Print this page
Rate this item
(0 votes)

Ngawi Siap Pilkades Serentak

By Published October 24, 2017

 Ngawi-Rencana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Ngawi untuk tahun 2017 ini dipastikan memakai sistem terbaru sesuai amanat UU Nomor 06 Tahun 2014 dan PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Desa. Achmad Roy Rozano Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi menyebut, pelaksanaan Pilkades serentak melibatkan 14 dari 10 kecamatan bakal digelar pada Minggu tanggal 03 Desember 2017.

“Pilkades serentak segera dilaksanakan dan teknisnya sudah clear sesuai aturan terbaru dengan mengadopsi model TPS yang dilakukan disetiap dusunya,” terang Roy demikian panggilan akrab Kabid Pemdes DPMD Ngawi, Senin (23/10).

Berikut 14 desa dari 10 wilayah kecamatan yang bakal melaksanakan Pilkades pada 03 Desember 2017. Antara lain Kecamatan Karangjati – Campurasri, Gempol, Kecamatan Bringin – Kenongorejo, Kecamatan Pangkur – Paras, Kecamatan Padas – Tambakromo, Banjaransari, Kecamatan Geneng – Baderan, Kecamatan Kwadungan – Simo, Kecamatan Paron – Sirigan, Kebon, Kecamatan Kedunggalar – Kedunggalar dan terakhir Kecamatan Gerih – Gerih.

“Perlu diketahui bersama proses pemungutan suara Pilkades tahun ini berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi untuk tahun ini pemungutan suaranya menjiplak teknis KPU yakni menyediakan TPS yang ditempatkan di wilayah dusun sesuai jumlahnya yang ada di desa tersebut,” beber Roy.

Model TPS harus dilakukan mengingat pada Pilkades nantinya tidak ada istilah proses pemungutan suara ulang apabila hasil penghitungan suara calon kepala desa (Cakades) itu terjadi draw atau angkanya sama. Untuk menentukan siapa pemenangnya apabila hasil suaranya draw pihak panitia akan melihat persentase penyebaran perolehan suara di TPS yang ada di dusun.

Kata Roy, persentase penyebaran perolehan suara terbanyak mendasar patokan dari pemilih terbanyak dari masing-masing dusun. Artinya, jika Cakades A mendapat 50 suara demikian pula Cakades B maka solusi untuk menentukan siapa pemenangnya akan dilihat dari penyebaran perolehan suara di TPS dusun dengan dasar jumlah pemilih terbanyak.

Contoh realnya begini, TPS I di dusun A jumlah pemilih ada 1.100 orang dan Cakades A mendapat 650 suara dan Cakades B mengantongi 250 suara sedangkan suara tidak sah ada 200 surat suara. Untuk TPS II dusun B jumlah pemilih ada 950 orang dan Cakades A berhasil mendapat  250 suara dan Cakades B mendapat 650 suara sedangkan suara tidak sah ada 50 surat suara.

Dari TPS I dusun A dan TPS II dusun B perolehan suara masing-masing Cakades baik A dan B apabila diakumulasikan sama-sama mengantongi 900 suara. Maka pemenang Pilkades ada di tangan Cakades A mengingat jumlah pemilih di TPS I dari dusun A ada 1.100 orang sedangkan di TPS II dusun B hanya 950 orang.

Mengenai tata cara pendaftaran peserta sampai penetapan Cakades lanjut Roy, mekanismenya tetap menyesuaikan aturan yang terbaru tersebut. Yakni penjaringan pendaftar Cakades  pada tahap pertama akan dibuka selama 9 hari dan tahap kedua 20 hari.

Pihaknya mengharapkan dengan pelaksaan ini pilkades secara serentak ini bisa menjadi kesuksesan di wilayah Ngawi (ARD)

Read 104392 times