Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Kenalkan Desa Organik, Bupati Ngawi Rangkul Kelompok Tani

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Dengan dipukulnya kentongan sebagai simbol lounching Desa Organik Dengan dipukulnya kentongan sebagai simbol lounching Desa Organik

Kenalkan Desa Organik, Bupati Ngawi Rangkul Kelompok Tani

By Published March 05, 2021

BAHANAFM,NGAWI - Guna mengurangi ketergantungan pupuk kimia dan mengembalikan kandungan unsur hara dalam tanah, Bupati Ngawi rangkul kelompok tani dengan lounching desa Organik. Bertempat di Balai Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren Ngawi lounching Desa Organik ini, dihadiri oleh unsur Forpimda , Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, kepala desa dan perwakilan kelompok tani. Ony Anwar Harsono Bupati Ngawi mengungkapkan lounching ini sebagai tindak lanjut 15 desa organik yang sebelumnya sudah di fasilitiasi oleh pemkab Ngawi, nantinya ke depan bisa menjadi embrio dan menularkan ilmunya kepada yang lain.
“ Desa organik ini sebagai embrio agar nantinya bisa berkembang, dari 15 desa bertambah 2 setiap kali tanam hingga seluruh Kabupaten Ngawi ikut mendukung progam pemerintah tersebut,” Ungkap Bupati Ngawi Ony Anwar. Kamis (04/03/2021)
15 desa tersebut diantaranya Desa Bendo, Desa Ngompro, Desa Widodaren, Desa Baderan, Desa Sambirejo Kecamtan Mantingan, Desa Sambirejo Kecamatan Ngrambe, Desa Lego Wetan, Desa Mojo, Desa Gentong, Desa Jatirejo, Desa Kuniran, Desa Guyung, Desa Sidomakmur , dan Desa Giriharjo. Ditambahkan oleh Ony demikian panggilan akrab Bupati Ngawi, orientasi desa organik ini bukan pasca panen namun pola organiknya sebelum masa panen dengan mengembalikan kandungan hara dalam tanah. Sehingga dalam kurun waktu ke depan para petani Ngawi sudah tidak ketergantungan kepada pupuk subsidi serta apabila terjadi tidak adanya pupuk kimia di pasaran, petani Ngawi tetap bertahan.
“ Yang terpenting dengan adanya desa Organik ini, petani di Kabupaten Ngawi tidak lagi tergantung dengan pupuk subsidi, walaupun ada pupuk subsidi, ataupun tidak ada. Petani Ngawi tetap menjadi mereka menjadi petani unggul,” Tambah Bupati Ngawi.
Sementara di tempat yang sama Marsudi selaku kepala Dinas Pertanian mengaku mulai tahun ini adanya pengurangan penggunaan pupuk kimia capai 15 %, dikombinasikan menggunakan pupuk organik dengan harapan 3 kali tanam selama 2 tahun ke depan penggunaan pupuk bisa berkurang hampi 50 %.
“ Dengan progam pemerintah kabupaten Ngawi secara tidak langsung ketergantungan akan pupuk kimia bisa berkurang secara bertahap, tidak hanya itu saja pengembalian unsur hara secara alami meningkatkan produksi tanam yang menguntungkan petani,” Tegas Kadispertan Mashudi (ARD) 

Read 37 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries