Now playing

Rate this item
(0 votes)

Nekat Edarkan Pil Koplo, Terancam Bui Belasan Tahun

By Published August 15, 2017

Ngawi-Patut diacungi jempol untuk anggota reskrim Polres Ngawi berhasil mengamankan warga yang terlibat kasus  peredaran pssikotropika jenis pil koplo diwilayah hukumnya. Terungkapnya kasus ini mendasar pengembangan dan penyidikan kasus penangkapan pengedar pil koplo, yang sebelumnya sudah menjadi pengejaran pihak petugas. Diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja dalam press release kasus penyalahgunaan pil koplo, kepada awak media sedikitnya 4 pengedar berhasil diamankan selama sepekan terakhir ini.  Miris dari keempat pelaku satu diataranya perempuan paruh baya, sebagai pengedar pil koplo jenis Trihexyphenidil,  tertangkap tangan di wilayah Jogorogo, Senin (14/08).

‘’Penangkapan pelaku tidak hanya keberhasilan petugas semata melainkan sinergitas dengan masyarakat yang melaporkan kepada petugas untuk di tindak lanjuti,’’ terang Kapolres Ngawi.

Ke empat pelaku masing-masing berinisial EF (19) asal Kecamatan Sine, Ngawi disusul TW (23) dan JI (29) keduanya pria asal Kecamatan Widodaren, Ngawi dan terakhir JW (29) warga Sragen. Jelas Kapolres Ngawi  dari tangan EF berhasil diamankan 48 butir pil koplo, JI ada 590 pil koplo dan JW hanya 8 butir pil koplo.

“ Barang  bukti ini di dapatkan petugas saat penangkapan juga yang ada saat melakukan penggeledahan di kediaman pelaku” tambahnya.

Sindikat ini nampaknya di kendalikan oleh JW asal Sragen  agar 3 orang lainya bertugas mengedarkan barang haram tersebut, di wilayah mereka masing – masing. Tidak hanya menyasar mereka para pengangguran, sepak terjam pelaku mulai merambah ke kalangan pelajar. Mendasar hal tersebut pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Polres Sragen agar kiranya dapat menutup akses masuk dan peredaran pil koplo lintas Jawa ini

“ JW merupakan Bandar kecil, pihaknya bakal melakukan koordinasi atas kasus ini untuk di kembangkan ke wilayah Sragen’’ jelas Kapolres Ngawi.

Atas perbuatan pelaku tersebut kepada mereka melakukan pelanggaran Pasal 196 Jo 98 dan atau Pasal 197 UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun  yang berkasnya segera di limpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri.(ARD)

Read 44237 times