Now playing

Rate this item
(0 votes)
Aman Ridho Hidayat tengah talkshow di radio bahanafm Aman Ridho Hidayat tengah talkshow di radio bahanafm

KPU Ngawi Modali PPDB Dengan Protokol Covid 19 Guna Coklit

By Published July 11, 2020

BAHANAFM,NGAWI - Komisi Pemilihan Umum pada Rabu (08/072020) membekali Biimbingan Tekhnis (Bintek) kepada 1797 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) Kabupaten Ngawi, untuk Pemilihan kepala daerah serentak 2020 dilapangan. Diungkapkan oleh Aman Ridho Hidayat selaku komisioner KPU Ngawi Devisi Tekhnis bahwa PPDP ini nantinya bertugas memastikan antara KTP, KK dan jumlah anggota keluarga yang sudah memenuhi syarat memilih, apakah sudah sesuai dengan data daftar pemilih pemetaan sementara.

" Sebelum terjun ke lapangan PPDP ini sudah kita bekali dengan bimbingan agar tidak salah dalam memastikan nama calon pemilih dengan daftar pemetaan TPS sementara," tulis KPU pada akun Twitter resminya, Jakarta, Selasa.

Ditambahkan oleh Ridho demikian panggilan akrab komisioner KPU Ngawi mengatakan ada sekitar 1797 orang yang akan terlibat dalam proses pemutakhiran data pemilih yang akan mulai digelar pada 15 Juli 2020 mendatang. Dengan mendata asumsi calon pemilih sekitar 725 ribu dengan setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) 400 – 500 orang. Karena bekerja ditengah pandemic covid 19, PPDP akan di berikan tanda khusus berupa ban symbol PPD di lengan kanan kiri kemudian sarung tangan, masker serta handsanatizer untuk mencegah tertular penyakit covid 19. Proses rekrutmen dan pelaksanaan tugas PPDP tersebut nantinya tetap memperhatikan standar dan prosedur protokol kesehatan covid 19. Dalam bintek yang di selenggarakan di salah satu rumah makan di Ngawi ini KPU sekaligus membagikan pengadaan barang pelindung diri sesuai standar protokol kesehatan sebelum tahapan dimulai, ditambah lagi sebelum coklit data PPDP akan mengikuti test rapid terlebih dahulu.

"Untuk pemutakhiran data pemilih PPDP dibekali APD (alat pelindung diri) pasalnya mereka akan mendata per TPS sekurang-kurangnya juga 400-500 calon pemilih," Tambahnya.

Data yang dikumpulkan oleh PPDP akan menjadi dafar pemilih perbaikan yang kemudian sebagai acuan daftar pemilih sementara sambil menunggu proses menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilihan kepala daerah serentak 2020. Ditegaskannya dalam pemilihan ini tidak ada TPS khusus yang ditempatkan di Lapas atau Rumah sakit, hanya saja petugan pemungutan suara yang nantinya jemput di lokasi masing-masing.

“ TPS khusus tidak ada jadi petugas pemungutan suara yang datang ke lokasi dimana calon pemilih tidak bisa hadir di TPS,” Tegasnya.(ard)

Read 60 times