Now playing

Rate this item
(0 votes)

Nekat Edar Pil Koplo Warga Ngawi dipolisikan

By Published October 02, 2017

Ngawi-Sudah tidak mendapatkan toleransi kembali bagi nekat melakukan peredaran pil siap beruurusan dengan petugas. Ketegasan ini di ungkapkan oleh Kasat Narkoba Polres Ngawi AKP Mukid. Hal ini mendasar peredaran pil koplo sekarang ini cukup marak disalahgunakan dan terindikasi melibatkan konsumen maupun pengedar kalangan remaja tidak terkecuali lagi di daerah kecil seperti Ngawi, Jawa Timur. Data yang diperoleh dari Satnarkoba Polres Ngawi dalam pekan terakhir September 2017 ini sukses menggulung tiga orang terduga pelaku penyalahgunaan pil koplo berbagai jenis.

Satu bukti yang membuat miris, dalam sehari saja pada Rabu kemarin, (27/09), pihak kepolisian berhasil mengamankan tiga orang masing-masing berinisial DP (25) warga Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, AS (23) dan RAS (17) keduanya tercatat sebagai warga Desa Hargosari, Kecamatan Sine.

Penangkapan para terduga pelaku penyalahgunaan pil koplo tersebut bermula dari DP yang ditangkap petugas sekitar pukul 18.30 WIB, Rabu (27/09), saat nongkrong didepan minimarket Jalan Raya Jogorogo-Ngrambe tepatnya masuk Desa/Kecamatan Jogorogo. Dari informasi DP inilah petugas berhasil menangkap lagi dua orang terduga pelaku lainya sekitar pukul 21.30 WIB baik AS maupun RAS di wilayah Desa Hargosari.

Dari tangan DP petugas berhasil mengamankan 16 pil koplo jenis Trihexyphenidil dan satu unit handphone. Sedangkan dari tangan AS ada 7 butir pil koplo jenis Trihexyphenidil dan dua unit handphone serta terakhir RAS berhasil disita 26 butir pil koplo jenis Trihexyphenidil plus 10 butir pil jenis Tramadol, satu unit handphone dan uang tunai Rp 90 ribu.

“Keberhasilan kami tidak lepas dari peran masyarakat Ngawi yang memberikan informasi kepada petugas, dan juga hasil kerjasama cyber net” ungkap AKP Mukid.

Ketiga orang ini dianggap melanggar dan tidak memiliki ijin edar sesuai terjemahan UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dimana setiap orang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi berupa obat atau pil koplo jenis Trihexyphenidil maupun Tramadol dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan keamanan kasiat dan kemanfaatan mutu.

“ Dari penangkapan tersangka ini kita akan terus mengembangkan kasus hingga lintas propinsi”  Tegasnnya.(ARD)

Read 73287 times