Now playing

Rate this item
(0 votes)

Ngawi DiPrediksi Hanya Calon Tunggal, Demikian Titik Rawannya

By Published February 11, 2020

NGAWI – Pesta demokrasi pemilihan kepala daerah Kabupaten Ngawi, sudah mulai dengan hitungan bulan dan minggu ini panitia pemilihan umum bakal menjadwalkan lounching pilkada serentak 2020. Namun gaung dilapangan hanya muncul 1 pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, belum ada kandidat lain yang melakukan maneuver untuk mendapatlkan simpatik warga untuk memimpin 5 tahun mendatang. Di Ngawi apabila ada partai yang mendukung atau independent mengisi ruang public dan media yang tersedia, potensi pilkada yang dimungkinkan akan lebih dari 1 pasangan. Apabila hal tersebut terjadi, Pilkada Ngawi hanya 1 pasangan sesuai dengan peraturan KPU tentang pilkada UU no 10 tahun 2016 sudah di jelaskan bahwa dengan ketentuan KPU akan melakukan perpanjangan pendaftaran.
“ Pendaftaran akan di buka 16-18 Juni 2020, apabila masih tidak ada yang mendaftar dan hanya 1 pasangan, KPU akan melakukan perpanjangan waktu pendaftaran selama 3 hari,” Jelas Aman Ridho Hidayat komisioner KPU Divisi Teknis.Senin (10/02/2020).
Tidak hanya itu saja, apabila dengan waktu yang sudah di tentukan tidak ada pendaftar lain, maka KPU memasuki ketentutan melaksanakan Pilkada dengan satu pasangan calon. Mekanisme pemungutan suara, KPU akan mencetak 2 kolom dalam surat suara yang nantikan menjadi media penyaluran pimilihan warga Ngawi untuk memilih kepala daerah. Desain yang erdiri dari 1 kolom berisi gambar pasangan yang di tetapkan untuk dipilih atau DCT dan sebelahnya kolom gambar pasangan calon yang tidak ada foto atau kosong.
“ Pemilih akan tetap di hadapkan dengan 2 pilihan, memilih pasangan tersebut atau kolom kosong,” Tambah Ridho.
Kerawanan yang terakhir, apabila dalam pemilihan kepala daerah nantinya dengan dimenangkan jumlah suara terpilih kolom kosong. Ditegaskan oleh Ridho sesuai dengan peraturan mendagri bahwa pemilihan suara tersebut tetap sah, dengan kebijakan pemerintahan akan diisi oleh pejabat sementara hingga daerah tersebut melaksanakan pemilihan kepala daerah tahun berikutnya.
“ Memang tidak ada dalam peraturan KPU, tapi dalam peraturan mendagri bahwasanya Ngawi akan di pimpin oleh pejabat sementara hingga pilkada berikutnya,” Tegasnya.

Read 25 times