Now playing

Rate this item
(0 votes)
in SPORT

Mimpi Indah Persinga Untuk 16 Besar di jegal Martapura

By Published August 22, 2017

Ngawi- Mimpi indah untuk masuk 16 besar setelah gagal membendung Persatu Tuban, dewi Fortuna kembali tidak berpihak ke Laskar Ketonggo. Mimpi buruk masih menimpa Persinga Ngawi saat melawan Martapura FC di Stadion Demang Lehman Kota Martapura, Kalsel, dalam lanjutan Liga 2 PT LIB, Minggu (20/08). Pihak tuan rumah membuat malu dengan  memetik kemenangan  atas tamunya Persinga Ngawi dengan skor akhir 4-1.

Tidak ingin malu di depan sporter Martapura FC unggul lebih terdahulu pada menit-10 babak pertama melalui tendangan kapten Qischil Gandrum Minny. Dan keunggulan tersebut tidak berlangsung lama tepatnya menit ke-14 Persinga Ngawi berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat Bagus Yulianto.

Alih strategi di babak kedua mulai terlihat di tubuh Martapura penekanan bola kearah gawang Persinga,mulai dirasakan tim tuan rumah seolah tidak memberikan kesempatan pada Laskar ketonggo Ngawi. Arah bola terus menerus dari berbagai lini gencar dilakukan Martapura FC dan berhasil mencetak gol kedua kalinya oleh Reza Saputra menit ke-5.

Bagai di serang dari berbagai sector permainan anak asuh Frans Sinatra Huwae membuat kwalahan Zamnur dkk terbukti pemain dengan nomor punggung 7 Aidil Bogel mengkonversi dua gol sekaligus pada menit ke-56 dan 77. Sampai menit akhir tim tamu Persinga Ngawi dibawah besutan Fachrudin tidak mampu berbuat banyak dengan kedudukan 4-1.

Dengan hasil ini Martapura FC mengkoleksi 25 poin menyusul Persebaya Surabaya meraih tiket 16 besar. Sedangkan Persinga Ngawi harus berpuas diri dengan tambahan satu poin tanpa merubah posisi di klasemen sementara Grup 5.

Kemenangan Martapura FC memang sudah diprediksi sebelumnya, cukup mencuri satu poin saja atau setidaknya bermain seri bakal lolos ke babak selanjutnya. Pasalnya tim Persatu Tuban takluk dalam laga tandangnya di markas Madiun Putra FC (MPFC) kemarin Sabtu (19/8) sore dengan skor 2-1.

Atas kekalahannya tipis tersebut, Persatu Tuban masih harus legowo dengan kemasan 17 poin dan menyisakan dua laga lagi. Dan sebaliknya apabila berhasil menang di dua laga berikutnya, maka Persatu Tuban maksimal hanya menorehkan poin sebanyak 23.

Disisi yang sama Persinga Ngawi harus menghela nafas pada kompetisi Liga 2 ini, untuk mengejar lolos babak berikutnya jelas pintu tertutup rapat-rapat. Demikian juga ke babak play off sesuatu berat untuk dilakukan. Tetapi CEO Persinga Ngawi Dwi Rianto Jatmiko beberapa waktu sebelumnya tetap optimis dengan skuadnya dan terpenting lagi masih bertahan di Divisi Utama PSSI.

“ Kami masih optimis dengan memberikan semangat kepada anak-anak Persinga untuk  menang “ tegas Antok Demikian panggilan akrab CEO Persinga Ngawi.(ARD)

Read 86835 times