Now playing

Rate this item
(0 votes)
Upacara kemerdekaan dengan petugas bendera dan peserta menggunakan pakaian pentul melikan Upacara kemerdekaan dengan petugas bendera dan peserta menggunakan pakaian pentul melikan

Nyleneh, Upacara Bendera Menggunakan Pentul Melikan

By Published August 18, 2020

BAHANAFM,NGAWI - Ketua sanggar tari Ngawi, Sholikin memimpin Upacara Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke -75 dengan cara nyleneh, peserta dan pemimpin upacara menggunakan pakaian penari asal Kabupaten Ngawi yakni pentul melikan. HUT RI ke -75 dengan mengusung tema maju bersama menjadi inspirasi seorang seniman asal Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi mengemas upacara kemerdekaan dengan tidak meninggalkan kekhidmatan upacara tetapi juga edukasi yang di tanamkan tentang kesenian asli kabupaten Ngawi.
“ Upacara ini sengaja saya kemas agar generasi penerus mengetahui keanekaragaman kesenian, khususnya yang dimiliki oleh Kabupaten Ngawi,” Ungkap Sholikin ketua sanggar tari Paron. Senin (17/08/2020)
Kegiatan upacara yang menarik perhatian warga itu, juga diikuti oleh perangkat Desa Tempuran Kecamatan Paron Ngawi, pasalnya tidak hanya baju peserta juga menggunakan pentol. Di tempat yang berbeda, Bupati Ngawi Budi Sulistyono memberikan apresiasi positif, menanggapi kegiatan upacara bendera yang dilakukan oleg seniman asal Desa Tempuran. Menurutnya apa yang dilakukan para keluarga sanggar tari pentol melikan Ngawi tersebut, mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi tapi tidak meninggalkan keragaman kesenian dan budaya di Indonesia khususnya asal Ngawi.
“ Ini bentuk cinta akan Indonesia, Cinta akan kesenian budaya Ngawi, Nasionalismenya dapat penanaman pendidikan sejak dinipun juga dapat, Mantap,” Tegas Bupati Ngawi Budi Sulistyono.
Meski dianggap nyleneh, ketua sanggar tari pentol melikan Sholikin mengatakan bahwa upacara ini menjadi bentuk energi baru ditengah penyebaran covid 19 di bangsa Indonesia. Kegaitan upacara tanpa meninggalkan protokol kesehatan ini, hanya untuk menggelorakan nasionalisme kepada bangsa Indonesia dan cinta kepada kesenian budaya asal Ngawi.

“ Semoga dengan kegiatan ini, menjadikan inspirasi kepada generasi penerus khususnya warga Ngawi agar tidak meninggalkan nasionalisme dan keragaman kesenian asli bumi orek-orek Ngawi,” Tegas Sholikin. (ard)

Read 67 times