Now playing

Rate this item
(0 votes)
KPID JATIM saat mengunjungi radio RASIFM KPID JATIM saat mengunjungi radio RASIFM

KPID Jatim, Pemerintah Daerah Belum Maksimalkan Peran Lembaga Penyiaran Publik Untuk Edukasi Masyarakat Terkait Covid 19.

By Published July 14, 2020

Rasi Fm - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah KPID Jawa Tmur menilai pemerintah daerah belum memaksimalkan peran lembaga penyiaran resmi didaerah untuk melakukan edukasi kepada masyarakat terkait covid 19. Eko Rinda Prasetiyadi Koordinator bidang Kelembagaan dan SDM KPID Jawa Timur mengatakan, di masa menuju era normal baru atau new normal seharusnya pemerintah daerah dan instansi terkait penanganan covid 19 gencar melakukan edukasi kepada masyarakat melalui media penyiaran daerah. “Harusnya di era pandemic seperti ini tv radio itu gencar, disitu pemerintahan daerah itu selalu tampil disitu tampil memberikan edukasi kepada masyarakat, muspida muspida terlibat aktif. Sampaikan hibauan himbauan pemerintah melalui tv dan radio yang berijin sehingga masyarakkat mendapat pencerahan terkait protokol kesehatan yang harus selalu disampaikan,” ujarnya
Eko menambahkan, dengan aktifnya pemerintah daerah secara kontinyu memberikan himbauan kepada masyarakat mellaui media penyiaran daerah selain memberikan pemahaman terkait covid 19 secara tidak langsung juga akan meminimalisir beredarnya informasi tidak benar atau hoak terkait virus corona. “ Ketika televise dan radio itu menjadi leading sektor dalam komunikasi publik di era pandemic semacam ini, maka berita hoak misalnya itu akan terpnggirkan dengan sendirinya karena masyarakat semakin teredukasi dengan adanya media mainstream yang aktif menyampaikan himbauan himbauan dari pemerintah maupun instasnis terkait bagaimana menghadpi situasi pandemi semacam ini,” imbuhnya.
Di Jawa Timur terdapat lebih dari 400 lembaga penyiaran public baik telvisi maupun dradio resmi yang seharunya bisa dimaksimalkan oleh pemerintah daerah untuk mendukung pencegahan penularan virus corona mellaui edukasi kepada masyarakat. (DmS).

Read 71 times