Now playing

Rate this item
(0 votes)

Kepala Desa Teguhan Ngawi, Miliki Puluhan Keris

By Published November 23, 2019

NGAWI – Senjata jaman dulu yang memiliki karya seni tinggi, memiliki filsafat kehidupan dan sekaligus menjadi penanda strata tersebut di namakan keris. Keris salah satu warisan leluhur bangsa Indonesia, selain sebagai senjata, ternyata memiliki nilai dan filosofi pelajaran hidup yang tergambar dalam bilahnya. Keunikan dan makna tersebut banyak menarik seseorang untuk menjadi seorang kolektor keris.
Sepertihalnya Supriyono seorang kepala Desa Teguhan, Kecamatan Paron Ngawi, tertarik mengoleksi keris, hingga 70 keris bahkan di antara koleksinya dibuat sejak abad 67 ada pula di zaman Prabu Brawijaya Majapahit bahkan dari kerajaan era Hindu – Budha dalam koleksinya.
Saat ditemui dalam pameran keris di kantor Desa Teguhan di jalan raya Paron- Jogorogo, ratusan keris di perlihatkan secara gratis oleh para kolektor Ngawi. Hal ini sebagai bentuk kepedulian dari Supriyono dan teman-teman kolektor keris Ngawi, untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda bahwa pusaka yang di perlihatkan tersebut pernah menjadi senjata melawan penjajah hingga memiliki kesaktian di zamannya. Koleksinya ini terdiri dari berbagai jenis keris, termasuk tahun pembuatan, hingga asal daerah. Mulai masa kerajaan di era Hindu-Budha, hingga Kesultanan Mataram Islam, dengan ciri khas masing-masing. Bahkan, di antaranya ada jenis keris yang disebut kadga atau kadgo. Sepintas yakni mirip pedang.
“ Keris – keris yang saya miliki ini beraneka ragam bentuk, dari model tombak, pedang hingga yang dimiliki oleh raja zaman dulu” Ungkap Supriyono. Jumat (22/11/2019)
Diakuinya kecintaan dari mengkoleksi keris ini berawal dari kedatangan seseorang yang tidak ia kenal menyerahkan 4 keris secara Cuma-Cuma hanya berpesan untuk merawat keris tersebut. Hingga saat ini kepala desa yang sudah di percaya warganya untuk kedua kali memimpin Desa Teguhan memiliki keris Kyai Sengkelat. Pembuatan keris Kyai sengkelat ini di percaya bahwa besi bahan dasar keris tersebut dari pancang kuda Nabi Muhammad yang dibawa langsung oleh Sunan Ampel.
“ Yang berkesan hanya satu yakni kyai sengkelat, keris ini adalah senjata dari Prabu Brawijaya pernah mendampingi saat kejayaannya dengan bahan dasar besi dari arab “ tambahnya.

Supriyono mengaku sudah 20 tahun lebih mengoleksi keris dan tombak pusaka. Tak ayal kini keris dan tombak koleksinya mencapai puluhan. Apabila tidak ikut pameran koleksinya tersebut tersimpan di dalam ruangan khusus yang ada di kediamannya. (ard)

Read 128 times