Now playing

Rate this item
(0 votes)
Ony Anwar bantu bangun rumah burung hantu di desa Semen kecamatan Paron Ngawi Ony Anwar bantu bangun rumah burung hantu di desa Semen kecamatan Paron Ngawi

Ony Anwar Bangun Rubaha Kendalikan Hama Tikus di Ngawi

By Published October 15, 2020

 

BAHANAFM,NGAWI - Hama tikus memang merugikan petani. Ia menyerang tanaman padi mulai persemaian sampai menjelang panen. Bahkan hasil panen yang sudah disimpan di rumah tidak luput dari serangannya. Karena tingginya serangan tikus memaksa petani Ngawi menggunakan cara instan yang cukup membahayakan nyawa, yakni penggunaan aliran listrik bertegangan tinggi. Tidak sedikit warga Ngawi yang harus meregang nyawa akibat tersengat jebakan listrik yang dipasang. Mendasar hal itu Wakil Bupati Ngawi yang cuti karena menjadi peserta Pilkada serentak 2020, mengharapkan kepada petani Ngawi mengembalikan musuh predator alami tikus dengan menempatkan burung hantu di sawah.

“ Dengan adanya musuh alami ini diharapkan bisa menekan perkembangbiakan tikus di sawah dan juga petani tidak perlu berhubungan dengan jebakan tikus bertegangan tinggi,” Ungkap Ony Anwar Harsono, Kamis (15/10/2020)

 

Dengan kehadiran rumah burung hantu (rubaha) yang mempunyai nama latin tyto alba,  Petani Desa Semen, Kecamatan Paron saat ini mulai panen padi menjadi sedikit tenang. Pasalnya untuk antisipasi serangan hama tikus, yang saat sekarang merajalela mereka para petani cukup dibuat kwalahan.

Rusdianto, salah satu petani desa setempat mengatakan sangat senang dengan pendirian Rubuha di sekitar sawahnya. Ia berharap serangan hama tikus bisa berkurang.

"Alhamdulillah desa Semen sudah ada Rubuha, semoga musim panen nanti serangan hama tikus berkurang," Jelas salah satu petani Semen.

Mas Ony demikian panggilan akrab Ony Anwar ini menambahkan pencegahan dengan musuh predator ini merupakan penyelesaian jangka pendek. Sementara dengan meminta kepala desa membuat perdes perihal pelarangan membasmi burung hantu dan ular sebagai musuh alami tikus,  penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik dan mengembalikan petani menggunakan pupuk organik menjadi penyelesaian secara jangka panjang.

 

“ Membasmi hama tikus bukan hal yang dikerjakan secara instan tapi harus ada hubungan satu dengan yang lain untuk pencapaiannya,” Tambah mas Ony.

Dalam kesempatannya bertemu dengan para petani, kedepan pihanya akan membuat project baru bahwa petani tidak harus tergantung dengan tengkulak pihaknya akan membuka kesempatan dengan pihak ketiga dalam hal ini perusahaan besar yang siap menampung hasil panen petani Ngawi. Tidak kalah pentingnya, melakukan legal kontrak kerja atau MoU dengan opsteker melalui Gapoktan dalam kapasitasnya sebagai vendor demikian juga dengan dinas terkait (dinas pertanian). Sehingga progres serapan gabah akan terpantau.

Dalam hal ini kehadiran opsteker seperti dua perusahaan besar di Ngawi baik PT. Sakti Ricemill dan PT. Wilmar Padi Indonesia mampu mengakusisi pemrosesan gabah hasil panen dari seluruh wilayah Ngawi. Dengan kapasitas mampu memproses 500 ton gabah per hari.

"Dengan bekerjasama 2 perusahaan tersebut besar harapan serapan gabah petani Ngawi bisa terjamin," Tegas Ony. (ARD)


 

Read 52 times