Now playing

Rate this item
(0 votes)
in SPORT

Ketua KONI Ngawi dinilai Tidak Transparan Dalam Kelola Anggaran

By Published September 06, 2017

Ngawi-Seperti diungkapkan oleh Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Ngawi mendasar dari penerimaan tembusan somasi LBH Bhirawa yang ditujukan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Ngawi pada 30 Agustus 2017 lalu.  Dinilai kurang memperhatikan cabang olahraga dan kurang transparn dalam kelola anggaran Ketua Soni Suprasono KONI Ngawi tidak cakap dalam pembinaan ke cabang olahraga (cabor) beberapa tahun terakhir ini.(05/09)

“Setelah menyimak dan menyimpulkan tuntutan dalam somasi LBH Bhirawa,  cukup masuk akal untuk ditindaklanjuti, pihaknya meminta kepada esekutif untuk lebih tegas dalam menyingkap hal itu agar tidak berkepanjangan,” Ketua DPRD Ngawi.

Antok demikian panggilan akrab Ketua DPRD Ngawi menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan Soni Suprasono sebagai Ketua KONI Ngawi. Pertama, apakah KONI Cabang Ngawi sudah melaksanakan fungsi sesuai kapasitasnya dalam beberapa tahun terakhir ini, sudahkan berprestasi jika disandingkan dengan anggaran yang diterima lebih-lebih di tahun 2017 ini dengan menerima dana hibah Rp 2,7 miliar melalui pos APBD.

Kedua, disorot tentang keberpihakan dari aspek pelaksanaan fungsi KONI dalam hal pembinaan sudahkah menyentuh ke semua cabor yang ada mengingat keberadaan pengurus KONI Cabang Ngawi dipilih oleh cabor itu sendiri. Dan ketiga, tentunya permasalahan paling krusial yakni tentang masalah pemerataan anggaran KONI terhadap cabor atas anggaran yang dikelola sudahkan dipertanggungjawabkan secara benar dan transparan.

Pihaknya menyanyangkan dari kepemimpinan ketua KONI sekarang tidak memperhatikan club sepak bola yang sekarang mengharumkan nama Kabupaten Ngawi. Sebaliknya pengelolaan anggaran di serahkan ke club yang notabene belum memberikan prestasi membanggakan. 

“Sangat ironis ketika ada club sepakbola yang jelas dan real statusnya demikian juga kegiatanya dan menduduki Liga PSSI malah diumbar tanpa sepeserpun mendapat plotting anggaran. Anehnya, malah mengelola anggaran sendiri terhadap club sepakbola yang tidak jelas statusnya bahkan pola manajemen anggaranya pun sangat detail sampai laundry  kostum pemain dianggarkan” tegasnya.

Koordinator LBH Bhirawa Ngawi Gembong Pranowo melakukan somasi langsung ke Soni Suprasono Ketua KONI Cabang Ngawi. Dimana dalam satu tuntutanya meminta KONI Cabang Ngawi untuk menyampaikan program kerja dan penggunaan dana hibah dari Pemkab Ngawi senilai Rp 2,7 miliar bersumber APBD 2017 kepada semua cabor paling akhir 15 September 2017. Jika tidak, Gembong pun mengancam akan membawa permasalahan itu ke ranah hukum sesuai ketentuanya. Pihaknya menduga adanya hal yang tidak wajar dalam pengelolaan anggaran tersebut dan tidak sampai ke sasaran.(ARD)

Read 82782 times