Now playing

Rate this item
(0 votes)
Warga binaan tengah merajut dan menunjukkan hasil kerajinan tangan yang pernah di buat oleh narapidana wanita Warga binaan tengah merajut dan menunjukkan hasil kerajinan tangan yang pernah di buat oleh narapidana wanita

Mengintip Hasil Kerajinan Tangan Lapas IIB Ngawi

By Published October 06, 2020

BAHANAFM,NGAWI - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas IIB Ngawi patut di banggakan pasalnya dalam menjalani pidana penjara bisa berkarya dengan membuat kerajinan tangan. Tidak main-main hasil rajutan mereka (narapidana:red) tidak kalah dengan produk usaha mikro kecil menengah di pasaran. Plh Kasi Binadik dan Giatja Lapas IIB Ngawi Gatot menjelaskan kerajinan tangan ini merupakan progam kemandirian, agar kiranya mereka warga binaan tidak hanya menjalani hukuman akan tetapi di dalam lapas terdapat hal edukatif. Kerajinan tangan yang dibuat warga binaannya adalah kerajinan tangan yang berbahan dasar benang, dirajut sedemikian rupa sehingga bisa membentuk tas, dompet hingga tempat komestik dengan bernilai ekonomis. " Giat ini adalah progam kemandirian, sekaligus memberikan hal yang baru bernilai ekonomis tidak hanya itu saja, karena kesibukan inilah mereka sedikit bisa melupakan hal-hal yang membuatnya resah entah masalah pidana yang dijalani serta kerinduan dengan keluarga," Ungkap Gatot Plh Kasi Binadik dan Giatja Lapas II B Ngawi. Gatot menambahkan sedikitnya terdapat 24 warga binaan wanita ikut serta dalam progam kemandirian ini, sehingga apabila mereka keluar dari menjalani pidana bisa menjadi modal untuk melanjutkan di kehidupan sosial. “ Diharapkan nanti apabila sudah purna menjalani hukuman bisa menjadi instruktur diluar dan bisa membuka lapangan usaha baru,” Tambah Gatot. Sementara Markonah salah satu warga binaan dengan kesibukan merajut ini para warga binaan ini bisa melupakan hal -hal yang membuatnya sedih, sehingga dengan kesibukan kerajinan tangan bisa bermanfaat bagi dirinya dan nanti apabila keluar dari lapas. Ada beberapa jenis kerajinan tangan yang dipamerkan seperti rajutan gantungan kunci berbentuk boneka, kemudian tas yang menggunakan bahan dasar benang beraneka warna. Untuk menyelesaikan satu buah tas membutuhkan waktu minimal empat hari atau bisa sampai satu minggu. "Bentuk tas yang dibuat variasi, ada ide sendiri ada juga saya lihat contoh di internet yang ditunjukkan instruktur, dengan kesibukan ini bisa sedikit melupakan hal-hal yang sedih kangen dengan anak semata wayangnya di Sidoarjo," Jelasnya. Sementara dikarenakan covid 19 ini biasanya hasil kerajinan warga binaan bisa di pamerkan di gelaran pemerintah dan pasar malam, pada akhirnya saat sekarang memanfaatkan media sosial. “ Dampak covid 19 ini pemasaran menjadi terkendala sehingga hanya memanfaatkan media sosial dan pesanan yang dibawa oleh rekan-rekan lapas,” Tegas Devi Pujiastutik. (ARD)

Read 14 times