Now playing

Rate this item
(0 votes)

Musim Kemarau Panjang Waspadai Titik Api

By Published September 19, 2017

Ngawi-Ngawi memiliki luasan hutan yang cukup mendominiasi di beberapa titik, akibatnya bila musim kemarau tiba menjadi kewaspadaan tersendiri rawan akan kebakaran lahan. Seperti kejadian kebakaran yang melanda dikawasan hutan jati masuk Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Ngawi. Sesuai keteranganya, api mulai menjalar ke kawasan hutan mulai sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu kemarin, (13/09). Si jago merah mengamuk dan sulit untuk di hentikan, bahkan warga berusaha untuk menghentikan dengan cara membuat parit agar tidak menjalar ke rumah warga. 

Karena kondisi semak maupun rumput disekitar hutan kondisinya kering membuat kobaran api sulit dikendalikan. Usaha dengan mengerahkan beberapa orang warga dan petugas Perhutani setempat setelah berjibaku dengan Si jago merah tepat dua jam kemudian berhasil di jinakkan.

Dijelaskan oleh Supriyanto selaku KRPH Gelon BKPH Sonde menjelaskan, titik api berasal dari petak 71 B masuk RPH Gelon dengan titik koordinat -7°23’4″, 111°16’5″ dan api terus merembet seluas 2 hektar masuk Desa Bangunrejo Lor. Dan diduga kebakaran tersebut akibat kondisi kawasan hutan sangat kering juga serasah daun jati. Kondisi sekitar hutan yang cukup panas inilah,  di duga sementara munculnya titik api. 

“Kami hanya bisa menduga dari kejadian kebakaran ini, secara jelas pennyebabnya belum kami ketahui mendasar cuaca memang luar biasa akhir-akhir ini membuat kondisi kelembapan hutan berkurang drastis sehingga memudahkan timbulnya api. Dengan kesigapan warga dan petugas api berhasil kami padamkan sehingga tidak menjalar ke rumah warga,’ jelas Supriyanto, Kamis (14/09).

Dampak kerugian yang mencapai puluhan juta rupiah ini di alami perhutani mendasar beberapa pohon jati yang ditanam sekitar tahun 1968 ikut hangus dalam peristiwa tersebut. Untuk mengantisipasi timbulnya kebakaran lagi pihaknya bersama petugas Polsek Pitu melakukan patroli rutin ke beberapa titik hutan yang disinyalir rawan kebakaran.

 

Sementara itu secara terpisah Kapolsek Pitu Iptu Subandi  membenarkan kejadian kebakaran hutan yang masuk wilayah hukumnya. Usai mendapat laporan warga anggotanya langsung menuju lokasi kejadian perkara bersama petugas perhutani dan warga menggunakan alat seadanya menghalau rambatan api menuju ke rumah warga dan berhasil di padamkan. Keberhasilan ini tidak lain dari kecepatan pelaporan warga kepada petugas sehingga masalah yang di hadapi bisa diatasi dengan cepat dan tepat. 

“Kami mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat Ngawi khususnya di sekitar hutan untuk mewaspadai musim kemarau saat sekarang dengan munculnya titik api dan mengharapkan kecepatan laporan kepada petugas agar kiranya dapat di selesaikan dengan baik.,” tegas Iptu Subandi.(ARD)

Read 80225 times