Now playing

Rate this item
(0 votes)

PAD Ngawi Meningkat, Ketergantungan DAU Menurun

By Published September 03, 2017

Ngawi- Segala usaha dilakukan oleh esekutif Kabupaten (Pemkab) Ngawi, guna menyeimbangkan rencana keuangan dengan perkembangan untuk pembangunan bersama legislative daerah setempat  dengan mengesahkan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2017. Pengesahan anggaran yang disepakati dibuktikan dengan P-APBD 2017 antara Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD Ngawi setelah melalui rapat paripurna marathon selama dua hari yang berakhir pada Kamis menjelang perayaan HUT Pemkab Ngawi dengan pagelaran karnaval kerjasama salah satu TV Nasional, (31/08).

Dari pembacaan umum yang disampaikan oleh Bupati Ngawi, P-APBD 2017 kali ini mengalami peningkatan sebesar 4,53 persen dari anggaran murni sebelumnya yakni Rp 1,8 triliun lebih menjadi Rp 1,9 triliun lebih atau naik sebesar Rp 85 miliar lebih. Peningkatan ini dari beberapa hal diantaranya naiknya pajak daerah Rp 8 miliar plus pendapatan lain-lain daerah yang sah senilai Rp 77 miliar. Namun masih sama pengeluaran terbesar terjadi pada pengeluaran belanja rutin yang mencapai Rp 2,052 triliun lebih kini membengkak naik 8,7 persen atau Rp 180 miliar menjadi Rp 2,233 triliun lebih.  Sementara Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat dikonfirmasi kepada koresponden Bahana menjelaskan peningkatan ini secara tidak langsung imbas dari penyesuaian pencaiapan disiplin target baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan.

“Alhamdulilah pencapain dari peningkatan PAD Ngawi memang sudah kita prediksi, mendasar dari ketatnya kita mengeluarkan penggunaan anggaran sesuai dengan tupoksinya ,” Jelas Ketua DPRD Ngawi.

Namun tidak serta merta di terima oleh oleh legeslatif, pihaknya memberikan warning kepada eksekutif untuk lebih teliti dan cermat,  saat menyusun perencanaan anggaran.Agar tidak terjadi penumpukan anggaran ditahun awal yang notabene sulit diserap tentu berimbas pada realisasi program kerakyatan dan pembangunan bagi warga Ngawi. Masih terkesan buku pengajuan APBD sama dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini cukup menjadi periksa kami(dewan:red) dalam menyingkapi APBD. 

DAU Ngawi cukup  membanggakan bagaimana tidak dilihat dari pendapatan daerah mendasar kebijakan pemerintah pusat untuk menurunkan Dana Alokasi Umum (DAU) antara 1-2 persen di Ngawi berhasil dilaksanakan dan  penurunanya hanya berkisar Rp 18 miliar bila di bandingkan daerah lain penurunanya sampai diatas Rp 100 miliar.

Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono mengakui ada penurunan anggaran pendapatan terkait DAU sebagaimana kebijakan dari pemerintah pusat. Sebagai solusi untuk menutup kembali anggaran, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap anggaran pendapatan yang masih terselip di pos-pos tertentu yang belum terbelanjakan atau diambil dari sisa anggaran itu sendiri mendasar dari silpa tahun sebelumnya.(ARD)

Read 72535 times