Now playing

Rate this item
(0 votes)
Pelaku SMRD mengaku menyesal dengan apa  yang dilakukannya Pelaku SMRD mengaku menyesal dengan apa yang dilakukannya

Mantan Kadindik Madiun Menjadi Peredar Upal di Ngawi

By Published October 06, 2020

BAHANAFM,NGAWI - Tidak lebih dari 24 jam penyidikan kasus upal di Ngawi, petugas Satreskrim polres berhasil mengamankan 3 pelaku diwilayah hukumnya, 2 diantaranya warga luar kota. Tidak sedikit yang diamankan petugas dari tiga terduga pelaku antara lain SMRJ (55) warga Desa Tianak Utara, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, SMRDI (63) asal Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Madiun dan SRKM (61) asal Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Ngawi. Dari tangan tiga pelaku petugas mengamankan barang bukti upal mencapai Rp 546.100.000 serta 1 unit mobil Daihatsu Sigra dan 1 unit motor vario. Tidak disangka salah satu pelaku yang diamankan petugas satreskrim polres Ngawi, SMRD purna PNS kepala dinas dilingkup pemerintahan Kabupaten Madiun. Diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta salah satu pelaku peredaran upal benar pernah menjabat sebagai PNS di Madiun. " Pelaku SMRD menjadi awal kasus ini terjadi di Pangkur Ngawi, memang asal pelaku dari Madiun namun locus delity berada di Ngawi,” Ungkap Kasat Reskrim Polres Ngawi. Senin (28/09/2020) Untuk mengelabui korban dan pihak penyidik, pelaku SMRD meminta tolong ke SRKM untuk transfer ke istri pelaku dengan memanfaatkan BRI Link dengan total 44,5 juta. Karena kemiripan hampir 80 % pelaku berhasil transfer sebanyak 4 kali, namun sayang untuk kali kelima pelaku sudah di ditunggu oleh petugas polres Ngawi. “ Nasabah yang lain mengembalikan uang dari BRI Link pangkur yang di duga palsu, mendasar hal itu petugas mengembangkan kasus hingga menangkap para pelaku, dan 1 masih buron,” Tambah Kasat Reskrim Polres Ngawi. Kepada media pelaku penjelaskan ia hanya menerima 100 juta dari pelaku ketiga yakni SMRJ warga Lamongan yang di pergunakan untuk kepentingan pribadi. “ Untuk berobat karena sakit yang di derita dan pengembalian pinjaman uang,” Jelas SMRD. , para terduga pelaku pengedar upal akan dijerat dengan pasal berlapis seperti Pasal 26 Jo Pasal 36 UURI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang demikian juga Pasal 245 Jo Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. I Gusti Agung meminta kepada masyarakat untuk hati-hati dan waspada terhadap peredaran upal dengan transaksi tunai periksa dengan alat sinar ultra. (*)

Read 14 times