Now playing

Rate this item
(0 votes)

Musim Penghujan, 3 Minggu Harga Cabe Rawit di Ngawi melejit.

By Published January 29, 2020

 

NGAWI - Sejak awal tahun cuaca extreme melanda di daerah Ngawi dan sekitarnya, varietas cabe yang tidak tahan dengan anomali cuaca yang buruk tidak bisa alami masa panen akibatnya cabe rawit menghilang dipasaran. Minimnya stok cabe di pasar tradisional Kabupaten Ngawi tersebut, mengakibatkan harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Harga cabai rawit menembus angka Rp 85 ribu per kilogram akibat pasokan yang menurun.

Diungkapkan oleh pedagang cabe di Pasar Besar Ngawi bernama Nurul harga cabe harga rawit sejak awal bulan terus mengalami kenaikan.
"Kenaikan terjadi setiap minggunya. Minggu pertama harga masih di kisaran Rp 55 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram. Minggu kedua hingga minggu ke ketiga sudah capai harga 79 ribu, Hari Rabu ini, harga sudah tembus Rp 83 ribu per kilogram," Ungkap Nurul, Rabu (29/01).

Kenaikan harga yang luar biasa itu tidak hanya dikeluhkan konsumen namun juga para pedagang pasalnya untuk tingkat pengecer cabe bisa capai 87 ribu. Tingginya harga cabai rawit membuat daya beli konsumen turun.

"Kalau harga tinggi seperti ini bisa tidak laku. Pembelian jadi berkurang. Biasanya bisa jual hingga 10 kilogram per hari kini hanya setengahnya saja," Tambah Nurul.

Harga yang tinggi juga terjadi untuk jenis cabai lainnya yakni cabai keriting dan cabai merah besar. Berdasarkan pantauan, harga cabai keriting dalam dua hari terakhir berada di kisaran Rp 63 ribu hingga Rp 65 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cabai merah besar mencapai Rp 65 ribu per kilogram. Padahal kemarin masih di angka Rp 58 ribu per kilogram.

Para pedagang menilai naiknya harga cabai dipicu minimnya pasokan barang dari sentra produksi. Tanaman cabai banyak yang gagal panen akibat musim penghujan sehingga cabe banyak yang busuk saat pengiriman.

Mereka memperkirakan tingginya harga cabai masih akan terjadi selama musim penghujan berlangsung. Itu karena petani enggan menaman cabai karena belum ada varietas yang tahan dengan anomali iklim.(Ard)

Read 164 times