Now playing

Rate this item
(0 votes)
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Ngawi R. Rudi Sulisdiana Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Ngawi R. Rudi Sulisdiana

Obyek Wisata Melanggar Protokol Kesehatan Siap di Tutup

By Published July 16, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mengumumkan pembukaan kembali tempat pariwisata alam bertipe konservasi maupun nonkonservasi per 1 juli dengan masa percobaan. Raden Rudi Sulisdiana selaku kepala dinas pariwisata,pemuda dan olahraga pemkab Ngawi mengungkapkan, syarat utama pembukaan adalah menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Pada bulan juli ini menjadi bulan masa percobaan secara 2 tahap, dengan 1 tahap per 2 minggunya ini akan di lakukan evaluasi baik dari obyek, usaha dan penataan.
”Tempat wisata boleh dibuka asal menerapkan protokol kesehatan dan ini menjadi kesempatan oleh pemilik usaha melakukan penataan diri,” Ungkap Raden Rudi Sulisdiana selaku kepala disparpora pemkab Ngawi, Rabu (15/07/2020).
Menurut Rudi demikian panggilan akrab , kawasan pariwisata alam yang dimaksud terdiri atas wisata bersifat konservasi alam sepertihalnya kawasan wisata seloondo, Jamus dan air terjun yang ada di Ngawi. Sementara itu, pariwisata nonkonservasi bisa atau buatan berupa taman olba, tirtonirmolo dan banyurejo dan kawasan wisata alam yang dikelola masyarakat.
” Karena kita belum zona hijau diharapkan para pengusaha menaati protokol kesehatan di era tatanan kehidupan baru ini bila tidak ingin kenakan sanksi,” Tambahnya.
Pemkab Ngawi sudah berusaha melakukan pencegahan penyebaran covid 19 seketat mungkin untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung di obyek wisata. Dari perbatasan sendiri sudah di jaga tim gugus tugas, apabila pendatang dari luar kota yang tidak membawa surat keterangan akan dirapid ditempat. Setiba di obyek wisata akan diperiksa oleh petugas dengan termogun, sebelum masuk wajib cuci tangan, memakai masker serta jaga jarak. Apabila pengusaha obyek wisata tidak berlaku tegas kepada karyawan, tempat usaha, penataan obyek dan pengunjung melanggar akan dikenakan sanksi administrasi hingga penutupan kembali obyek wisata.
“ Kami tidak ingin ada cluster baru di Kabupaten Ngawi, apabila melanggar akan kami berikan sanksi penutupan obyek wisata,” Tegas Rudi. (ARD)

Read 78 times