik temu berjalan dengan aman dan lancar,” jelas Kapolsek Widodaren AKP Juwahir.(ARD)

Read 83543 times