Now playing

Rate this item
(0 votes)

Korban Mayat Tengah Hutan Karena Kelaparan dan Hilang Ingatan

By Published September 25, 2017

Ngawi-Berdasarkan hasil autopsi tim medis RSUD dr Soeroto dan Polres Ngawi berhasil memastikan penyebab meninggalnya Harjo Sumarto seorang kakek berumur 90 yang jasadnya ditemukan warga di Petak 32 RPH Bulaktimun masuk Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Ngawi murni akibat hilang ingatan dan bukan di karenakan sebab lain. Mendasar keterangan petugas tersebut, keluarga korban pun menerima sebagai musibah dan memakamkan di TPU desa setempat.

Data yang diperoleh dari Satreskrim Polres Ngawi jasad korban telah di autopsi di kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi pada Minggu kemarin, (24/09), sekitar pukul 09.00 WIB. Hasil dari pemeriksaan medis terhadap jasad korban diketahui telah terjadi patah tulang iga dan patah tulang bagian tangan kanan yang diakibatkan tulang rapuh dan terbakar. Dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban baik akibat hantaman benda tumpul maupun tajam.

“Di tubuh korban tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan misalkan tanda-tanda kekerasan atau segala macam yang mengarah pada tindakan penganiayaan,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko.

Jelas dia, hasil dari olah TKP mendasar keterangan beberapa orang saksi disebutkan terbakarnya jasad Harjo Sumarto diakibatkan lahan disekitar lokasi kejadian memang terbakar akibat kekeringan musim kemarau. Bahkan kejadian terbakarnya lahan berdasarkan keterangan dari petugas Perhutani setempat selama sebulan terakhir telah terjadi kebakaran dua kali.

“Selain itu kalau korban sebelum ditemukan meninggal kondisinya memang sudah pikun lantaran usianya. Dan korban sesuai keterangan dari anak kandungnya telah meninggalkan rumah sudah sebulan lebih dan menerima kejadian itu sebagai musibah,” pungkas AKP Maryoko.

Seperti diketahui sebelumnya, jasad Harjo Sumarto yang tercatat sebagai warga Dusun Grasak, Desa/Kecamatan Gondang, Sragen ditemukan warga Desa Tambakboyo sekitar pukul 19.00 WIB di Petak 32 masuk RPH Bulaktimun. Saat ditemukan, kondisi jasad korban dalam keadaan membusuk dan terbakar hingga nyaris tidak dikenali lagi. Setelah menginformasikan kepada warga pada akhirnya ada yang merasa kehilangan dan berhasil mengungkap identitas korban.(ARD)

Read 35610 times