Now playing

Rate this item
(0 votes)
Deni Wicaksana anggota DPR Propinsi Jawa Timur saat dikonfirmaasi awak media (foto oleh Ardian Febri Tri H untuk BahanafmNgawi) Deni Wicaksana anggota DPR Propinsi Jawa Timur saat dikonfirmaasi awak media (foto oleh Ardian Febri Tri H untuk BahanafmNgawi)

Komisi E DPR Propinsi Jatim, Monitoring ke Ngawi Pantau Progam Kesejahteraan

By Published June 09, 2020

BAHANAFM,NGAWI - Komisi E DPR Propinsi  Jawa Timur (Bidang Kesejahteraan Rakyat), siang tadi  melakukkan monitor ke satuan kerja dibawah gugus tugas covid 19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi. Kedatangan pimpinan dan anggota dewan asal Surabaya tersebut tidak sendiri, ikut pula dalam rombongan tersebut wakil sekertaris dinas sosial yang juga mempunyai tugas dalam pemantuan penggunaan dana pemerintah yang di pergunakan untuk penanganan pencegahan serta pengembalian perekonomian dampak covid 19. Deni Wicaksono salah satu anggota DPR Propinsi Jatim mengaku salut dengan upaya pencegahan serta kewaspadaan penyebaran penyakit pandemic di Kabupaten Ngawi, terbukti pada saat memasuki exit tol Ngawi rombongan di berhentikan dan langsung dilakukan uji rapid di lokasi tersebut.

“ Kami sudah membawa surat tugas, namun petugas demikian selektif mengantisipasi penyebaran covid 19 dan kami yang datang dari zona hitam langsung dilakukan pemeriksaan,” Ungkap Deni Wicaksono saat ditemui di pendopo dr Rajiman Widyodiningrat Pemkab Ngawi. Selasa (09/06/2020)

Dijelaskan oleh Deni panggilan akrab legeslator yang berangkat dari partai banteng moncong putih ini mengaku kedatangannya ini sekaligus ingin mengetahui keterpihakan bantuan sosial (Bansos)  dari anggaran propinsi apakah sudah dimanfaatkan oleh Ngawi. Pasalnya apabila tidak bisa menyerap dana dari pemerintah propinsi (Pemprof) Jatim, terdapat anggaran sejumlah 454 Milyar dipergunakan pemulihan ekonomi untuk warga masyarakat Jawa Timur. Sementara dana untuk perkabupaten memang belum di kalkulasi, sehingga pihaknya perlu melakukan monitoring setiap daerah-daerah di Jawa Timur.

“ Mengapa kami ke Ngawi, hal ini untuk mengetahui secara langsung apakah Pemkab bisa memanfaatkan dana tersebut,” Tambah Deni.

Dijelaskan oleh Deni, dana ratusan milyar tersebut diperuntukkan warga Jatim yang sangat terdampak covid 19 sepertihalnya pemulihan ekonomi pelaku UMKM, pelaku seni, pelaku wisata dan mungkin juga dipergunakan untuk bantuan modal serta akses penjualan produksi barang.

“ Belum ada data kongkrit berapa perkabupaten dalam menyerap anggaran tersebut, namun peruntukkan jelas yakni pemulihan ekonomi dampak covid 19,” Tegasnya.

Sementara Bupati Ngawi Budi Sulistyono dana bantuan pemprof tersebut nantinya akan di pergunakan untuk mencaver warga Ngawi yang belum terdata bantuan pemerintah kabupaten atau terdapat warga miskin baru dampak covid 19. Dijelaskan oleh Kanang demikian panggilan akrab Bupati Ngawi, bansos tersebut akan di apreasiasikan untuk penanganan kesehatan maskin dan juga para pelaku seni serta ekonomi.  

“ Kita akan berusaha menyerap dana tersebut, pasalnya warga Ngawi masih banyak yang belum tercaver bantuan sosial dari pemerintah kabupaten Ngawi,” Jelas Bupati Ngawi (ard)

Read 89 times